Kamis, 08 Okt 2026 12:01 WIB

Puluhan Seniman Reog Demo di DPRD Jatim, Ini Tuntutannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 25 Apr 2022 16:56 WIB

selalu.id - Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Paguyuban Reog Ponorogo Surabaya menggelar aksi demo di depan Kantor DPRD Jatim, Jalan Indrapura Surabaya, Senin (25/4/2022). Dalam aksinya, mereka juga mempertontonkan pertunjukan jaranan.

Sebelumnya, mereka juga melakukan aksi yang sama pada Rabu (13/4/2022) lalu di Jalan MERR, Rungkut. Mereka mendukung pemerintah untuk mendaftarkan Reog Ponorogo ke UNESCO.

Baca Juga: Top 5 Berita: Pengurus Pondok Cabul hingga Demo Depan Polda Jatim

Kali ini mereka juga menuntut hal yang sama kepada pemerintah Indonesia untuk serius dalam memperhatikan Kesenian Reog yang akan di daftarkan di Klaim oleh Negara Malaysia.

"Kami sudah aksi 2 Minggu lalu untuk dukung pemerintah dan kritik Pemerintah dan klaim Malaysia yang sudah 2 kali ini," kata ketua Perkumpulan Unit - Unit Reog Surabaya (Purabaya), Siswandi, Senin (25/4/2022).

Iswandi menegaskan bahwa kesenian reog ini adalah milik Indonesia, bukan negara lain ataupun pihak manapun yang berani mengklaim kesenian Reog Ponorogo, Jawa Timur tersebut.

"Sekarang dari kedutaan menyatakan tidak akan mendaftarkan reog ke UNESCO tapi nyatanya yang mau didaftarkan tari barong yang wujudnya ya reog. Kita mau dibohongi,"tegasnya.

Padahal, menurut Iswandi bahwa tari barong merupakan bagian dari kesenian reog juga. Namun tari barong yang didaftarkan, bukan reognya.

Baca Juga: Hindari Jalan A Yani Surabaya, Ada Demo Depan Polda Jatim Bikin Macet

"Kita sudah pernah kehilangan dua-duanya diakui Malaysia jangan sampai ditikung lagi gimana kalau budaya mau diambil alih padahal ini milik dan kehormatan bangsa. Reog ini milik Ponorogo dan Indonesia bukan milik siapa,"tuturnya.

Shifa Alin Salsabilla, salah satu masyarakat yang ikut dalam aksi ini menyebutkan, bahwa dirinya sangat miris melihat Pemerintah Indonesia.

"Saya sangat miris melihat negara ini mas, kesenian nya malah tidak diperhatikan, padahal reog merupakan bagian dari sejarah indonesia," Ujarnya.

Baca Juga: DPRD Jatim Sahkan Perda Hak Disabilitas, Perkuat Perlindungan dan Kesetaraan Hukum

Dirinya berharap agar aksi ini bisa menjadi perhatian lebih terutama untuk pemerintah Indonesia.

"Saya berharap agar Reog ini untuk bisa didaftarkan ke UNESCO Sebagai Kesenian Asli Indonesia, bukan Malaysia," Harapnya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Warga Surabaya Bayar Retribusi PJU, Tapi Masih Beli Lampu Sendiri 

Keluhan itu disampaikan saat reses anggota Komisi B DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP Budi Leksono.

Lionel Messi Gantung Sepatu: La Pulga Resmi Pensiun dari Timnas Argentina

Kariernya di level klub bersama Inter Miami dan kompetisi MLS masih akan berlanjut.

Top 5 Berita: Ayam Krispi hingga Keracunan MBG di Mojokerto

Aturan sound horeg juga tak luput jadi perhatian pembaca.

Momen Siswa MI Surabaya Suarakan Bahaya Tergerusnya Budaya di Era Digital

Pentas ini ini tidak sekadar jadi pelengkap kemeriahan tradisi tahunan Sedekah Bumi Lidah Wetan, Surabaya tetapi mampu menjadi pengingat bagi generasi penerus.

Jawaban Santai Wapres Gibran soal Putusan MK dalam Kasus Ijazah

Diketahui, sidang MK pada Selasa (6/10/2026) menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan yang menunjukkan Gibran memiliki ijazah setingkat SMA di luar negeri.

Aturan Baru Sound Horeg di Sidoarjo

DPRD Sidoarjo menegaskan pembahasan ini tidak ditujukan untuk menghapus keberadaan sound horeg, melainkan menyelaraskan kebijakan demi kebaikan bersama.