Kamis, 22 Okt 2026 05:26 WIB

Cegah Hepatitis Misterius, DPRD Surabaya Minta Pemkot Petakan Wilayah Nol Jamban

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 10 Mei 2022 23:27 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah

selalu.id - Kasus hepatitis misterius atau akut pada anak belum ada ditemukan di Kota Surabaya. Namun, Komisi D DPRD Surabaya tetap meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) harus tetap siaga mewaspadai potensi munculnya kasus tersebut.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah meminta Pemkot Surabaya untuk terus sigap melakukan antisipasi munculnya kasus hepatitis akut di Kota Pahlawan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Meski begitu, Pemkot Surabaya sudah membuat surat edaran (SE) tentang PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) dan deteksi ini hepatitis akut.

"Saya tetap mendorong dinas kesehatan (dinkes) untuk melakukan maping atau pemetaan wilayah daerah-daerah yang nol lahan jamban dan yang tinggal di pinggir sungai," ujar Khusnul, Selasa (10/5/2022).

Khusnul menjelaskan bahwa Dinkes Surabaya telah meminta setiap fasyankes untuk meningkatkan upaya dan kesiapsiagaan mewaspadai potensi munculnya kasus hepatitis miserius.

Hal tersebut diketahui sejak 28 April 2022 telah diterbitkan SE untuk menindaklanjuti SE Kemenkes RI No HK 02/C/2515/2022 tentang kewaspadaan terhadap penemuan kasus hepatitis misterius yang tidak diketahui etiologinya.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

"Jadi jumlah ketercapaian imunisasi pada anak telah lengkap di Surabaya, jumlahnya mencapai 96,90 persen dari jumlah 41.383 ribu bayi," jelasnya.

Lebih lanjut, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini, juga meminta digencarkannya sosialisasi melalui puskesmas dan kader Posyandu tentang PHBS.

Sosialsiasi ini, lanjutnya, baik kepada masyarakat maupun penyedia makanan seperti UMKM, dan juga pondok pesantren yang beberapa masih ada kebiasaan makan satu nampan bersama-sama.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Jika ditemukan gejala mengarah hepatitis misterius, lanjut Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya ini, harus segera dilakukan cek hematologi, SGOT, SGPT di laboratorium sebelum kemudian dirujuk ke rumah sakit dan rumah sakit menyiapkan ruang karantina.

"Jika diperlukan dibuat juknis atau SE Dinkes terkait SOP (standar operasional prosedur) penanganan hepatitis akut ini. Sosialisasi SOP jika ditemukan gejala mengarah ke hepatitis akut juga penting dilakukan," tandasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).