Kamis, 04 Jun 2026 08:35 WIB

Seniman Gelar Aksi Teaterikal Protes Kepemimpinan Gubernur dan Kadisbudpar Jatim

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 13 Apr 2022 14:36 WIB
Aksi teaterikal seniman Jawa Timur di depan Gedung Grahadi, Surabaya
Aksi teaterikal seniman Jawa Timur di depan Gedung Grahadi, Surabaya

selalu.id - Puluhan seniman Jawa Timur menggelar aksi di depan Gedung Grahadi, Surabaya, Rabu (13/4/2022). Dalam aksi tersebut, para seniman itu memakai pakaian adat sambil membawa wayang dan spanduk yang bertulis 'Seniman Dianggap Wayang Karo Dalang Sinarto'.

Dalam aksi teaterikalnya, mereka membuat replika kuburan yang dibuat dengan kayu dan taburan sayur kol serta sampah-sampah botol di jalanan depan Gedung Grahadi, sambil menampilkan seni teater dalam aksi tersebut.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Hal itu menggambarkan, seniman-seniman dimatikan, Replika kuburan itu sampah- sampah seperti ini, saya kira ini bentuk satu pelecehan yang dilakukan lembaga-lembaga kesenian yang ada di Provinsi Jatim terhadap seniman," kata Koalisi Seni Surabaya, Luhur Kayunda saat ditemui selalu.id, Rabu (13/4/2022).

Luhur menyampaikan bahwa aksi tersebut untuk menuntut keadilan Kepala Dinas Pariwisata Jawa Timur, Sinarto, yang dianggap kebijakannya tidak berpihak kepada pelaku seni.

Selain itu, kata dia, ini juga bentuk protes karena seniman Surabaya dan Jatim ini menjadi penggagas program yang sebenarnya menjalin hubungan antara seniman dengan Pemerintah Provinsi.

"Yang kami soroti, di Gubernur dan Dinas Pariwisata sebelumnya, ada kepedulian pada seniman. Kami diajak buka bersama, mendapat parcel, dan THR untuk seniman yang kurang mampu," ujarnya.

Selain itu, Luhur juga menyampaikan bahwa program-program dan bantuan yang sebeleumnya pernah ada tak pernah lagi dirasakan seniman di masa kepemimpinan Gubernur Jawa TImur Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Sinarto.

"Padahal banyak seniman-seniman yang perlu uluran tangan dari pemerintah," ujar dia.

Lebih lanjut Luhur menjelaskan bahwa di masa kepemimpinan Khofifah dan Sinarto, pihaknya tak menemukan penghargaan pada seniman. Padahal, hal itu dirasa mampu menjadi motivasi bagi para seniman.

Baca Juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya

"Dulu juga ada yang namanya Tali Asih. Itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah pada seniman-seniman yang memang sudah tidak bisa produktif karena sakit," ujarnya.

Pemberian insentif bagi pada penjaga situs kebudayaan dan sejarah di Jatim juga tak lagi ada. Padahal, gagasan itu telah diungkapkan sejak 3 tahun lalu.

"Bahkan sempat ada perdebatan anggaran untuk kesenian dan penjaga situs. Kan harus berbagi. Saya tidak tahu (gagasan) itu masih berlanjut sampai sekarang atau tidak," katanya.

Tak hanya itu, seniman juga menuntut Kepala Dinas Disbudpar, Sinarto agae lebih transparan pada seluruh kebijakan maupun anggaran yang diberikan pada seniman.

Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah Sidak Pengambilan PIN SPMB di SMA Surabaya, Ini yang Ditemukan

Sebab, ada beberapa seniman yang kembali mendapatkan penghargaan padahal pernah mendapat penghargaan yang sama dari Gubernur Khofifah.

"Itu (penghargaan) mestinya bergilir. Nah itu diabaikan gitu makanya temen-temen protes karena ini adalah teman-teman yang memang bener-bener aktif di dalam bidang kesenian," ujarnya.

Berdasarkan pantauan selalu.id hingga demonstrasi berakhir pada pukul 11.30 WIB, perwakilan demonstran tidak juga ditemui oleh Gubernur Khofifah maupun perwakilan Pemprov Jatim. Terkait hal itu, Luhur memastikan bahwa pihaknya akan mengadakan aksi lanjutan.

"Kami akan hadir disini dan tuntutan-tuntutan kami akan tetap berjalan sampai ada jawaban," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Tersangka merupakan spesialis pembobol rumah kosong. Tersangka juga tercatat sebagai residivis dalam kasus serupa.