Rabu, 04 Nov 2026 02:48 WIB

Miris, Ayah di Surabaya Pilih Berjudi untuk Beli Susu Anak

Terdakwa Yudi Surya saat sidang di PN Surabaya. (Foto: Moris/selalu.id).
Terdakwa Yudi Surya saat sidang di PN Surabaya. (Foto: Moris/selalu.id).

selalu.id - Keinginan memenuhi kebutuhan keluarga terkadang membawa seseorang mengambil jalan yang keliru. Itulah yang dialami Yudi Surya. 

Harapannya memperoleh uang tambahan untuk membeli susu anak melalui permainan slot di aplikasi Higgs Domino justru mengantarkannya ke ruang sidang Pengadilan Negeri Surabaya, tempat Jaksa Penuntut Umum Ida Bagus Adi Saputra menuntutnya dengan hukuman penjara selama satu tahun enam bulan, Kamis, (23/7/2026).

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Jual Data Identitas Pribadi untuk Sebar Iklan Judol, Pelaku asal Sidoarjo

Di hadapan majelis hakim di Ruang Garuda 1, Yudi tidak berusaha mengelak. Dengan suara pelan, ia mengakui seluruh perbuatannya sekaligus alasan yang mendorongnya bermain judi online.

"Kalau menang, uangnya saya pakai untuk kebutuhan sehari-hari dan juga membeli susu anak," ungkap Yudi di hadapan majelis hakim.

Pengakuan itu menggambarkan persoalan ekonomi yang dihadapinya. Namun, alasan tersebut tidak menghapus fakta bahwa perbuatannya tetap melanggar hukum.

Dalam surat dakwaan, Jaksa Penuntut Umum menyebut Yudi didakwa melanggar Pasal 426 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait tindak pidana perjudian.

Baca Juga: Cewek yang Tabrak Orang hingga Tewas Usai Dugem di Club Ambyar Kini Disidang

Kasus ini bermula pada Selasa, 24 Februari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Saat berada di sebuah warung kopi di Jalan Simo Pomahan Baru Raya, Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, Yudi mengakses aplikasi Higgs Domino menggunakan telepon seluler Realme warna perak miliknya.

Di aplikasi tersebut, ia memilih permainan slot Mahjong Ways 3. Permainan dilakukan dengan memasang taruhan dan menekan tombol putar. Apabila kombinasi gambar tertentu muncul, saldo akun pemain akan bertambah secara otomatis sebagai bentuk kemenangan.

Namun keberuntungan yang diharapkan tidak pernah benar-benar datang. Alih-alih memperoleh keuntungan untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, Yudi justru mengalami kerugian.

Baca Juga: Cabuli Anak di Bawah Umur, Eks Pengurus Perbankin Surabaya Cuma Divonis Dua Tahun

Di persidangan terungkap, Yudi telah memainkan judi online tersebut sejak 2021. Selama sekitar lima tahun, total kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp1 juta.

Kini, harapan memperoleh tambahan penghasilan berubah menjadi ancaman hukuman pidana. 

Tuntutan satu tahun enam bulan penjara yang diajukan jaksa menjadi konsekuensi atas pilihannya mencari jalan pintas melalui perjudian daring, sementara perkara tersebut masih menunggu putusan majelis hakim.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gila! Listyo Sigit dkk Sadap Presiden Prabowo hingga Media Sejak 2025

Nomor-nomor yang disadap dimasukan ke dalam sistem tanpa verifikasi. Pada Oktober 2026 tersangka diduga memerintahkan menghapus file penyadapan tersebut.

Presiden Prabowo Diduga Disadap, Ini Komentar PDIP untuk Polri

Menurut Hasto, pengungkapan kasus penyadapan ilegal harus menjadi pintu masuk untuk membongkar kemungkinan adanya praktik-praktik serupa.

Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

Jika aktivitas perdagangan dibatasi oleh waktu yang terlalu ketat, Kaji Ipuk khawatir dapat berdampak pada kondisi komoditas yang mudah rusak.

Eks Kapolri Listyo Sigit hingga Ahrie Sonta jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

Diketahui, ketiga jenderal polisi tersebut tak tanya menyadap Presiden Prabowo Subianto, tapi juga menyadap sejumlah pejabat, politisi, media hingga LSM.

Kabar Gembira Warga Probolinggo, Gubernur Jatim Khofifah Gelontorkan Bantuan Rp19,6 M

Dalam momen itu, ‎Khofifah mengatakan bahwa bantuan tersebut mencakup bidang perumahan, ekonomi, kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur.

Razia Toko Kelontong di Nganjuk, Petugas Sita 7.540 Batang Rokok Ilegal

David mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha agar tidak nekat terlibat dalam rantai distribusi barang ilegal tersebut.