Kamis, 22 Okt 2026 05:24 WIB

Kasus Hepatitis Misterius Merebak, Kenali Gejalanya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 06 Mei 2022 13:55 WIB
Darah pengidap hepatitis
Darah pengidap hepatitis

selalu.id - Penyakit Hepatitis Misterius mulai muncul dilaporkan di sejumlah negara. Termasuk di Indonesia, sudah ada tiga pasien anak meninggal dunia yang diduga terkena Hepatitis Misterius di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta pada 30 April 2022 lalu.

Menanggapi hal itu, Dokter spesial Hepatitis, sekaligusb Staf Gastrohepatologi anak FK Unair dan RSUD dr. Soetomo, Bagus Setyoboedi, menjelaskan bahwa Hepatitis memang bukan penyakit baru. Hepatits yang ada di Indonesia antara lain, Hepatitis A, B, C, D, dan E.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

"Kalau Hepatitis yang kemarin terjadi di Jakarta dan meyebabkan 3 anak meninggal, saya belum bisa menyampaikan, karena itu kan dari luar negeri, kan belum tau penyebabnya apa," ujar Bagus.

Bagus menyampaikan, penyakit Hepatitis pada anak tak pernah parah, bahkan belum ada yang sampai menyebabkan meninggal dunia. Namun, jika anak tersebut telah tumbuh dewasa, maka akan bisa menyebabkan penyakit kronis.

"Kita kan kita negara endemis, jadi bukan hal baru. Hepatits B pada anak-anak itu jarang menimbulkan gejala, tapi menjadi kronis, sehingga suatu saat ketika tua bisa bermutasi," ungkapnya.

Lain halnya dengan hepatitis B, Hepatiris C menular melalui transfusi darah, dan transpalasi organ. Ia menyebut hal tersebut tidak spesifik menimbulkan gejala berat.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Kata dia, upaya menangani hepatitis yang menyerang anak-anak adalah dengan memberi imunisasi kepada anak-anak. Selain itu, menjaga higenitas sanitasi.

"Yang penting pencegahannya, baik dengan imunisasi, meningkatkan higiene sanitasi dan pemantauan bagi kelompok rawan paparan,"

Hepatitis pada anak-anak masih bisa diatasi dengan baik oleh pemerintah setempat sehingga tidak menyebar terlalu luas.

Baca Juga: Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

"Kita sedang berusaha untuk memutus rantai penularannya, ini sudah ada dalam penanganan pemerintah kita," ujarnya.

Dikutip dari website Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), gejala umum yang muncul pada penderita hepatitis adalah mual dan muntah, demam, mudah lelah, feses berwarna pucat urine berwarna gelap, nyeri perut nyeri sendi, kehilangan nafsu makan, penyakit kuning dan penurunan berat badan.

Penderita hepatitis biasanya tidak merasakan gejala sampai beberapa minggu atau telah terjadi gangguan fungsi hati. Pada penderita hepatitis akibat infeksi virus, gejala akan muncul setelah masa inkubasi, yakni sekitar 2 minggu sampai 6 bulan. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).