Senin, 19 Okt 2026 21:21 WIB

Tradisi Nyekar Jelang Ramadan Untungkan Pedagang Bunga, Omzet Tembus Rp 7 Juta

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 02 Apr 2022 23:47 WIB
Pedagang bunga di Makam Keputih, Surabaya
Pedagang bunga di Makam Keputih, Surabaya

selalu.id - Tradisi ziarah menjelang memulai ibadah puasa masih dilakukan oleh masyarakat. Hal ini membuat makam-makam ramai dikunjungi, termasuk Taman Pemakaman Umum (TPU) Keputih Surabaya.

Ramainya peziarah juga membawa keuntungan tersendiri bagi pedagang bunga atau kembang.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Azizah (36), salah satu pedagang bunga mengaku pengunjung Makam Keputih satu minggu terakhir ini ramai.

"Satu minggu sudah ramai, paling ramai Sabtu dan Minggu," kata Azizah saat ditemui selalu.id di TPU Keputih, Surabaya, Sabtu (2/4/2022).

Azizah mengungkapkan, jelang Ramadan omset dagangannya hingga 75 persen.

Ia memanfaatkan momen tersebut dengan menaikkan harga dagangannya dari harga sebelumnya Rp 5 ribu per kresek kecil. Kini dijual Rp 10 ribu.

"Hari ini ramai bisa sampai 7 juta, biasa 4 hingga 5 juta. Satu tahun sekali. Semenjak covid-19, kalau Ramadan lebih banyak,"ujarnya.

Azizah pun juga mengaku, dirinya menaikkan harga dagangannya seperti bunga pacar air dari harga Rp 20 ribu menjadi Rp 60 ribu satu kresek merah besar.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

"Kalau kenangan satu kilo Rp 200 ribu. biasanya Rp 60 ribu atau Rp 50 ribu satu kilo,"ungkapnya.

Hal yang sama juga juga dirasakan Rosa (25), salah satu pedagang bunga di TPU keputih yang mengaku omsetnya bisa mencapai Rp 4 juta hingga Rp 5 jutaan.

"Bisa sampai 4- 5 juta, kebanyakan yang ziarah luar kota Surabaya," terangnya.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Selain pedagang bunga tabur, Seorang pembersih makam, Bolang (60), juga kebanjiran pesanan untuk merawat makam.

"Biasanya Rp 150 ribu satu makam, ada yang 75-100 ribu. Itu diberi obat rumput atau pupuk biar bagus rumputnya,"ujar Bolang.

Bolang yang sejak tahun 2020 merawat makam di TPU Keputih itu, mengaku merawat 30 makam.

"Biasanya awal Ramadan banyak kesini, setiap hari. Kebanyakan dari Jakarta," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.

Cerita Warga Jember Rasakan Manfaat Mobil Cinta, Pulang Berobat Tak Lagi Pikir Biaya

Zaini mengaku bersyukur karena keluarganya tidak harus memikirkan biaya transportasi, mulai dari proses mendapatkan pelayanan kesehatan hingga kembali ke rumah.