Sabtu, 13 Jun 2026 14:39 WIB

PPKM Jawa-Bali Berakhir, Kasus Covid-19 di Surabaya Menurun Drastis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 18 Apr 2022 14:33 WIB
Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Surabaya, Ridwan Mabarun
Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Surabaya, Ridwan Mabarun

selalu.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Covid-19 berlevel Jawa-Bali berakhir hari ini, Senin (18/4/2022). Kasus covid-19 di Surabaya pun semakin menurun hingga Bed Occupation Rate (BOR) untuk Covid19 kini sudah 2 persen.

Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Surabaya, Ridwan Mabarun menyampaikan bahwa sesuai inmendagri sebelumnya nomor 20 terkait PPKM Covid-19 Jawa- Bali berakhir hari ini, Senin (18/4/2022).

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Namun, Ridwan akan memastikan lagi dan masih menunggu keputusan pemerintah pusat apakah PPKM diperpanjang lagi atau sudah berakhir.

"Tapi seharusnya ada surat lagi. Kita tunggu emang hari ini sesuai inmendagri, Itu kan menyatakan level 1. Kalau misalnya nanti malam tidak ada surat, berarti betul ppkm sudah tidak ada lagi," kata Ridwan saat dihubungi, Senin (18/4/2022).

Ridwan menerangkan, saat ini kondis Covid-19 di Surabaya semakin menurun. Ia menyebut hingga kini BOR Covid-19 di rumah sakit untuk Covid-19 sudah menurun hingga 2 persen.

"Kasus aktif kita itu turun terus dari 5 ribu sekarang jadi 70 kasus aktif. Berarti kondisi kita betul-betul bagus level 1,"ungkap Ridwan

Lebih lanjut Ridwan menjelaskan, sejumlah tempat Isoter di Surabaya untuk pasien covid-19 juga sudah kosong, seperti di Hotel Asrama Haji (HAH) dan Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT).

Baca Juga: Ternyata, Ini Penyebab Aliran Air di Tambaksari Surabaya Tidak Lancar

"Sudah tidak ada pasien sejak pertengahan Maret kemarin," tutur Ridwan.

Tak hanya itu, Ridwan menyampaikan bahwa masyarakat yang positif Covid-19!kini lebih banyak memilih untuk isolasi mandiri di rumah.

Pemerintah Kota juga tidak memaksa masyarakat agar melalukan isolasi di isoter milik pemerintah.

Baca Juga: Masa Depanku Direnggut: Kisah Sedih Gadis Surabaya Dilecehkan sang Pelatih

"Kalau sekarang kan lebih cepat kesembuhan jadi cuma minum obat sudah sembuh. Apalagi sekarang kan ada obat gratis COVID-19 dari pemerintah. Tinggal ikuti linknya Halodoc itu, nanti dikirimi obat," ujarnya.

Wakil Walikota Surabaya Armuji, menambahkan, dalam satu minggu terakhir angka Konfirmasi harian Covid-19 di Surabaya tidak melebihi angka 50 kasus . Dengan kumulatif kesembuhan mencapai 112.929 jiwa atau 97,4 persen.

"Berkat kerja keras kita semua akhirnya berbagai relaksasi dan pelonggaran aktivitas masyarakat di surabaya dapat berjalan dengan baik," terangnya. (ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.

Demi Tingkatkan Layanan ke Masyarakat, Polres Probolinggo Resmikan Gedung SPKT Baru

Kapolres Probolinggo juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas di SPKT agar mengedepankan sikap ramah, responsif, dan berorientasi pada solusi.

Diduga Ada yang Nyontek di Seleksi Direksi PDAM Delta Tirta, Begini Pengakuan Seorang Peserta

"Saya duduk bersebelahan dengan yang diduga pelaku. Selain saya, ada yang duduk di depan dan di belakang yang juga mengetahui kejadian tersebut," ungkap Sigit.

Lagi Asyik Latihan Musik, Motor Pemuda di Mojokerto Dicuri Maling

Sebelum beraksi, pelaku datang dua kali, pertama memantau keadaan dan dua kali motor langsung dibawa kabur.

Antar Penumpang ke Bandara Juanda, Driver Ojol Tewas Tertabrak Mobil

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berkendara di kawasan bandara yang memiliki lalu lintas kendaraan cukup padat.

DPRD Jatim Jajaki Kerja Sama dengan DPRD St. Petersburg Rusia

Pertemuan ini diharapkan dapat membuka peluang kemajuan ekonomi dan hubungan kelembagaan yang saling menguntungkan ke depannya.