Senin, 02 Feb 2026 01:28 WIB

Harga Daging di Surabaya Naik Menjelang Lebaran, Pedagang: Sepi Pembeli

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 25 Apr 2022 16:07 WIB
Salag satu stand daging di Pasar Wonokromo, Surabaya
Salag satu stand daging di Pasar Wonokromo, Surabaya

selalu.id - Harga daging di Surabaya mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2022. Ini dikarenakan tingginya permintaan pasar.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPH) Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, mengatakan, harga daging relatif stabil sekisar Rp 110-120 ribu per kilo.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

"Itu wajar (kenaikan) jelang lebaran karena permintaan daging meningkat,"kata Fajar, saat dihubungi selalu.id, Senin (25/4/2022).

Fajar mengaku, dalam tiga hari terakhir ini RPH mengalami peningkatan permintaan, yang biasanya pemotongan sapi sebanyak 160 ekor per malam. Namun, naik 40 ekor sapi, artinya pemotongan 200 ekor per malam.

"Insyaallah pasokan daging di Surabaya relatif aman. Tiga hari terakhir jumlah sapi yang dipotong RPH meningkat rata-rata 200 ekor sapi per malam," ujarnya.

Muhammad (30) salah satu pedagang sapi di Pasar Wonokromo, Surabaya, mengaku, harga daging jualannya naik sekisar Rp 120 ribu. Menurutnya, hal yang wajar mendekati hari raya Idul Fitri.

"Haraga daging sekarang Rp120 itu daging yang nomor 1. Yang biasa Rp100-110 sekarang naik ya, kate riyoyo (Lebaran Idul Fitri)," ujar Muhammad, saat ditemui selalu.id di pasar Wonokromo.

Selain mengalami kenaikan, Muhammad juga mengaku bahwa daging jualannya juga mengalami sepi pembeli.

"Ini dua hari yang lalu aja sepi mbak. Ini saiki kelihatan sepi kan,"tuturnya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Rohmah pedagang daging di Pasar Wonokro mengatakan, harga sekilo daging sapi semula berkisar Rp 110-115 ribu. Kenaikan harga diperkirakannya sudah berlangsung dua bulan kebelakang.

"Rp 120 ribu, kemarin Rp 110-115. Sudah dua bulan ini naik," kata Rohmah.

Hal yang sama juga dirasakan Rohmah (32) pedagang daging Pasar Wonokromo, mengungkapkan, ketika harga daging sapi naik, pelanggan akan turun.

Sehingga kebanyakan mereka akan mengurangi jumlah pembelian. Tak hanya itu, kenaikan itu juga bakal berpengaruh pada minat masyarakat pada daging sapi.

Mereka bakal cenderung pindah ke daging ayam yang punya harga lebih stabil di pasaran.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Kalau naik terus pembeli berkurang, pindah ke daging ayam semua, daging Ayam stabil," jelasnya.

Lebih lanjut Rohmah pun berharap untuk Pemerintah supaya ada solusi guna mencegah lonjakan harga daging sapi.

"Ya pingin gak naik lagi, kalau bisa turun lah," terangnya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.