Jumat, 05 Jun 2026 09:03 WIB

Ratusan Mahasiswa Geruduk Balai Kota Surabaya, Wali Kota Eri Ajak Duduk Bersama

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 13 Apr 2022 16:23 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi saat menemui massa aksi mahasiswa
Wali Kota Eri Cahyadi saat menemui massa aksi mahasiswa

selalu.id - Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus mendatangi Balai Kota Surabaya , Rabu (13/4/2022).Mereka berencana menggelar aksi dan menyampaikan aspirasi kepada Wali Kota Surabaya.

Kelompok Cipayung Plus ini terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik (PMKRI).

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Aksi dimulai pukul 14.00 WIB. Menggunakan jas almamater, mereka menyampaikan orasi dan tuntutan. Terlihat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menemui langsung massa aksi gabungan mahasiswa tersebut.

Ketua Umum Persatuan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surabaya, Fajar T Septiono mengatakan bahwa pihaknya akan menuntut beberapa hal. Diantaranya adalah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan bahan makanan pokok.

"Saat ini ekonomi sedang dipulihkan dari pandemi. Tapi pemerintah malah menghajar rakyat kita dan UMKM (usaha Mikro Kecil Menengah) dengan kenaikan harga minyak dan naiknya PPn," terang Fajar pada Rabu (13/4).

Tuntutan kedua, mereka ingin Presiden Joko Widodo untuk membuat pernyataan tertulis bahwa tidak ada perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu.

"Kami sering dibohongi oleh Jokowi. Dulu tahun 2013 beliau bilang tidak akan maju Presiden tapi ternyata pemilu 2014 maju (sebagai capres)," ujarnya.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Eri sendiri datang pada pukul 14.45 WIB. Massa sempat ricuh ketika memaksa akan masuk melewati pagar pembatas. Beberapa massa saling pukul karena memaksa masuk.

"Kami mau masuk! Mau bicara dengan Eri!" Kata salah seorang mahasiswa.

Padahal Eri sudah berdiri di depan pagar bersama dengan Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan.

"Iyo rek, Iyo aku ngerungokno (iya aku mendengarkan)," kata Eri.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Namun massa aksi masih tak sabar. Mereka masih menggoyang-goyangkan pagar supaya dibuka. Yusep lalu meminta anggotanya untuk membuka pagar.

Eri lalu keluar dari pagar. Ia meminta seluruh peserta, baik polisi maupun massa aksi untuk duduk bersama.

"Kami menuntut Menteri SDM untuk memberi tanggapan atas kenaikan bahan pokok. Kemudian menuntut pemerintah mengembalikan harga pertamax. Lalu harus ada jaminan pertalite masih ada!" Tuntut mahasiswa. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.