Minggu, 13 Sep 2026 01:11 WIB

Jangan Main-main, Wali Kota Eri Siapkan Sanksi Tegas Perusak Aset Pemkot Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 29 Jul 2026 21:50 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Ade/selalu.id).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Dua peristiwa yang viral di media sosial, yakni dugaan penjualan kursi besi berlogo Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ke lapak barang bekas danaksi pemotongan bunga di median jalan, mendorong pemerintah mengajak masyarakat ikut mengawasi aset publik.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menilai keberadaan fasilitas umum yang dibangun menggunakan anggaran daerah merupakan milik seluruh warga sehingga tidak cukup hanya dijaga pemerintah.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Rp124 Miliar di Lakarsantri, Siap Dongkrak Ekonomi Warga

"Kalau melihat bunga taman, kursi, atau fasilitas umum yang baik, mari kita jaga bersama karena itumilik seluruh warga Surabaya. Kalau ada yang mengambil atau merusaknya, silakan dilaporkan," tegasnya, Rabu (29/7/2026).

Ajakan itu muncul setelah beredarnya video yangmemperlihatkan dua kursi besi berlogo Pemkot Surabaya diduga hendak dijual ke lapak barang bekas di kawasan Kaliwaron, Gubeng.

Sebelumnya, aksi seorang warga memotong bunga di median jalan juga sempat menjadi sorotan publik.

Eri mengatakan, keterlibatan masyarakat diperlukan untuk mencegah pencurian maupun penyalahgunaan aset daerah. 

Menurutnya, setiap fasilitas yang hilang atau rusak akan berdampak pada kenyamanan warga sekaligus menambah beban anggaran pemerintah karena harus diganti.

Baca Juga: Sesar Aktif Ancam Surabaya, Pemkot Minta BPBD Siapkan Skenario Evakuasi Warga saat Gempa

"Kalau ada yang mengambil atau merusak, laporkan. Aset-aset itu milik kita bersama, sehingga menjaganyajuga menjadi tanggung jawab bersama," jelasnya.

Eri menambahkan, kota yang bersih, indah, dan terawat tidak hanya memberikan rasa nyaman bagi masyarakat, tetapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan maupun investor.

"Kota yang indah dan terawat akan membuat masyarakat nyaman sekaligus menarik lebih banyak pengunjung. Karena itu, menjaga aset kota bukanhanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama," bebernya.

Baca Juga: Polemik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit Surabaya, PDAM Pilih Jalur Diskusi

Eri menegaskan, Pemkot Surabaya telah berulang kali mengingatkan masyarakat agar tidak merusak ataupun mengambil fasilitas publik. 

Apabila ditemukan pelanggaran berupa pencurian, perusakan, maupun penyalahgunaan aset pemerintah, pelaku akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami sudah berulang kali mengingatkan soal pentingnya menjaga aset kota. Karena itu, jika ada pelanggaran yang terbukti, tentu akan ada sanksi agar tidak terulang kembali," tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Homecare Jemput Warga Rentan, Pemkab Jember Perkuat Pelayanan hingga Pelosok

Sedikitnya empat hingga lima lokasi menjadi sasaran kunjungan.

Sambil Menyelam Minum Air, Remaja Mojokerto Curi 6 Tabung Elpiji di Tempat Kerja

“Yang bersangkutan saat ini sudah diamankan di mapolres untuk diproses lebih lanjut,” urai Iptu Suhartanto.

Mau Ubah Desil? Ini Arahan dari Pemkot Mojokerto

Keluhan yang paling banyak disampaikan masyarakat yakni berkaitan dengan desil yang terlalu tinggi.

Adu Banteng Dua Motor di Trowulan Mojokerto, Satu Pelajar Tewas

Sepeda motor Honda C-70 diduga berjalan terlalu ke kanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Yamaha Vega R.

Kekeringan di Tuban-Bojonegoro Menahun, Pemprov Didesak Ubah Penanganan untuk Jangka Panjang

"Bagaimana air bisa ditampung, disimpan, dan didistribusikan sehingga tersedia ketika musim kemarau," tegas Ony.

Konsolidasi Akbar FSPMI Bahas UU Cipta Kerja, yang Datang Kapolri

Kapolri menekankan pentingnya menjaga iklim investasi tetap aman dan kondusif.