Sabtu, 05 Sep 2026 04:50 WIB

Anak di Tulungagung Meninggal Diduga karena Hepatitis Misterius

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 08 Mei 2022 18:33 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Erwin Astha Triyono
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Erwin Astha Triyono

selalu.id - Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur angkat bicara terkait dugaan anak meninggal terkena Hepatitis misterius atau akut. Menurutnya hal itu harus diteliti lebih lanjut.

Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono, mengatakan, pihaknya masih perlu mendata tambahan terkait pemeriksaan laboratorium yang masih dikerjakan untuk laporannya.

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

"Karena masih perlu data tambahan terkait pemeriksaan lab yang masih dikerjakan laporannya kita kirim ke Suryanti Saroso, untuk dilengkapi datanya baru kita sampaikan ulang kira- kira diagnosisnya ke arah mana," kata Erwin, Minggu (8/5/2022).

Erwin menyampaikan, sementara masih pending classification atau menunggu hasil diagnosis tertentu dari data laboratorium lebih lanjut. Sehingga, data suspek saat ini bertambah satu.

"Ditambah Tulungagung ada 115. Syndroma Jaundice akut,"ujarnya.

Untuk gejala Hepatitis Akut, Erwin menerangkan, penyakitnya relatif sama dengan penyakit lain seperti demam, muntah.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

"Susah memastikan kita tunggu aja. Nanti akan kita lihat lagi semoga secepatnya,"terangnya.

Saat ditanya apakah akan dibuat posko untuk penyakit hepatitis misterius tersebut, Erwin menjelaskan, hal itu harus menunggu kebijakan Kementerian Kesehatan.

"Semua nunggu kebijakan kementerian nggak perlu buru-buru harus terukur jadi Kemenkes memandu kita,"jelasnya.

Baca Juga: Kunjungi Lahan Terdampak Kekeringan di Gresik, Mentan Amran Tawarkan Solusi Gak Pake Ribet

Erwin menambahkan, Hepatitis misterius tersebut masih belum diketahui sifat penularannya. Sehingga, ia meminta kepada masyarakat untuk tetap terapkan Perilaku Bersih dan Sehat (PHBS).

"Kuncinya PHBS dan Prokes Kaena dengan itu hampir semua penyakit bisa dicegah bukan hanya Hepatitis," ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.