Jumat, 04 Sep 2026 17:07 WIB

Tradisi Nyekar Jelang Ramadan Untungkan Pedagang Bunga, Omzet Tembus Rp 7 Juta

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 02 Apr 2022 23:47 WIB
Pedagang bunga di Makam Keputih, Surabaya
Pedagang bunga di Makam Keputih, Surabaya

selalu.id - Tradisi ziarah menjelang memulai ibadah puasa masih dilakukan oleh masyarakat. Hal ini membuat makam-makam ramai dikunjungi, termasuk Taman Pemakaman Umum (TPU) Keputih Surabaya.

Ramainya peziarah juga membawa keuntungan tersendiri bagi pedagang bunga atau kembang.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Azizah (36), salah satu pedagang bunga mengaku pengunjung Makam Keputih satu minggu terakhir ini ramai.

"Satu minggu sudah ramai, paling ramai Sabtu dan Minggu," kata Azizah saat ditemui selalu.id di TPU Keputih, Surabaya, Sabtu (2/4/2022).

Azizah mengungkapkan, jelang Ramadan omset dagangannya hingga 75 persen.

Ia memanfaatkan momen tersebut dengan menaikkan harga dagangannya dari harga sebelumnya Rp 5 ribu per kresek kecil. Kini dijual Rp 10 ribu.

"Hari ini ramai bisa sampai 7 juta, biasa 4 hingga 5 juta. Satu tahun sekali. Semenjak covid-19, kalau Ramadan lebih banyak,"ujarnya.

Azizah pun juga mengaku, dirinya menaikkan harga dagangannya seperti bunga pacar air dari harga Rp 20 ribu menjadi Rp 60 ribu satu kresek merah besar.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

"Kalau kenangan satu kilo Rp 200 ribu. biasanya Rp 60 ribu atau Rp 50 ribu satu kilo,"ungkapnya.

Hal yang sama juga juga dirasakan Rosa (25), salah satu pedagang bunga di TPU keputih yang mengaku omsetnya bisa mencapai Rp 4 juta hingga Rp 5 jutaan.

"Bisa sampai 4- 5 juta, kebanyakan yang ziarah luar kota Surabaya," terangnya.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

Selain pedagang bunga tabur, Seorang pembersih makam, Bolang (60), juga kebanjiran pesanan untuk merawat makam.

"Biasanya Rp 150 ribu satu makam, ada yang 75-100 ribu. Itu diberi obat rumput atau pupuk biar bagus rumputnya,"ujar Bolang.

Bolang yang sejak tahun 2020 merawat makam di TPU Keputih itu, mengaku merawat 30 makam.

"Biasanya awal Ramadan banyak kesini, setiap hari. Kebanyakan dari Jakarta," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.