Rabu, 22 Jul 2026 18:56 WIB

Festival Rujak Uleg Peringatan HUT Surabaya Digelar Malam Hari, Catat Tanggalnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 18 Mei 2022 11:43 WIB
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga serta Pariwisata (DKKORP) Surabaya, Wiwiek Widayati.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga serta Pariwisata (DKKORP) Surabaya, Wiwiek Widayati.

selalu.id - Menyambut Hari Ulang Tahun Kota Surabaya (HJKS) ke 728. Pemkot Surabaya akan mengelar kembali Festival Rujak Uleg di Kembang Jepun pada malam hari, 22 Mei 2022 mendatang.

Setelah dua tahun vakum akibat pandemi, sebanyak 780 peserta dari UMKM Rujak Cingur akan dilibatkan dalam acara ini.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga serta Pariwisata (DKKORP) Surabaya Wiwiek Widayati, mengatakan, digelarnya malam hari karena ingin mengangkat suasana yang berbeda di Surabaya.

"Suasananya agar lebih romantis juga di malam hari. Jadi kita tiap tahun ada acara ini, dan kita jalankan, baik itu di pagi atau sore juga pernah digelar. Jadi kita ngin mengangkat rujak uleg ini di malam hari," kata Wiwiek, Rabu (18/5/2022).

Wiwiek mengatakan, pihaknya mempunyai konsep besar yang berbeda. Yakni membranding kota tua yang ada di Surabaya Utara. Terutama wilayah Kya Kya.

"Apalagi di tempat itu kalau pagi dan siang sudah hidup, sehingga malamnya kita hidupkan," ujarnya.

Lebih lanjut, Wiwiek menyampaikan, akan memilih 10 besar peserta dari kreativitas masing-masing dengan penampilan yang aktraktif dan unik.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"Sebenarnya ini tidak hanya kegiatan untuk rujak, tetapi atraktif keunikannya adalah bagaimana saat kita merujak, dia bisa menampilkan aktivitas lain, misalnya kostumnya,"jelasnya.

Kata dia, atraksi tersebut akan menjual dan bisa ditawarkan sebagai produk industri pariwisata. Sehingga, bisa menjadi komoditas baru di Kota Surabaya.

"Jadi intinya adalah komoditas industri pariwisata. Sehingga menjadi sebuah atraksi yg sangat menjual dan bisa kita tawarkan. Itu juga bagian dari produk industri pariwisata,"ungkapnya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Untuk keamanan, Wiwiek memastikan, Pemkot Surabaya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk kelancaran acara ini, termasuk dengan pihak kepolisian.

Wiwiek menyebut kapasitas wilayah tersebut sebesar 4 ribuan, namun dalam acara ini hanya dimanfaatkan sekitar 75 persen.

"Ini juga kita antisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.