Kamis, 22 Okt 2026 06:35 WIB

Festival Rujak Uleg Peringatan HUT Surabaya Digelar Malam Hari, Catat Tanggalnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 18 Mei 2022 11:43 WIB
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga serta Pariwisata (DKKORP) Surabaya, Wiwiek Widayati.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga serta Pariwisata (DKKORP) Surabaya, Wiwiek Widayati.

selalu.id - Menyambut Hari Ulang Tahun Kota Surabaya (HJKS) ke 728. Pemkot Surabaya akan mengelar kembali Festival Rujak Uleg di Kembang Jepun pada malam hari, 22 Mei 2022 mendatang.

Setelah dua tahun vakum akibat pandemi, sebanyak 780 peserta dari UMKM Rujak Cingur akan dilibatkan dalam acara ini.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga serta Pariwisata (DKKORP) Surabaya Wiwiek Widayati, mengatakan, digelarnya malam hari karena ingin mengangkat suasana yang berbeda di Surabaya.

"Suasananya agar lebih romantis juga di malam hari. Jadi kita tiap tahun ada acara ini, dan kita jalankan, baik itu di pagi atau sore juga pernah digelar. Jadi kita ngin mengangkat rujak uleg ini di malam hari," kata Wiwiek, Rabu (18/5/2022).

Wiwiek mengatakan, pihaknya mempunyai konsep besar yang berbeda. Yakni membranding kota tua yang ada di Surabaya Utara. Terutama wilayah Kya Kya.

"Apalagi di tempat itu kalau pagi dan siang sudah hidup, sehingga malamnya kita hidupkan," ujarnya.

Lebih lanjut, Wiwiek menyampaikan, akan memilih 10 besar peserta dari kreativitas masing-masing dengan penampilan yang aktraktif dan unik.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

"Sebenarnya ini tidak hanya kegiatan untuk rujak, tetapi atraktif keunikannya adalah bagaimana saat kita merujak, dia bisa menampilkan aktivitas lain, misalnya kostumnya,"jelasnya.

Kata dia, atraksi tersebut akan menjual dan bisa ditawarkan sebagai produk industri pariwisata. Sehingga, bisa menjadi komoditas baru di Kota Surabaya.

"Jadi intinya adalah komoditas industri pariwisata. Sehingga menjadi sebuah atraksi yg sangat menjual dan bisa kita tawarkan. Itu juga bagian dari produk industri pariwisata,"ungkapnya.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Untuk keamanan, Wiwiek memastikan, Pemkot Surabaya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk kelancaran acara ini, termasuk dengan pihak kepolisian.

Wiwiek menyebut kapasitas wilayah tersebut sebesar 4 ribuan, namun dalam acara ini hanya dimanfaatkan sekitar 75 persen.

"Ini juga kita antisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).