Minggu, 06 Sep 2026 22:30 WIB

Insiden Peluru Nyasar di Pasuruan, DPRD Jatim Pertanyakan Tindak Lanjut Kemenko Polhukam dan DPR RI

Penampakan peluru nyasar yang masuk ke rumah warga di kawasan Pasuruan. (Dok. Istimewa).
Penampakan peluru nyasar yang masuk ke rumah warga di kawasan Pasuruan. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Peristiwa peluru nyasar  terjadi di kawasan sekitar area latihan militer TNI di Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. 

Insiden itu lantas memicu keresahan warga setelah empat peluru ditemukan menembus rumah penduduk.

Baca Juga: Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Pasuruan-Probolinggo, Multazamudz Dzikri, mengaku menerima laporan langsung dari konstituennya terkait kejadian tersebut. Menurutnya, peluru nyasar kali ini ditemukan di empat rumah warga yang berbeda.

"Informasinya kembali ada tragedi peluru nyasar ke rumah warga. Tidak tanggung, ditemukan peluru di 4 rumah warga berbeda di Desa Alastlogo," kata Multazam, Kamis (23/7/2026).

Berdasarkan laporan masyarakat, keempat peluru tersebut diduga berasal dari aktivitas latihan militer TNI di kawasan sekitar. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian itu dinilai telah menimbulkan trauma dan rasa takut di tengah masyarakat.

"Meski tidak ada korban, tapi kejadian ini cukup membuat warga gaduh. Ini tidak bisa dibiarkan, harus menjadi perhatian bersama," tegasnya

Sekretaris DPW PKB Jawa Timur ini pun meminta seluruh pemangku kebijakan segera mengambil langkah nyata agar insiden serupa tidak terus berulang. 

Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi prioritas sehingga aktivitas latihan militer tidak mengancam permukiman penduduk.

Baca Juga: Kejurnas Sprint Rally 2026 Hadir di Pasuruan, Sirkuit Astrojoyo Tawarkan Lintasan Menantang

"Kami mohon kebijaksanaan para pemangku kebijakan agar persoalan ini tidak kembali terjadi. Warga cukup trauma, terlebih kejadian seperti ini sering terjadi," kata Multazam.

Pihaknya mengingatkan bahwa persoalan peluru nyasar bukan isu baru. Bahkan, saat masyarakat Pasuruan didampingi DPRD Jawa Timur melakukan audiensi dengan Komisi II DPR RI, masalah tersebut telah menjadi salah satu pembahasan bersama sengketa lahan antara warga dan TNI Angkatan Laut di Kecamatan Lekok dan Nguling yang telah berlangsung lebih dari 65 tahun.

Dalam rapat dengar pendapat tersebut, Komisi II DPR RI merekomendasikan agar Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian ATR/BPN segera berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan serta Kementerian Keuangan untuk mempercepat penyelesaian persoalan pertanahan di 10 desa di Kecamatan Lekok dan Nguling. 

Namun hingga kini, Multazam menilai rekomendasi tersebut belum menunjukkan tindak lanjut yang nyata.

Baca Juga: Gegara Sampah, Tempat Usaha Servis Elektronik dan Laundry di Pandaan Ludes Terbakar

"Tapi sayangnya belum kelihatan kongkrit langkah dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian ATR/BPN. Kami mohon teman-teman Komisi II juga bisa mempertanyakan hasil rekomendasi RDP kepada dua kementerian itu," bebernya.

Multazam mengungkapkan ada rapat terbatas yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. 

Rapat itu merekomendasikan pembentukan tim ad hoc untuk mencari solusi atas persoalan tersebut. 

"Tapi sayangnya, belum kelihatan juga tindak lanjut dari pertemuan itu," tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.