Rabu, 22 Jul 2026 01:37 WIB

Ratusan Mahasiswa Geruduk Balai Kota Surabaya, Wali Kota Eri Ajak Duduk Bersama

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 13 Apr 2022 16:23 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi saat menemui massa aksi mahasiswa
Wali Kota Eri Cahyadi saat menemui massa aksi mahasiswa

selalu.id - Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus mendatangi Balai Kota Surabaya , Rabu (13/4/2022).Mereka berencana menggelar aksi dan menyampaikan aspirasi kepada Wali Kota Surabaya.

Kelompok Cipayung Plus ini terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik (PMKRI).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Aksi dimulai pukul 14.00 WIB. Menggunakan jas almamater, mereka menyampaikan orasi dan tuntutan. Terlihat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menemui langsung massa aksi gabungan mahasiswa tersebut.

Ketua Umum Persatuan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surabaya, Fajar T Septiono mengatakan bahwa pihaknya akan menuntut beberapa hal. Diantaranya adalah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan bahan makanan pokok.

"Saat ini ekonomi sedang dipulihkan dari pandemi. Tapi pemerintah malah menghajar rakyat kita dan UMKM (usaha Mikro Kecil Menengah) dengan kenaikan harga minyak dan naiknya PPn," terang Fajar pada Rabu (13/4).

Tuntutan kedua, mereka ingin Presiden Joko Widodo untuk membuat pernyataan tertulis bahwa tidak ada perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu.

"Kami sering dibohongi oleh Jokowi. Dulu tahun 2013 beliau bilang tidak akan maju Presiden tapi ternyata pemilu 2014 maju (sebagai capres)," ujarnya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Eri sendiri datang pada pukul 14.45 WIB. Massa sempat ricuh ketika memaksa akan masuk melewati pagar pembatas. Beberapa massa saling pukul karena memaksa masuk.

"Kami mau masuk! Mau bicara dengan Eri!" Kata salah seorang mahasiswa.

Padahal Eri sudah berdiri di depan pagar bersama dengan Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan.

"Iyo rek, Iyo aku ngerungokno (iya aku mendengarkan)," kata Eri.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Namun massa aksi masih tak sabar. Mereka masih menggoyang-goyangkan pagar supaya dibuka. Yusep lalu meminta anggotanya untuk membuka pagar.

Eri lalu keluar dari pagar. Ia meminta seluruh peserta, baik polisi maupun massa aksi untuk duduk bersama.

"Kami menuntut Menteri SDM untuk memberi tanggapan atas kenaikan bahan pokok. Kemudian menuntut pemerintah mengembalikan harga pertamax. Lalu harus ada jaminan pertalite masih ada!" Tuntut mahasiswa. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.