Kamis, 04 Jun 2026 12:00 WIB

Tradisi Nyekar Jelang Ramadan Untungkan Pedagang Bunga, Omzet Tembus Rp 7 Juta

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 02 Apr 2022 23:47 WIB
Pedagang bunga di Makam Keputih, Surabaya
Pedagang bunga di Makam Keputih, Surabaya

selalu.id - Tradisi ziarah menjelang memulai ibadah puasa masih dilakukan oleh masyarakat. Hal ini membuat makam-makam ramai dikunjungi, termasuk Taman Pemakaman Umum (TPU) Keputih Surabaya.

Ramainya peziarah juga membawa keuntungan tersendiri bagi pedagang bunga atau kembang.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Azizah (36), salah satu pedagang bunga mengaku pengunjung Makam Keputih satu minggu terakhir ini ramai.

"Satu minggu sudah ramai, paling ramai Sabtu dan Minggu," kata Azizah saat ditemui selalu.id di TPU Keputih, Surabaya, Sabtu (2/4/2022).

Azizah mengungkapkan, jelang Ramadan omset dagangannya hingga 75 persen.

Ia memanfaatkan momen tersebut dengan menaikkan harga dagangannya dari harga sebelumnya Rp 5 ribu per kresek kecil. Kini dijual Rp 10 ribu.

"Hari ini ramai bisa sampai 7 juta, biasa 4 hingga 5 juta. Satu tahun sekali. Semenjak covid-19, kalau Ramadan lebih banyak,"ujarnya.

Azizah pun juga mengaku, dirinya menaikkan harga dagangannya seperti bunga pacar air dari harga Rp 20 ribu menjadi Rp 60 ribu satu kresek merah besar.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Kalau kenangan satu kilo Rp 200 ribu. biasanya Rp 60 ribu atau Rp 50 ribu satu kilo,"ungkapnya.

Hal yang sama juga juga dirasakan Rosa (25), salah satu pedagang bunga di TPU keputih yang mengaku omsetnya bisa mencapai Rp 4 juta hingga Rp 5 jutaan.

"Bisa sampai 4- 5 juta, kebanyakan yang ziarah luar kota Surabaya," terangnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Selain pedagang bunga tabur, Seorang pembersih makam, Bolang (60), juga kebanjiran pesanan untuk merawat makam.

"Biasanya Rp 150 ribu satu makam, ada yang 75-100 ribu. Itu diberi obat rumput atau pupuk biar bagus rumputnya,"ujar Bolang.

Bolang yang sejak tahun 2020 merawat makam di TPU Keputih itu, mengaku merawat 30 makam.

"Biasanya awal Ramadan banyak kesini, setiap hari. Kebanyakan dari Jakarta," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.