Minggu, 06 Sep 2026 07:43 WIB

Seniman Gelar Aksi Teaterikal Protes Kepemimpinan Gubernur dan Kadisbudpar Jatim

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 13 Apr 2022 14:36 WIB
Aksi teaterikal seniman Jawa Timur di depan Gedung Grahadi, Surabaya
Aksi teaterikal seniman Jawa Timur di depan Gedung Grahadi, Surabaya

selalu.id - Puluhan seniman Jawa Timur menggelar aksi di depan Gedung Grahadi, Surabaya, Rabu (13/4/2022). Dalam aksi tersebut, para seniman itu memakai pakaian adat sambil membawa wayang dan spanduk yang bertulis 'Seniman Dianggap Wayang Karo Dalang Sinarto'.

Dalam aksi teaterikalnya, mereka membuat replika kuburan yang dibuat dengan kayu dan taburan sayur kol serta sampah-sampah botol di jalanan depan Gedung Grahadi, sambil menampilkan seni teater dalam aksi tersebut.

Baca Juga: Demo di Jakarta Memanas: Gerbang Tol Dalam Kota Ditutup Total, Berikut Daftarnya

"Hal itu menggambarkan, seniman-seniman dimatikan, Replika kuburan itu sampah- sampah seperti ini, saya kira ini bentuk satu pelecehan yang dilakukan lembaga-lembaga kesenian yang ada di Provinsi Jatim terhadap seniman," kata Koalisi Seni Surabaya, Luhur Kayunda saat ditemui selalu.id, Rabu (13/4/2022).

Luhur menyampaikan bahwa aksi tersebut untuk menuntut keadilan Kepala Dinas Pariwisata Jawa Timur, Sinarto, yang dianggap kebijakannya tidak berpihak kepada pelaku seni.

Selain itu, kata dia, ini juga bentuk protes karena seniman Surabaya dan Jatim ini menjadi penggagas program yang sebenarnya menjalin hubungan antara seniman dengan Pemerintah Provinsi.

"Yang kami soroti, di Gubernur dan Dinas Pariwisata sebelumnya, ada kepedulian pada seniman. Kami diajak buka bersama, mendapat parcel, dan THR untuk seniman yang kurang mampu," ujarnya.

Selain itu, Luhur juga menyampaikan bahwa program-program dan bantuan yang sebeleumnya pernah ada tak pernah lagi dirasakan seniman di masa kepemimpinan Gubernur Jawa TImur Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Sinarto.

"Padahal banyak seniman-seniman yang perlu uluran tangan dari pemerintah," ujar dia.

Lebih lanjut Luhur menjelaskan bahwa di masa kepemimpinan Khofifah dan Sinarto, pihaknya tak menemukan penghargaan pada seniman. Padahal, hal itu dirasa mampu menjadi motivasi bagi para seniman.

Baca Juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

"Dulu juga ada yang namanya Tali Asih. Itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah pada seniman-seniman yang memang sudah tidak bisa produktif karena sakit," ujarnya.

Pemberian insentif bagi pada penjaga situs kebudayaan dan sejarah di Jatim juga tak lagi ada. Padahal, gagasan itu telah diungkapkan sejak 3 tahun lalu.

"Bahkan sempat ada perdebatan anggaran untuk kesenian dan penjaga situs. Kan harus berbagi. Saya tidak tahu (gagasan) itu masih berlanjut sampai sekarang atau tidak," katanya.

Tak hanya itu, seniman juga menuntut Kepala Dinas Disbudpar, Sinarto agae lebih transparan pada seluruh kebijakan maupun anggaran yang diberikan pada seniman.

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Sebab, ada beberapa seniman yang kembali mendapatkan penghargaan padahal pernah mendapat penghargaan yang sama dari Gubernur Khofifah.

"Itu (penghargaan) mestinya bergilir. Nah itu diabaikan gitu makanya temen-temen protes karena ini adalah teman-teman yang memang bener-bener aktif di dalam bidang kesenian," ujarnya.

Berdasarkan pantauan selalu.id hingga demonstrasi berakhir pada pukul 11.30 WIB, perwakilan demonstran tidak juga ditemui oleh Gubernur Khofifah maupun perwakilan Pemprov Jatim. Terkait hal itu, Luhur memastikan bahwa pihaknya akan mengadakan aksi lanjutan.

"Kami akan hadir disini dan tuntutan-tuntutan kami akan tetap berjalan sampai ada jawaban," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.