Rabu, 22 Jul 2026 18:24 WIB

Kasus Hepatitis Misterius Merebak, Kenali Gejalanya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 06 Mei 2022 13:55 WIB
Darah pengidap hepatitis
Darah pengidap hepatitis

selalu.id - Penyakit Hepatitis Misterius mulai muncul dilaporkan di sejumlah negara. Termasuk di Indonesia, sudah ada tiga pasien anak meninggal dunia yang diduga terkena Hepatitis Misterius di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta pada 30 April 2022 lalu.

Menanggapi hal itu, Dokter spesial Hepatitis, sekaligusb Staf Gastrohepatologi anak FK Unair dan RSUD dr. Soetomo, Bagus Setyoboedi, menjelaskan bahwa Hepatitis memang bukan penyakit baru. Hepatits yang ada di Indonesia antara lain, Hepatitis A, B, C, D, dan E.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

"Kalau Hepatitis yang kemarin terjadi di Jakarta dan meyebabkan 3 anak meninggal, saya belum bisa menyampaikan, karena itu kan dari luar negeri, kan belum tau penyebabnya apa," ujar Bagus.

Bagus menyampaikan, penyakit Hepatitis pada anak tak pernah parah, bahkan belum ada yang sampai menyebabkan meninggal dunia. Namun, jika anak tersebut telah tumbuh dewasa, maka akan bisa menyebabkan penyakit kronis.

"Kita kan kita negara endemis, jadi bukan hal baru. Hepatits B pada anak-anak itu jarang menimbulkan gejala, tapi menjadi kronis, sehingga suatu saat ketika tua bisa bermutasi," ungkapnya.

Lain halnya dengan hepatitis B, Hepatiris C menular melalui transfusi darah, dan transpalasi organ. Ia menyebut hal tersebut tidak spesifik menimbulkan gejala berat.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Kata dia, upaya menangani hepatitis yang menyerang anak-anak adalah dengan memberi imunisasi kepada anak-anak. Selain itu, menjaga higenitas sanitasi.

"Yang penting pencegahannya, baik dengan imunisasi, meningkatkan higiene sanitasi dan pemantauan bagi kelompok rawan paparan,"

Hepatitis pada anak-anak masih bisa diatasi dengan baik oleh pemerintah setempat sehingga tidak menyebar terlalu luas.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Kita sedang berusaha untuk memutus rantai penularannya, ini sudah ada dalam penanganan pemerintah kita," ujarnya.

Dikutip dari website Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), gejala umum yang muncul pada penderita hepatitis adalah mual dan muntah, demam, mudah lelah, feses berwarna pucat urine berwarna gelap, nyeri perut nyeri sendi, kehilangan nafsu makan, penyakit kuning dan penurunan berat badan.

Penderita hepatitis biasanya tidak merasakan gejala sampai beberapa minggu atau telah terjadi gangguan fungsi hati. Pada penderita hepatitis akibat infeksi virus, gejala akan muncul setelah masa inkubasi, yakni sekitar 2 minggu sampai 6 bulan. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.