Kamis, 23 Jul 2026 04:30 WIB

Harga Daging di Surabaya Naik Menjelang Lebaran, Pedagang: Sepi Pembeli

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 25 Apr 2022 16:07 WIB
Salag satu stand daging di Pasar Wonokromo, Surabaya
Salag satu stand daging di Pasar Wonokromo, Surabaya

selalu.id - Harga daging di Surabaya mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2022. Ini dikarenakan tingginya permintaan pasar.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPH) Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, mengatakan, harga daging relatif stabil sekisar Rp 110-120 ribu per kilo.

Baca Juga: Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

"Itu wajar (kenaikan) jelang lebaran karena permintaan daging meningkat,"kata Fajar, saat dihubungi selalu.id, Senin (25/4/2022).

Fajar mengaku, dalam tiga hari terakhir ini RPH mengalami peningkatan permintaan, yang biasanya pemotongan sapi sebanyak 160 ekor per malam. Namun, naik 40 ekor sapi, artinya pemotongan 200 ekor per malam.

"Insyaallah pasokan daging di Surabaya relatif aman. Tiga hari terakhir jumlah sapi yang dipotong RPH meningkat rata-rata 200 ekor sapi per malam," ujarnya.

Muhammad (30) salah satu pedagang sapi di Pasar Wonokromo, Surabaya, mengaku, harga daging jualannya naik sekisar Rp 120 ribu. Menurutnya, hal yang wajar mendekati hari raya Idul Fitri.

"Haraga daging sekarang Rp120 itu daging yang nomor 1. Yang biasa Rp100-110 sekarang naik ya, kate riyoyo (Lebaran Idul Fitri)," ujar Muhammad, saat ditemui selalu.id di pasar Wonokromo.

Selain mengalami kenaikan, Muhammad juga mengaku bahwa daging jualannya juga mengalami sepi pembeli.

"Ini dua hari yang lalu aja sepi mbak. Ini saiki kelihatan sepi kan,"tuturnya.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Rohmah pedagang daging di Pasar Wonokro mengatakan, harga sekilo daging sapi semula berkisar Rp 110-115 ribu. Kenaikan harga diperkirakannya sudah berlangsung dua bulan kebelakang.

"Rp 120 ribu, kemarin Rp 110-115. Sudah dua bulan ini naik," kata Rohmah.

Hal yang sama juga dirasakan Rohmah (32) pedagang daging Pasar Wonokromo, mengungkapkan, ketika harga daging sapi naik, pelanggan akan turun.

Sehingga kebanyakan mereka akan mengurangi jumlah pembelian. Tak hanya itu, kenaikan itu juga bakal berpengaruh pada minat masyarakat pada daging sapi.

Mereka bakal cenderung pindah ke daging ayam yang punya harga lebih stabil di pasaran.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

"Kalau naik terus pembeli berkurang, pindah ke daging ayam semua, daging Ayam stabil," jelasnya.

Lebih lanjut Rohmah pun berharap untuk Pemerintah supaya ada solusi guna mencegah lonjakan harga daging sapi.

"Ya pingin gak naik lagi, kalau bisa turun lah," terangnya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.