Kamis, 23 Jul 2026 22:10 WIB

Benteng Perlindungan Generasi Muda, Cara Sidoarjo Persempit Ruang Gerak Pengedar Narkoba

  • Penulis : Ariyanto
  • | Kamis, 23 Jul 2026 18:31 WIB
Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Sidoarjo. (Foto: Ateng/selalu.id).
Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Sidoarjo. (Foto: Ateng/selalu.id).

selalu.id - Ancaman penyalahgunaan narkotika masih menjadi pekerjaan rumah serius di Kabupaten Sidoarjo. 

Di tengah berbagai upaya penindakan yang terus dilakukan aparat, pemerintah daerah kini mendorong strategi pencegahan yang lebih masif melalui pemetaan wilayah rawan, edukasi masyarakat, hingga deteksi dini di lingkungan pendidikan.

Baca Juga: Penjelasan Dinkes soal Banyaknya Angka Kasus HIV/AIDS Anak dan Remaja di Sidoarjo

Komitmen tersebut menguat dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang menjadi ajang konsolidasi antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), DPRD, aparat keamanan, serta berbagai elemen masyarakat untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba, Kamis (23/7/2026) 

Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah pemanfaatan hasil survei prevalensi narkotika yang dilakukan secara mandiri di Kabupaten Sidoarjo. 

Data tersebut dinilai penting untuk mengetahui tingkat kerawanan setiap wilayah sehingga program pencegahan dapat dijalankan lebih tepat sasaran.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan perhatian utama pemerintah saat ini bukan hanya pada penindakan terhadap pelaku, tetapi juga bagaimana mencegah munculnya pengguna baru, terutama dari kalangan anak-anak dan remaja.

"Kita tidak melihat banyaknya penangkapan, tetapi bagaimana cara kita mengurangi terutama anak-anak kita yang terkena narkoba," katanya.

Subandi menyebut, hasil survei yang telah dilakukan akan menjadi dasar penyusunan langkah-langkah strategis bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa hingga aparat penegak hukum.

"Harapan kita, dengan adanya survei ini dapat menurunkan pengguna narkoba yang ada di Sidoarjo dan melindungi anak-anak kita," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BNNK Sidoarjo Kombes Pol Gatot Soegeng Soesanto mengingatkan bahwa perkembangan peredaran narkotika saat ini berlangsung sangat dinamis.

Baca Juga: Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

 Jaringan pelaku terus melakukan berbagai cara untuk memperluas pasar dan menjangkau sasaran baru.

"Momentum ini tentunya sebagai sarana intervensi kepada kita semua tentang perkembangan yang cukup memprihatinkan terkait penyalahgunaan narkotika," katanya.

Karena itu, Gatot menilai peningkatan kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mempersempit ruang gerak peredaran narkotika di daerah.

"Kita harus menyadari bersama bahwa bahaya narkotika itu selalu mengancam, karena para pelaku akan selalu mencari pasar baru dan membuat modus operandi baru," jelasnya.

Dorongan agar pencegahan menjadi prioritas juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Warih Handono. Menurutnya, langkah preventif harus dilakukan secara berkelanjutan agar kasus penyalahgunaan narkotika dapat ditekan sejak dini.

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

"Yang paling penting adalah preventif. Sebelum terjadi banyak hal, maka yang harus kita lakukan adalah pencegahan," ujarnya.

Warih menilai program tes urine yang sebelumnya telah diterapkan kepada ASN, PPPK, dan tenaga pendidik perlu terus diperkuat. 

Bahkan, program serupa dapat diperluas ke lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar.

"Kalau ada sosialisasi ditambah tes urine, maka upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba akan semakin maksimal," tegasnya.

Melalui pendekatan berbasis data, penguatan edukasi, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat, Sidoarjo berharap dapat menekan angka penyalahgunaan narkotika secara berkelanjutan dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Miris, Ayah di Surabaya Pilih Berjudi untuk Beli Susu Anak

Kasus ini menggambarkan persoalan ekonomi yang dihadapi terdakwa. Namun, alasan tersebut tidak menghapus fakta bahwa perbuatannya tetap melanggar hukum.

Momen Haru Warga Mojokerto Sambut Bantuan Air Bersih dari Pemerintah

Kalaksa BPBD Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan dropping air bersih untuk desa terdampak kekeringan diperkirakan berlangsung hingga 5 September 2026.

Jatanras Polda Jatim Bongkar Jaringan Curanmor-Perampokan di Malang, 2 Pelaku Ditembak

Saat ini, Tim Jatanras Polda Jatim tengah mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan jaringan di atasnya.

Menuju Daerah Percontohan Energi Hijau, Cara Pasuruan Ubah Sampah Jadi Listrik dan Cuan

Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah daerah juga akan melibatkan sekitar 500 pondok pesantren dan sektor industri dalam sistem pengumpulan sampah.

Insiden Peluru Nyasar di Pasuruan, DPRD Jatim Pertanyakan Tindak Lanjut Kemenko Polhukam dan DPR RI

DPRD Jatim pun meminta seluruh pemangku kebijakan segera mengambil langkah nyata agar insiden serupa tidak terus berulang. 

Demo di Kejati Jatim, Aliansi Madura Indonesia Desak Mantan Jampidsus Segera Diadili dan Dimiskinkan

Massa juga mengatakan penegakan hukum di Indonesia saat ini hanya berlaku kepada rakyat kecil dan tidak berani menyentuh kepada pejabat.