Jumat, 05 Jun 2026 07:42 WIB

PPKM Jawa-Bali Berakhir, Kasus Covid-19 di Surabaya Menurun Drastis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 18 Apr 2022 14:33 WIB
Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Surabaya, Ridwan Mabarun
Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Surabaya, Ridwan Mabarun

selalu.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Covid-19 berlevel Jawa-Bali berakhir hari ini, Senin (18/4/2022). Kasus covid-19 di Surabaya pun semakin menurun hingga Bed Occupation Rate (BOR) untuk Covid19 kini sudah 2 persen.

Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Surabaya, Ridwan Mabarun menyampaikan bahwa sesuai inmendagri sebelumnya nomor 20 terkait PPKM Covid-19 Jawa- Bali berakhir hari ini, Senin (18/4/2022).

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Namun, Ridwan akan memastikan lagi dan masih menunggu keputusan pemerintah pusat apakah PPKM diperpanjang lagi atau sudah berakhir.

"Tapi seharusnya ada surat lagi. Kita tunggu emang hari ini sesuai inmendagri, Itu kan menyatakan level 1. Kalau misalnya nanti malam tidak ada surat, berarti betul ppkm sudah tidak ada lagi," kata Ridwan saat dihubungi, Senin (18/4/2022).

Ridwan menerangkan, saat ini kondis Covid-19 di Surabaya semakin menurun. Ia menyebut hingga kini BOR Covid-19 di rumah sakit untuk Covid-19 sudah menurun hingga 2 persen.

"Kasus aktif kita itu turun terus dari 5 ribu sekarang jadi 70 kasus aktif. Berarti kondisi kita betul-betul bagus level 1,"ungkap Ridwan

Lebih lanjut Ridwan menjelaskan, sejumlah tempat Isoter di Surabaya untuk pasien covid-19 juga sudah kosong, seperti di Hotel Asrama Haji (HAH) dan Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT).

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

"Sudah tidak ada pasien sejak pertengahan Maret kemarin," tutur Ridwan.

Tak hanya itu, Ridwan menyampaikan bahwa masyarakat yang positif Covid-19!kini lebih banyak memilih untuk isolasi mandiri di rumah.

Pemerintah Kota juga tidak memaksa masyarakat agar melalukan isolasi di isoter milik pemerintah.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Kalau sekarang kan lebih cepat kesembuhan jadi cuma minum obat sudah sembuh. Apalagi sekarang kan ada obat gratis COVID-19 dari pemerintah. Tinggal ikuti linknya Halodoc itu, nanti dikirimi obat," ujarnya.

Wakil Walikota Surabaya Armuji, menambahkan, dalam satu minggu terakhir angka Konfirmasi harian Covid-19 di Surabaya tidak melebihi angka 50 kasus . Dengan kumulatif kesembuhan mencapai 112.929 jiwa atau 97,4 persen.

"Berkat kerja keras kita semua akhirnya berbagai relaksasi dan pelonggaran aktivitas masyarakat di surabaya dapat berjalan dengan baik," terangnya. (ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.