Senin, 07 Sep 2026 03:35 WIB

Cegah Hepatitis Misterius, DPRD Surabaya Minta Pemkot Petakan Wilayah Nol Jamban

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 10 Mei 2022 23:27 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah

selalu.id - Kasus hepatitis misterius atau akut pada anak belum ada ditemukan di Kota Surabaya. Namun, Komisi D DPRD Surabaya tetap meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) harus tetap siaga mewaspadai potensi munculnya kasus tersebut.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah meminta Pemkot Surabaya untuk terus sigap melakukan antisipasi munculnya kasus hepatitis akut di Kota Pahlawan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Meski begitu, Pemkot Surabaya sudah membuat surat edaran (SE) tentang PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) dan deteksi ini hepatitis akut.

"Saya tetap mendorong dinas kesehatan (dinkes) untuk melakukan maping atau pemetaan wilayah daerah-daerah yang nol lahan jamban dan yang tinggal di pinggir sungai," ujar Khusnul, Selasa (10/5/2022).

Khusnul menjelaskan bahwa Dinkes Surabaya telah meminta setiap fasyankes untuk meningkatkan upaya dan kesiapsiagaan mewaspadai potensi munculnya kasus hepatitis miserius.

Hal tersebut diketahui sejak 28 April 2022 telah diterbitkan SE untuk menindaklanjuti SE Kemenkes RI No HK 02/C/2515/2022 tentang kewaspadaan terhadap penemuan kasus hepatitis misterius yang tidak diketahui etiologinya.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Jadi jumlah ketercapaian imunisasi pada anak telah lengkap di Surabaya, jumlahnya mencapai 96,90 persen dari jumlah 41.383 ribu bayi," jelasnya.

Lebih lanjut, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini, juga meminta digencarkannya sosialisasi melalui puskesmas dan kader Posyandu tentang PHBS.

Sosialsiasi ini, lanjutnya, baik kepada masyarakat maupun penyedia makanan seperti UMKM, dan juga pondok pesantren yang beberapa masih ada kebiasaan makan satu nampan bersama-sama.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Jika ditemukan gejala mengarah hepatitis misterius, lanjut Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya ini, harus segera dilakukan cek hematologi, SGOT, SGPT di laboratorium sebelum kemudian dirujuk ke rumah sakit dan rumah sakit menyiapkan ruang karantina.

"Jika diperlukan dibuat juknis atau SE Dinkes terkait SOP (standar operasional prosedur) penanganan hepatitis akut ini. Sosialisasi SOP jika ditemukan gejala mengarah ke hepatitis akut juga penting dilakukan," tandasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.