Selasa, 20 Okt 2026 07:13 WIB

Anak di Tulungagung Meninggal Diduga karena Hepatitis Misterius

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 08 Mei 2022 18:33 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Erwin Astha Triyono
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Erwin Astha Triyono

selalu.id - Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur angkat bicara terkait dugaan anak meninggal terkena Hepatitis misterius atau akut. Menurutnya hal itu harus diteliti lebih lanjut.

Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono, mengatakan, pihaknya masih perlu mendata tambahan terkait pemeriksaan laboratorium yang masih dikerjakan untuk laporannya.

Baca Juga: DPRD Jatim Sahkan Perda Hak Disabilitas, Perkuat Perlindungan dan Kesetaraan Hukum

"Karena masih perlu data tambahan terkait pemeriksaan lab yang masih dikerjakan laporannya kita kirim ke Suryanti Saroso, untuk dilengkapi datanya baru kita sampaikan ulang kira- kira diagnosisnya ke arah mana," kata Erwin, Minggu (8/5/2022).

Erwin menyampaikan, sementara masih pending classification atau menunggu hasil diagnosis tertentu dari data laboratorium lebih lanjut. Sehingga, data suspek saat ini bertambah satu.

"Ditambah Tulungagung ada 115. Syndroma Jaundice akut,"ujarnya.

Untuk gejala Hepatitis Akut, Erwin menerangkan, penyakitnya relatif sama dengan penyakit lain seperti demam, muntah.

Baca Juga: RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

"Susah memastikan kita tunggu aja. Nanti akan kita lihat lagi semoga secepatnya,"terangnya.

Saat ditanya apakah akan dibuat posko untuk penyakit hepatitis misterius tersebut, Erwin menjelaskan, hal itu harus menunggu kebijakan Kementerian Kesehatan.

"Semua nunggu kebijakan kementerian nggak perlu buru-buru harus terukur jadi Kemenkes memandu kita,"jelasnya.

Baca Juga: Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!

Erwin menambahkan, Hepatitis misterius tersebut masih belum diketahui sifat penularannya. Sehingga, ia meminta kepada masyarakat untuk tetap terapkan Perilaku Bersih dan Sehat (PHBS).

"Kuncinya PHBS dan Prokes Kaena dengan itu hampir semua penyakit bisa dicegah bukan hanya Hepatitis," ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).