Senin, 09 Nov 2026 01:33 WIB

Momen Haru Warga Mojokerto Sambut Bantuan Air Bersih dari Pemerintah

Bantuan air bersih di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).
Bantuan air bersih di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Ribuan warga di tiga desa dalam dua kecamatan di Mojokerto yang mengalami krisis air bersih digelontor air bersih bantuan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Paranwasa melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten setempat.

Tiga desa itu yakni Desa Kunjorowesi dan Desa Manduro Manggung Gajah di Kecamatan Ngoro, dan Desa Duyung, Kecamatan Trawas. Warga yang paling banyak terdampak yakni Desa Kunjorowesi dengan mencapai 1.499 keluarga.

Baca Juga: Nasi Jagung Mbah Suci, Porsi Kuli Hanya 4.000 yang Buka 40 Tahun di Mojokerto

Kemudian Desa Manduro Manggung Gajah terdapat 774 keluarga dan Desa Duyung sebanyak 503 keluarga yang terdampak kekeringan akibat kemarau sejak April lalu.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, mengatakan dropping air bersih untuk desa terdampak kekeringan di Kabupaten Mojokerto itu resmi dimulai Rabu (22/7/2026) dan diperkirakan akan berlangsung hingga 5 September 2026.

Jumlahnya disesuaikan dengan intensitas warga terdampak. Sebab itu, Desa Kunjorowesi mendapat intensitas dropping 4 kali dalam sehari.

Sementara Desa Duyung mendapat dropping 2 tanki air bersih sehari, dan Manduro Manggung Gajah 1 tanki sehari. 

”Dikirim setiap hari. 1 tangki kapasitasnya 4.000 liter,” sebut Rinaldi, Kamis (23/7/2026).

Dropping air perdana itu pun disambut sukacita oleh warga terdampak. Salah satunya Sulikah (42), warga Dusun Kandangan, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto yang rela mengantre sejak pukul 06.00 WIB pagi, padahal dropping air itu baru tiba sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca Juga: Polisi Bongkar Pabrik Oli Palsu Beromzet Rp260 Juta di Mojokerto, Ini Mereknya

”Dari jam 06.00. Ada kabar kalau mau ada tanki, langsung ikut ngantri. Ini bawa 10 jeriken, buat 2 rumah sama anak saya,” ungkapnya.

Sulikah mengakui dropping air bersih dari BPBD Kabupaten Mojokerto itu sudah dinantikannya. Pasalnya ia dan warga lain di Dusun Kandangan, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro telah dilanda kekeringan sejak beberapa bulan lalu.

Selama ini ia mengandalkan penampungan air hujan untuk mencukupi kebutuhan air bersihnya lantaran wilayah Kunjorowesi tidak memungkinkan memanfaatkan air dari sumur bor. Namun karena beberapa bulan tidak hujan, penampungan air bersihnya telah kosong.

Baca Juga: Sindikat Scamming Internasional Dibongkar di Mojokerto, 23 WNA Diimingi Gaji 1000 US Dolar

Sulikah juga sebenarnya menyambung saluran perpipaan warga yang mengalirkan air dari wilayah Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Namun aliran air dari saluran pipa tersebut terbatas dan bergilir, ia perlu menunggu lebih dari 2 pekan untuk bisa memanfaatkan air dari saluran tersebut.

Sebab itu, anak Sulikah yang biasanya mengambil air dari Sumber Tetek di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan yang berjarak sekitar 7 kilometer dari rumah Sulikah untuk mencukupi kebutuhan air bersih sekeluarga.

”Tapi kemarin anak saya sakit flu. Jadi tidak sempat ambil air. Terpaksa tidak mandi. Stok air tinggal beberapa jerigen. Kalau kami itu lebih baik tidak mandi tak apa, dari pada tidak masak," katanya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Peduli Krisis Air Bersih, SIER Salurkan 25.000 Liter Air dan Tiga Tandon untuk Warga Pasuruan

Dalam kegiatan tersebut, SIER menyalurkan bantuan berupa 25.000 liter air bersih serta tiga unit tandon air.

Presiden Prabowo Bertemu 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Apa?

Selain para mantan Kapolri, pertemuan itu juga dihadiri Kapolri Jenderal Suyudi, Panglima TNI Jenderal Agus Sudibyo, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Gus Fawait Ajak Kader LSN Bersatu Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, jajaran Forkopimda Jember, pimpinan OPD, serta pengurus LSN.

Ibu Rumah Tangga hingga Akademisi Perempuan Turun Demo di Surabaya, Ini Lima Tuntutannya

Penyampaian aspirasi kali ini dikemas melalui pertunjukan seni, pembacaan puisi, musik biola, mimbar bebas hingga instalasi seni.

Pendemo Tolak Bunga Pemberian Polwan saat Demo di Taman Apsari Surabaya

Mereka membawa sejumlah aspirasi, salah satunya berkaitan dengan persoalan pajak pembalut.