Senin, 02 Feb 2026 01:13 WIB

PPKM Jawa-Bali Berakhir, Kasus Covid-19 di Surabaya Menurun Drastis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 18 Apr 2022 14:33 WIB
Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Surabaya, Ridwan Mabarun
Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Surabaya, Ridwan Mabarun

selalu.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Covid-19 berlevel Jawa-Bali berakhir hari ini, Senin (18/4/2022). Kasus covid-19 di Surabaya pun semakin menurun hingga Bed Occupation Rate (BOR) untuk Covid19 kini sudah 2 persen.

Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Surabaya, Ridwan Mabarun menyampaikan bahwa sesuai inmendagri sebelumnya nomor 20 terkait PPKM Covid-19 Jawa- Bali berakhir hari ini, Senin (18/4/2022).

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Namun, Ridwan akan memastikan lagi dan masih menunggu keputusan pemerintah pusat apakah PPKM diperpanjang lagi atau sudah berakhir.

"Tapi seharusnya ada surat lagi. Kita tunggu emang hari ini sesuai inmendagri, Itu kan menyatakan level 1. Kalau misalnya nanti malam tidak ada surat, berarti betul ppkm sudah tidak ada lagi," kata Ridwan saat dihubungi, Senin (18/4/2022).

Ridwan menerangkan, saat ini kondis Covid-19 di Surabaya semakin menurun. Ia menyebut hingga kini BOR Covid-19 di rumah sakit untuk Covid-19 sudah menurun hingga 2 persen.

"Kasus aktif kita itu turun terus dari 5 ribu sekarang jadi 70 kasus aktif. Berarti kondisi kita betul-betul bagus level 1,"ungkap Ridwan

Lebih lanjut Ridwan menjelaskan, sejumlah tempat Isoter di Surabaya untuk pasien covid-19 juga sudah kosong, seperti di Hotel Asrama Haji (HAH) dan Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT).

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

"Sudah tidak ada pasien sejak pertengahan Maret kemarin," tutur Ridwan.

Tak hanya itu, Ridwan menyampaikan bahwa masyarakat yang positif Covid-19!kini lebih banyak memilih untuk isolasi mandiri di rumah.

Pemerintah Kota juga tidak memaksa masyarakat agar melalukan isolasi di isoter milik pemerintah.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Kalau sekarang kan lebih cepat kesembuhan jadi cuma minum obat sudah sembuh. Apalagi sekarang kan ada obat gratis COVID-19 dari pemerintah. Tinggal ikuti linknya Halodoc itu, nanti dikirimi obat," ujarnya.

Wakil Walikota Surabaya Armuji, menambahkan, dalam satu minggu terakhir angka Konfirmasi harian Covid-19 di Surabaya tidak melebihi angka 50 kasus . Dengan kumulatif kesembuhan mencapai 112.929 jiwa atau 97,4 persen.

"Berkat kerja keras kita semua akhirnya berbagai relaksasi dan pelonggaran aktivitas masyarakat di surabaya dapat berjalan dengan baik," terangnya. (ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.