Senin, 02 Feb 2026 00:54 WIB

Mudik 2022

Disebut Takut Aturan Prokes, Pemudik di Jawa Timur Enggan Naik Bus

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 30 Apr 2022 18:06 WIB
Suasana mudik gratis yang digelar oleh Pemprov Jatim
Suasana mudik gratis yang digelar oleh Pemprov Jatim

selalu.id - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Timur menyebut bahwa belum ada peningkatan penumpang bus yang signifikan pada H-2 Hari Raya Idul Fitri 2022.

Wakil Ketua DPD Organda Jatim, Firmansyah Mustafa, mengatakan bahwa peningkatan yang terjadi saat ini tidak seperti sebelum pandemi Covid-19.

Baca Juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

"Biasanya peningkatan sudah mulai terasa sejak 10 hari lalu, sekarang ini baru kemarin terasa ada peningkatan, harusnya hari ini puncaknya," kata Firman, Sabtu (30/4/2022).

Tercatat peningkatan yang terjadi saat ini hanya sekitar 40 persen. Meski begitu, Firman menyampaikan, pelaku moda transportasi bus telah menyiapkan armadanya untuk momen mudik tahun ini.

"Peningkatannya itu masih bisa tercover lah, bus tidak ada kekurangan, armada masih siap, teman-teman juga di garasinya masih ada cadangan," ungkapnya.

Tidak ada kenaikan yang signifikan penumpang bus pada arus mudik 2022 ini, lanjut Firman, dikhawatirkan penumpang beralih ke angkutan umum ilegal dan mobil pribadi.

Kata dia, kekhawatiran ini muncul karena selama 2 tahun Pandemi, kebiasaan masyarakat menggunakan angkutan ilegal dan mobil pribadi masih dilakukan.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Setelah dua tahun ini, kebiasaan masyarakat bergeser dari yang biasanya menggunakan angkutan umum resmi, mereka beralih ke angkutan travel tidak resmi," jelas Firman.

Menurut Firman, penumpang angkutan umum sedikit terbebani dengan sejumlah persyaratan seperti tes Covid-19 dan vaksin.

"Itu yang membuat kami khawatir, mereka menganggap ada aturan itu lagi, ya sudah lebih baik memilih angkutan ilegal, atau banyak yang menggunakan kendaraan pribadi," jujurnya.

Lebih lanjut Firman menjelaskan, meski aturan tersebut tak seketat momen Idul Fitri 2 tahun lalu. Ia tetap khawatir, masyarakat menganggap akan ada razia di tengah jalan jika tidak memenuhi persyaratan tersebut.

Baca Juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

"PR (Pekerjaan Rumah) kami adalah bagaimana mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap angkutan umum," tuturnya.

Menurutnya, pemerintah harusnya tidak menerapkan kebijakan persyaratan mudik. Hal ini agar masyarakat tidak ragu menggunakan angkutan umum.

"Harusnya, sekalian saja Pemerintah tidak menerapkan persyaratan mudik," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.