Jumat, 05 Jun 2026 16:47 WIB

Puluhan Seniman Reog Demo di DPRD Jatim, Ini Tuntutannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 25 Apr 2022 16:56 WIB

selalu.id - Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Paguyuban Reog Ponorogo Surabaya menggelar aksi demo di depan Kantor DPRD Jatim, Jalan Indrapura Surabaya, Senin (25/4/2022). Dalam aksinya, mereka juga mempertontonkan pertunjukan jaranan.

Sebelumnya, mereka juga melakukan aksi yang sama pada Rabu (13/4/2022) lalu di Jalan MERR, Rungkut. Mereka mendukung pemerintah untuk mendaftarkan Reog Ponorogo ke UNESCO.

Baca Juga: Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Kali ini mereka juga menuntut hal yang sama kepada pemerintah Indonesia untuk serius dalam memperhatikan Kesenian Reog yang akan di daftarkan di Klaim oleh Negara Malaysia.

"Kami sudah aksi 2 Minggu lalu untuk dukung pemerintah dan kritik Pemerintah dan klaim Malaysia yang sudah 2 kali ini," kata ketua Perkumpulan Unit - Unit Reog Surabaya (Purabaya), Siswandi, Senin (25/4/2022).

Iswandi menegaskan bahwa kesenian reog ini adalah milik Indonesia, bukan negara lain ataupun pihak manapun yang berani mengklaim kesenian Reog Ponorogo, Jawa Timur tersebut.

"Sekarang dari kedutaan menyatakan tidak akan mendaftarkan reog ke UNESCO tapi nyatanya yang mau didaftarkan tari barong yang wujudnya ya reog. Kita mau dibohongi,"tegasnya.

Padahal, menurut Iswandi bahwa tari barong merupakan bagian dari kesenian reog juga. Namun tari barong yang didaftarkan, bukan reognya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Kita sudah pernah kehilangan dua-duanya diakui Malaysia jangan sampai ditikung lagi gimana kalau budaya mau diambil alih padahal ini milik dan kehormatan bangsa. Reog ini milik Ponorogo dan Indonesia bukan milik siapa,"tuturnya.

Shifa Alin Salsabilla, salah satu masyarakat yang ikut dalam aksi ini menyebutkan, bahwa dirinya sangat miris melihat Pemerintah Indonesia.

"Saya sangat miris melihat negara ini mas, kesenian nya malah tidak diperhatikan, padahal reog merupakan bagian dari sejarah indonesia," Ujarnya.

Baca Juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya

Dirinya berharap agar aksi ini bisa menjadi perhatian lebih terutama untuk pemerintah Indonesia.

"Saya berharap agar Reog ini untuk bisa didaftarkan ke UNESCO Sebagai Kesenian Asli Indonesia, bukan Malaysia," Harapnya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.