Rabu, 04 Nov 2026 04:49 WIB

DPRD Surabaya Desak Penyelesaian Sengkarut Lahan TK ABA Sambikerep: Jangan Korbankan Hak Anak!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Jul 2026 16:30 WIB
Hearing polemik status lahan yang digunakan TK Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) Sambikerep di DPRD Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Hearing polemik status lahan yang digunakan TK Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) Sambikerep di DPRD Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Komisi D DPRD Kota Surabaya mengawal penyelesaian polemik status lahan yang digunakan TK Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) Sambikerep. 

DPRD menegaskan persoalan administrasi pertanahan tidak boleh mengorbankan hak anak untuk mendapatkan pendidikan maupun menghambat operasional sekolah.

Baca Juga: Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

Persoalan tersebut dibahas dalam rapat dengar pendapat (hearing) Komisi D DPRD Surabaya pada Selasa (22/7/2026).

Hearing digelar menyusul aduan PRM Sambikerep terkait lahan seluas 208 meter persegi yang dibeli dari Perumnas sebagai syarat pendirian TK ABA. Namun setelah transaksi selesai, lahan tersebut diketahui berstatus sebagai prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) atau fasilitas umum.

Perwakilan PRM Sambikerep, Supriyono, menjelaskan TK ABA telah beroperasi sejak 2018. Untuk memenuhi persyaratan pendirian sekolah, pihaknya membeli lahan dari Perumnas pada 2023 setelah melunasi pembayaran.

Namun belakangan diketahui lahan yang dibeli berstatus fasilitas umum. Bahkan, hingga kini pengembalian dana yang dijanjikan Perumnas juga belum tuntas.

“Permasalahan ini sudah berjalan lebih dari tiga tahun. Pengembalian dana yang dijanjikan juga sudah sekitar 19 bulan belum selesai,” jelasnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Lutfiyah, mempertanyakan proses penjualan lahan yang ternyata merupakan aset fasilitas umum.

“Kenapa tanah yang statusnya fasum bisa diperjualbelikan oleh Perumnas,” katanya.

Lutfiyah juga meminta seluruh pihak segera mencari solusi agar status hukum sekolah menjadi jelas sehingga operasional, penerbitan ijazah, maupun izin operasional bersama (IJOB) tidak terkendala.

Perwakilan Perumnas Regional Surabaya-Gresik, Agus Widodo, mengakui pihaknya baru mengetahui status lahan tersebut setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya. 

Baca Juga: Nenek yang Dirampok Itu Tetangga Wakil Ketua DPRD Surabaya, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Menurutnya, Perumnas berkomitmen menyelesaikan persoalan, termasuk pengembalian dana kepada Muhammadiyah secara bertahap.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Surabaya menyatakan belum dapat menerbitkan IJOB karena status kepemilikan lahan belum memiliki kepastian hukum. 

Untuk melindungi peserta didik, Dispendik sempat mengusulkan pemindahan siswa apabila persoalan tak kunjung selesai.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan atau Bang Jo, menegaskan penyelesaian sengkarut lahan harus menjadi prioritas karena menyangkut masa depan anak-anak.

Ia mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah yang selama ini berperan menyediakan layanan pendidikan di Surabaya. 

Karena itu, pemerintah harus hadir memberikan pendampingan agar persoalan administrasi segera terselesaikan.

Baca Juga: Nenek Penjual Rujak di Surabaya jadi Korban Perampokan Sadis, Emas 30 Gram Raib

“Dinas Pendidikan perlu melakukan pendampingan secara intensif, mulai dari proses perizinan hingga langkah-langkah yang harus dipenuhi pihak sekolah,” kata Johari.

Selain itu, ia mengusulkan opsi penyediaan lahan pengganti apabila status lahan yang telah dibeli memang tidak memungkinkan dipertahankan.

Dampak persoalan tersebut tidak hanya menyangkut kerugian materiil, tetapi juga kepastian layanan pendidikan bagi peserta didik.

“Kerugiannya bukan sekadar nilai materiil. Ada anak-anak yang sedang belajar, ada guru yang mengabdi, ada kepercayaan masyarakat yang harus dijaga. Yang paling penting adalah operasional TK ABA tetap berjalan sesuai aturan sehingga hak anak memperoleh pendidikan tidak terganggu,” tegasnya.

Komisi D DPRD Surabaya memastikan akan terus mengawal penyelesaian persoalan tersebut melalui koordinasi lintas instansi, agar kepastian hukum atas lahan dapat segera terwujud tanpa mengorbankan hak peserta didik maupun keberlangsungan proses belajar mengajar.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gila! Listyo Sigit dkk Sadap Presiden Prabowo hingga Media Sejak 2025

Nomor-nomor yang disadap dimasukan ke dalam sistem tanpa verifikasi. Pada Oktober 2026 tersangka diduga memerintahkan menghapus file penyadapan tersebut.

Presiden Prabowo Diduga Disadap, Ini Komentar PDIP untuk Polri

Menurut Hasto, pengungkapan kasus penyadapan ilegal harus menjadi pintu masuk untuk membongkar kemungkinan adanya praktik-praktik serupa.

Eks Kapolri Listyo Sigit hingga Ahrie Sonta jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

Diketahui, ketiga jenderal polisi tersebut tak tanya menyadap Presiden Prabowo Subianto, tapi juga menyadap sejumlah pejabat, politisi, media hingga LSM.

Kabar Gembira Warga Probolinggo, Gubernur Jatim Khofifah Gelontorkan Bantuan Rp19,6 M

Dalam momen itu, ‎Khofifah mengatakan bahwa bantuan tersebut mencakup bidang perumahan, ekonomi, kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur.

Razia Toko Kelontong di Nganjuk, Petugas Sita 7.540 Batang Rokok Ilegal

David mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha agar tidak nekat terlibat dalam rantai distribusi barang ilegal tersebut.

Soal Kabar Penangkapan Jenderal Polisi, Ini Dugaan Pelanggarannya

Langkah penindakan senyap ini bergulir hanya berselang satu bulan setelah kepemimpinan Polri diserahterimakan kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.