Selasa, 21 Jul 2026 21:54 WIB

Cegah Hepatitis Misterius, DPRD Surabaya Minta Pemkot Petakan Wilayah Nol Jamban

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 10 Mei 2022 23:27 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah

selalu.id - Kasus hepatitis misterius atau akut pada anak belum ada ditemukan di Kota Surabaya. Namun, Komisi D DPRD Surabaya tetap meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) harus tetap siaga mewaspadai potensi munculnya kasus tersebut.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah meminta Pemkot Surabaya untuk terus sigap melakukan antisipasi munculnya kasus hepatitis akut di Kota Pahlawan.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Meski begitu, Pemkot Surabaya sudah membuat surat edaran (SE) tentang PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) dan deteksi ini hepatitis akut.

"Saya tetap mendorong dinas kesehatan (dinkes) untuk melakukan maping atau pemetaan wilayah daerah-daerah yang nol lahan jamban dan yang tinggal di pinggir sungai," ujar Khusnul, Selasa (10/5/2022).

Khusnul menjelaskan bahwa Dinkes Surabaya telah meminta setiap fasyankes untuk meningkatkan upaya dan kesiapsiagaan mewaspadai potensi munculnya kasus hepatitis miserius.

Hal tersebut diketahui sejak 28 April 2022 telah diterbitkan SE untuk menindaklanjuti SE Kemenkes RI No HK 02/C/2515/2022 tentang kewaspadaan terhadap penemuan kasus hepatitis misterius yang tidak diketahui etiologinya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Jadi jumlah ketercapaian imunisasi pada anak telah lengkap di Surabaya, jumlahnya mencapai 96,90 persen dari jumlah 41.383 ribu bayi," jelasnya.

Lebih lanjut, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini, juga meminta digencarkannya sosialisasi melalui puskesmas dan kader Posyandu tentang PHBS.

Sosialsiasi ini, lanjutnya, baik kepada masyarakat maupun penyedia makanan seperti UMKM, dan juga pondok pesantren yang beberapa masih ada kebiasaan makan satu nampan bersama-sama.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Jika ditemukan gejala mengarah hepatitis misterius, lanjut Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya ini, harus segera dilakukan cek hematologi, SGOT, SGPT di laboratorium sebelum kemudian dirujuk ke rumah sakit dan rumah sakit menyiapkan ruang karantina.

"Jika diperlukan dibuat juknis atau SE Dinkes terkait SOP (standar operasional prosedur) penanganan hepatitis akut ini. Sosialisasi SOP jika ditemukan gejala mengarah ke hepatitis akut juga penting dilakukan," tandasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.