Minggu, 07 Jun 2026 00:21 WIB

Jenguk Korban Seluncuran Ambrol, Wali Kota Eri Minta Pengelola Tanggung Jawab

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 08 Mei 2022 01:22 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi saat menjenguk salah satu korban seluncuran ambrol Kenpark
Wali Kota Eri Cahyadi saat menjenguk salah satu korban seluncuran ambrol Kenpark

selalu.id - Walikota Surabaya Eri Cahyadi mengunjungi korban seluncuran ambrol Kenpark yang di rawat di RSUD Dr Soetomo, Sabtu (7/5/2022).

Eri mengatakan, ada 3 orang pasien korban ambrolnya seluncuran air di Kenjeran Waterpark Surabaya yang masih dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soetomo Surabaya.

Baca Juga: Kakak Thomas Ungkap Kronologi Pengeroyokan yang Diduga Dipicu Perselisihan Sandal Crocs

"Kondisi pasien 3 di IGD karena napasnya (masih sesak)," kata Eri ketika mengunjungi pasien di RSUD dr Soetomo, Sabtu (7/5/2022) malam.

Sementara, 1 orang pasien dikabarkan dalam kondisi normal tanpa patah tulang. Beberapa pasien disebut telah pulang ke rumah.

"Ada beberapa yang sudah pulang dan menjalani rawat jalan. Jadi tetap dipantau," tegasnya.

Sementara untuk pasien di RSUD dr Soewandhie disebut telah mengalami perawatan. Total ada 8 orang yang dirujuk ke rumah sakit tersebut.

"Total yang disini 4 pulang 4 patah tulang. Lalu 1 orang normal tapi pusing. Sudah CT scan dan hasilnya normal jadi observasi lagi karena shock," ujarnya.

Kepada masing-masing korban, Eri berpesan untuk terus semangat. Utamanya pada salah satu korban yang masih duduk di bangku SD kelas 4.

"Arek Suroboyo kudu sehat. Kudu semangat yo. Ojok sedih yo arek ngganteng! (Anak Surabaya harus sehat dan semangat ya. Jangan sedih ya anak ganteng)," kata Eri.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Korban sendiri mengalami benjolan di kepalanya. Usai dilakukan CT Scan, korban diduga mengalami cedera otak.

"Jadi harus diobservasi dulu," kata dia.

Lebih lanjut Eri mengungkapkan, dengan kejadian ini bukan berarti tempat wisata di Surabaya tidak aman.

Melainkan hal ini adalah musibah. Ia pun meminta pihak manajemen Kenpark Surabaya untuk bertanggungjawab atas kasus ini.

Kasus ini pun dapat menjadi pembelajaran untuk tempat wisata di Surabaya, ujar Eri.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

"Ini pembelajaran tempat wisata harus selalu dilihat keamanannya dan kekuatannya. Karena lama gak dipakai jadi saya minta manajemen untuk tanggungjawab dan bersinergi dengan yang ada di Kota Surabaya. Ini musibah bukan semua tempat wisata seperti ini," ungkap Eri

Eri menambahkan, Kenpark Surabaya merupakan tempat wisata yang tidak dikelola Pemkot Surabaya melainkan milik swasta.

Mengenai tindakan lebih lanjut, Eri akan menunggu hasil pemeriksaan polisi dilokasi kejadian.

"Kita tunggu pemeriksaan baru kita ambil tindakan," pungkas Eri. selu

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Lewat Pro Gus'e Update, Bupati Fawait Beber Rp312 Miliar Dukungan Pertanian untuk Jember

"Kami ingin masyarakat mengetahui apa yang sedang dan telah dikerjakan pemerintah," ujar Bupati Jember Muhammad Fawait.

Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Khofifah Ajak Tanam Pohon dan Kelola Sampah

Kegiatan yang diikuti sekitar 1.125 peserta itu dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia dan terhubung secara daring dengan kegiatan nasional.

Sebulan Buron, Tersangka Penembakan di Tretes Akhirnya Dibekuk Polres Pasuruan

Peristiwa bermula saat korban, mendatangi tersangka untuk meminta uang ganti rugi sebesar Rp500 ribu, karena pelayanan yang menecewakan tamu korban.

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bromo KOM XII

Sejak pertama kali digelar pada 2014, Mapolda Jatim tercatat sudah 10 kali menjadi titik start event yang selalu diikuti ribuan cyclist.

Krisis Kepala Sekolah di Sidoarjo Mulai Terurai, Namun Puluhan SD Masih Dipimpin Plt

Masih terdapat 61 SD negeri yang untuk sementara dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses rekrutmen berikutnya.

Info Kepulangan Haji Terkini: 8 Wafat, 3 Masih Dirawat di Arab Saudi

Masih terdapat tiga jamaah yang belum bisa dikembalikan ke Tanah Air karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit Arab Saudi.