Selasa, 21 Jul 2026 23:53 WIB

Kasus Hepatitis Misterius Merebak, Kenali Gejalanya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 06 Mei 2022 13:55 WIB
Darah pengidap hepatitis
Darah pengidap hepatitis

selalu.id - Penyakit Hepatitis Misterius mulai muncul dilaporkan di sejumlah negara. Termasuk di Indonesia, sudah ada tiga pasien anak meninggal dunia yang diduga terkena Hepatitis Misterius di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta pada 30 April 2022 lalu.

Menanggapi hal itu, Dokter spesial Hepatitis, sekaligusb Staf Gastrohepatologi anak FK Unair dan RSUD dr. Soetomo, Bagus Setyoboedi, menjelaskan bahwa Hepatitis memang bukan penyakit baru. Hepatits yang ada di Indonesia antara lain, Hepatitis A, B, C, D, dan E.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Kalau Hepatitis yang kemarin terjadi di Jakarta dan meyebabkan 3 anak meninggal, saya belum bisa menyampaikan, karena itu kan dari luar negeri, kan belum tau penyebabnya apa," ujar Bagus.

Bagus menyampaikan, penyakit Hepatitis pada anak tak pernah parah, bahkan belum ada yang sampai menyebabkan meninggal dunia. Namun, jika anak tersebut telah tumbuh dewasa, maka akan bisa menyebabkan penyakit kronis.

"Kita kan kita negara endemis, jadi bukan hal baru. Hepatits B pada anak-anak itu jarang menimbulkan gejala, tapi menjadi kronis, sehingga suatu saat ketika tua bisa bermutasi," ungkapnya.

Lain halnya dengan hepatitis B, Hepatiris C menular melalui transfusi darah, dan transpalasi organ. Ia menyebut hal tersebut tidak spesifik menimbulkan gejala berat.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Kata dia, upaya menangani hepatitis yang menyerang anak-anak adalah dengan memberi imunisasi kepada anak-anak. Selain itu, menjaga higenitas sanitasi.

"Yang penting pencegahannya, baik dengan imunisasi, meningkatkan higiene sanitasi dan pemantauan bagi kelompok rawan paparan,"

Hepatitis pada anak-anak masih bisa diatasi dengan baik oleh pemerintah setempat sehingga tidak menyebar terlalu luas.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Kita sedang berusaha untuk memutus rantai penularannya, ini sudah ada dalam penanganan pemerintah kita," ujarnya.

Dikutip dari website Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), gejala umum yang muncul pada penderita hepatitis adalah mual dan muntah, demam, mudah lelah, feses berwarna pucat urine berwarna gelap, nyeri perut nyeri sendi, kehilangan nafsu makan, penyakit kuning dan penurunan berat badan.

Penderita hepatitis biasanya tidak merasakan gejala sampai beberapa minggu atau telah terjadi gangguan fungsi hati. Pada penderita hepatitis akibat infeksi virus, gejala akan muncul setelah masa inkubasi, yakni sekitar 2 minggu sampai 6 bulan. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.