Senin, 02 Feb 2026 00:54 WIB

Anak di Tulungagung Meninggal Diduga karena Hepatitis Misterius

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 08 Mei 2022 18:33 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Erwin Astha Triyono
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Erwin Astha Triyono

selalu.id - Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur angkat bicara terkait dugaan anak meninggal terkena Hepatitis misterius atau akut. Menurutnya hal itu harus diteliti lebih lanjut.

Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono, mengatakan, pihaknya masih perlu mendata tambahan terkait pemeriksaan laboratorium yang masih dikerjakan untuk laporannya.

Baca Juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

"Karena masih perlu data tambahan terkait pemeriksaan lab yang masih dikerjakan laporannya kita kirim ke Suryanti Saroso, untuk dilengkapi datanya baru kita sampaikan ulang kira- kira diagnosisnya ke arah mana," kata Erwin, Minggu (8/5/2022).

Erwin menyampaikan, sementara masih pending classification atau menunggu hasil diagnosis tertentu dari data laboratorium lebih lanjut. Sehingga, data suspek saat ini bertambah satu.

"Ditambah Tulungagung ada 115. Syndroma Jaundice akut,"ujarnya.

Untuk gejala Hepatitis Akut, Erwin menerangkan, penyakitnya relatif sama dengan penyakit lain seperti demam, muntah.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Susah memastikan kita tunggu aja. Nanti akan kita lihat lagi semoga secepatnya,"terangnya.

Saat ditanya apakah akan dibuat posko untuk penyakit hepatitis misterius tersebut, Erwin menjelaskan, hal itu harus menunggu kebijakan Kementerian Kesehatan.

"Semua nunggu kebijakan kementerian nggak perlu buru-buru harus terukur jadi Kemenkes memandu kita,"jelasnya.

Baca Juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Erwin menambahkan, Hepatitis misterius tersebut masih belum diketahui sifat penularannya. Sehingga, ia meminta kepada masyarakat untuk tetap terapkan Perilaku Bersih dan Sehat (PHBS).

"Kuncinya PHBS dan Prokes Kaena dengan itu hampir semua penyakit bisa dicegah bukan hanya Hepatitis," ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.