Senin, 02 Feb 2026 11:30 WIB

Soal Karut Marut Minyak Goreng, LKKP: Kalau Menterinya Tidak Berguna Ganti Saja!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 27 Apr 2022 14:22 WIB
Direktur LKKP, Heri Purwanto
Direktur LKKP, Heri Purwanto

selalu.id - Lembaga Kajian Kemandirian Pangan (LKKP) menyebut kebijakan pelarangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) itu merupakan langkah ekstrim oleh Presiden Jokowi. Seharusnya kebijakan itu disampaikan oleh Kementerian perdagangan.

"Presiden semacam dipaksa oleh keadaan mengeluarkan larangan ekspor minyak goreng,"kata Direktur LKKP, Heri Purwanto, saat ditemui selalu.id, Rabu (27/4/2022).

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Heri menjelaskan bahwa sebenarnya kebijakan domestic market obligation (DMO) kewajiban memenuhi kebutuhan dalam negeri itu kebijakan Kementerian Perdagangan.

Namun, menterinya mengakui tidak dapat mengendalikan gejolak pasok dan harga selama enam bulan ini, saat hearing bersama DPR RI.

"Kalau presiden sudah mengambil langkah ekstrim menyetop ekspor. Padahal itu kinerjanya menteri. Kalau menteri tidak berguna atau tidak meringankan kerja presiden ya ganti saja,"tegasnya.

Apalagi, pejabat eselon satunya justru terlibat dalam skandal ekspor CPO/minyak goreng ilegal. Sehingga, harus ditebus dengan penggantian karena yang bersangkutan tidak mempunyai inisiatif untuk mengundurkan diri.

"Langkah cepat presiden ditunggu supaya tidak menimbulkan berbagai spekulasi, pembantu presiden yang merepotkan presidennya tidak pantas dipertahankan," imbuhnya.

Pelarangan ekspor CPO minyak goreng ini, Heri menyampaikan bermula karena langka atau hilangnya minyak goreng dari pasaran. Sehingga pemerintah menetapkan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Stop ekspor CPO itu asal muasalnya kan karena hilangnya minyak goreng dari pasaran.Hilangnya barang dari pasaran ini kan sesungguhnya karena pengusaha tidak ingin jual murah," kata Heri.

Menurutnya, olahan CPO sebagai bahan baku minyak goreng yang dijual ke luar negeri itu menjadi keuntungan bagi pengusaha.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

"Sehingga, buat apa CPO diolah jika hanya untuk menambah ongkos, yang harganya lebih murah,"ujarnya.

Sehingga, kebijakan yang tidak efektif membuat pemerintah kembali mencabut HET yang mengakibatkan harga melonjak tinggi dan minyak goreng tiba-tiba muncul kembali.

Kenaikan harga minyak goreng ini, kata dia, sangat jelas dipengaruhi oleh kenakan harga CPO di pasar dunia. Tercatat Desember 2020 masih pada USD 870/MT (metrik ton), pada Januari 2021 tembus USD 951/MT.

"Sebenarnya Kemendag, untuk menjamin pemenuhan kebutuhan minyak goreng pasar domestik harus wajib DMO para produsen CPO, DMO dipatok sebesar 20 persen dari produksi total CPO,"tuturnya.

Merujuk data GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) tahun 2021 produksi total CPO sebesar 46,3 juta ton dengan besaran DMO 9,26 juta ton, sementara konsumsi CPO untuk bahan pangan setara 8,95 juta ton.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Jelas sekali ada kelebihan disini, dan surplusnya boleh untuk penggunaan lain diantaranya untuk ekspor,"jelasnya.

Dibandingkan tahun 2022, Heri memprediksi produksi CPO bisa tembus hingga 49 juta ton dengan DMO sebesar 9,8 juta ton.

"Yang pasti akan dapat menutupi kebutuhan CPO untuk pangan merujuk pada data GAPKI tahun 2021," tuturnya.

Ia menambahkan, dengan melihat data GAPKI tersebut, basis argumentasinya tidak ada sehingga wajib ditolak Kebutuhan CPO untuk bio disel dikecualikan dari analisa.

"Karena meski dibeli untuk kebutuhan domestik, mengacu kepada harga internasional sebagaimana dikemukakan oleh Dirut Pertamina," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.