• Loadingselalu.id
  • Loading

Minggu, 19 Mei 2024 00:29 WIB

Pemprov Jatim Dinilai Gagal Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19

Surabaya (selalu.id) - Seluruh rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di wilayah Surabaya Raya, yang meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Gresik sudah  melebihi kapasitas tampungnya atau overload. 

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menyiapkan  Rumah Sakit (RS) Darurat guna mengantisipasi semakin banyaknya pasien Covid-19 Jatim. Rencananya, RS Darurat itu akan didirikan dengan memanfaatkan fasilitas pinjam pakai gedung Puslitbang Humaniora Kementerian Kesehatan  yang berada di Surabaya. 

Baca Juga: Berpeluang Diusung PKB Maju Pilgub Jatim 2024, Begini Tanggapan KH Marzuki

Namun, oleh anggota Komisi E DPRD Jatim, Deni Wicaksono, overload itu akibat buruknya kinerja Pemprov Jatim dalam mengantisipasi lonjakan pasien COVID-19.

"Presiden Joko Widodo pada bulan Maret lalu sudah mengingatkan hal tersebut (masalah overload rumah sakit). Untuk mengantisipasinya, segera tambah kapasitas  dan perbaiki sistem rujukan," katanya, Selasa (12/5/2020).

Baca Juga: Tokoh PWNU Ini Berpotensi Diusung PKB Maju Pilgub Jatim

Menurutnya, Pemprov Jatim baru menyiapkan RS Darurat  ketika terjadi kelebihan kapasitas di RS Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Anehnya, RS Darurat tersebut hingga saat ini masih belum bisa dimanfaatkan untuk melayani pasien COVID-19.

"Buruknya sistem rujukan di Jatim, membuat terjadi penumpukan pasien di Surabaya Raya," keluh Deni.

Baca Juga: Begini Tanggapan Emil Dardak Terkait KIM Usulkan Nama Lain untuk Pendamping Khofifah

Dengan APBD yang luar biasa besar, lanjut dia, mestinya kelebihan kapasitas di RS bisa diatasi. Itupun jika Gubernur Jatim bekerja secara serius dan fokus.

"Yang lebih memalukan, kelebihan kapasitas di rumah sakit rujukan ini tidak dialami oleh provinsi lain seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan sejumlah daerah lain di Indonesia," tandas Deni.

Editor : Redaksi