Minggu, 20 Sep 2026 12:38 WIB

Masalah Buruh Pakerin di Mojokerto, Ini Respon Penasihat Khusus Presiden Said Iqbal

Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal saat sambutan. (foto:Inung/selalu.id)
Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal saat sambutan. (foto:Inung/selalu.id)

selalu.id - Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal turun gunung ke Kabupaten Mojokerto menemui karyawan PT Pakerin yang nasibnya masih menggantung akibat konflik internal perusahaan. 

Said mengatakan, kedatangannya menemui para buruh di mes karyawan PT Pakerin di Desa Bangun, Kecamatan Pungging dilakukan untuk mengurai persoalan ketenagakerjaan yang berlarut hampir dua tahun terakhir. Menurutnya, konflik internal di perusahaan pabrik kertas ini mengakibatkan ribuan pekerja terkatung-katung dan terancam pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca Juga: Pabrik Sepatu Terbakar di Mojokerto Belum Padam, Ini Kendala Pemadam di Lokasi

"Akibat persoalan PT Pakerin di Mojokerto ini lebih dari 2.500 karyawannya yang tidak ada kepastian apakah di-PHK atau tidak," Minggu (14/6/2026).

Ia menambahkan, polemik ini telah menjadi atensi pemerintah pusat. Sehingga, Said diminta untuk berupaya menyelesaikan masalah tersebut atas restu Presiden Prabowo Subianto dan Pimpinan DPR RI.

"Saya datang ke sini (menemui Karyawan PT Pakerin) untuk memastikan dulu latar belakangnya apa. Sekarang sudah dapat, saya bertanggung jawab sebagai Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh akan membuat analisis kebijakan," terangnya.

Baca Juga: Gagal Berangkatkan Jemaah, Kemenhaj Blokir PT Annisa Ahmada Travelindo

Said menyebut, setidaknya terdapat tiga temuan yang diperoleh usai duduk bersama dengan para buruh PT Pakerin. Di antaranya terkait adanya aliran uang yang dinilai tidak bisa dipertanggung jawabkan di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Selain itu, Said juga mengantongi informasi bahwa ada aliran dana yang hilang. Dia menyebut akan melakukan penelusuran dengan mengkonfirmasinya langsung ke LPS.

"Ketiga, temuan di lapangan hari ini ada kewajiban dari pemilik PT Pakerin yang tidak memenuhi janji-janjinya kepada para buruh, padahal sudah ada perjanjian bersama," ulasnya. 

Baca Juga: Gandeng Duta Pancasila, Pemkab Mojokerto Perkuat Edukasi Cukai dan Perang Lawan Rokok Ilegal

Berdasarkan temuan-temuan tersebut, Said menyatakan akan dilakukan pendalaman dan dibuat analisis kebijakan untuk dilaporkan ke Presiden. Dalam penyelesaiannya, dia juga menyatakan akan berkoordinasi dengan jajaran menteri terkait. Utamanya Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Hukum terkait dengan izin usaha PT Pakerin.

"Kami akan berkoordinasi juga bagaimana hak-hak buruh. Apakah dia (buruh, Red) melanjutkan kerja dengan suntikan modal dari milik Pakerin, atau mungkin kepesertaan modal dari negara. Kami tidak tahu, nanti Presiden yang akan memutuskan," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Menjinakkan Leviathan Digital: Menimbang Ulang Hak Cipta di Era Kecerdasan Buatan

Ia adalah jeritan awal dari sebuah krisis eksistensial: hukum hak cipta kita gagap dan tersengal-sengal mengejar lompatan zaman.

Jejak Gelap Perempuan asal Jombang dalam Pusaran Bisnis Narkoba di Surabaya

Dari tangan RA polisi menyita 13 kantong plastik isi sabu dengan berat 9,64 gram, 30 butir tablet ekstasi 12,38 gram, hingga uang tunai Rp5,8 juta.

Tega, Ibu Ajak Anak Kandung Threesome Sama Kekasihnya di Sidoarjo

Tak hanya Mawar yang menjadi korban threesome, keponakan dari MT juga dijadikan pelampiasan seksual tak biasa ini.

Gagal Curi Motor: Pelaku Lemparkan Bondet di Pasuruan, Satu Terluka

Petugas melakukan olah tempat kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk melacak pelaku serta keberadaan motor korban.

HUT ke-81 PMI, Pemkab Sidoarjo Beri Apresiasi Ratusan Pendonor Darah

Peran pendonor sangat vital dalam menjamin ketersediaan darah untuk layanan kesehatan warga.

Hari Jadi ke-1.097, Pemkab Pasuruan Ajak Semua Pihak Bergerak Bareng Bangun Daerah

Bupati Pasuruan Rusdi Sutedjo menyebut usia daerah yang sudah melewati satu milenium adalah tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dilanjutkan.