Kamis, 04 Jun 2026 20:41 WIB

Puluhan Seniman Reog Demo di DPRD Jatim, Ini Tuntutannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 25 Apr 2022 16:56 WIB

selalu.id - Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Paguyuban Reog Ponorogo Surabaya menggelar aksi demo di depan Kantor DPRD Jatim, Jalan Indrapura Surabaya, Senin (25/4/2022). Dalam aksinya, mereka juga mempertontonkan pertunjukan jaranan.

Sebelumnya, mereka juga melakukan aksi yang sama pada Rabu (13/4/2022) lalu di Jalan MERR, Rungkut. Mereka mendukung pemerintah untuk mendaftarkan Reog Ponorogo ke UNESCO.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Kali ini mereka juga menuntut hal yang sama kepada pemerintah Indonesia untuk serius dalam memperhatikan Kesenian Reog yang akan di daftarkan di Klaim oleh Negara Malaysia.

"Kami sudah aksi 2 Minggu lalu untuk dukung pemerintah dan kritik Pemerintah dan klaim Malaysia yang sudah 2 kali ini," kata ketua Perkumpulan Unit - Unit Reog Surabaya (Purabaya), Siswandi, Senin (25/4/2022).

Iswandi menegaskan bahwa kesenian reog ini adalah milik Indonesia, bukan negara lain ataupun pihak manapun yang berani mengklaim kesenian Reog Ponorogo, Jawa Timur tersebut.

"Sekarang dari kedutaan menyatakan tidak akan mendaftarkan reog ke UNESCO tapi nyatanya yang mau didaftarkan tari barong yang wujudnya ya reog. Kita mau dibohongi,"tegasnya.

Padahal, menurut Iswandi bahwa tari barong merupakan bagian dari kesenian reog juga. Namun tari barong yang didaftarkan, bukan reognya.

Baca Juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya

"Kita sudah pernah kehilangan dua-duanya diakui Malaysia jangan sampai ditikung lagi gimana kalau budaya mau diambil alih padahal ini milik dan kehormatan bangsa. Reog ini milik Ponorogo dan Indonesia bukan milik siapa,"tuturnya.

Shifa Alin Salsabilla, salah satu masyarakat yang ikut dalam aksi ini menyebutkan, bahwa dirinya sangat miris melihat Pemerintah Indonesia.

"Saya sangat miris melihat negara ini mas, kesenian nya malah tidak diperhatikan, padahal reog merupakan bagian dari sejarah indonesia," Ujarnya.

Baca Juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

Dirinya berharap agar aksi ini bisa menjadi perhatian lebih terutama untuk pemerintah Indonesia.

"Saya berharap agar Reog ini untuk bisa didaftarkan ke UNESCO Sebagai Kesenian Asli Indonesia, bukan Malaysia," Harapnya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.