Jumat, 31 Jul 2026 01:09 WIB

Wondr Futsal Series 2026, Misi Cetak Bintang Timnas Masa Depan dari Bangku Sekolah

Pembukaan Wondr Futsal Series 2026 di Surabaya. (Foto: Zain/selalu.id).
Pembukaan Wondr Futsal Series 2026 di Surabaya. (Foto: Zain/selalu.id).

selalu.id - Semangat pembinaan talenta muda Indonesia kembali membara dari Jawa Timur. Resmi bergulir tahun ini, Wondr Futsal Series 2026 menegaskan posisinya bukan sekadar ajang adu gengsi di lapangan, melainkan sebuah ekosistem berkelanjutan yang siap mencetak bintang masa depan.

CEO sekaligus Co-Founder Games of Society, Novel Leonardo, menegaskan bahwa kompetisi ini dirancang untuk menjembatani mimpi anak muda Indonesia, mulai dari bangku sekolah, universitas, klub profesional, hingga menembus skuat Tim Nasional.

Baca Juga: BNI Tegaskan Kasus KUR Fiktif di Jember Berawal dari Laporan Perseroan

"Wondr Futsal Series dibangun bukan sekadar sebagai turnamen, melainkan sebagai ekosistem pembinaan yang menghubungkan sekolah, universitas, klub profesional hingga Tim Nasional," jelasnya saat konferensi pers di Surabaya, Rabu (29/7/2026).

Kemandirian dan Angka Fantastis di Balik Layar

Sejak berdiri pada 2022, Games of Society membuktikan kemandiriannya. Tanpa menyentuh pendanaan pemerintah, mereka sukses membentangkan sayap di 40 kota dari Aceh hingga Papua melalui strategi komersial yang solid, mulai dari kemitraan sponsorship, penjualan tiket, hingga monetisasi privat.

Gebrakan ini memuncak pada musim 2025 lewat catatan statistik yang luar biasa: 55 event digelar di tingkat SMA, perguruan tinggi, hingga profesional. 16.000 atlet & 1.000 tim SMA unjuk gigi di lapangan, dan 756.881 penonton memadati tribun secara langsung.

Baca Juga: Sekuriti BNI Ditemukan Meninggal di Depan Lobi, Polisi: Diduga Bunuh Diri

Kemudian 34 juta pengguna digital tersapa dengan 2,5 miliar impresi di media sosial, dan 1.200 sekolah dikunjungi setiap tahun melalui program edukatif School Visit.

Sinergi Futsal dan Literasi Keuangan Digital

Keberhasilan ekosistem ini kian kokoh berkat kolaborasi strategis bersama Wondr by BNI sebagai naming rights partner untuk periode 2024–2026.

Kemitraan ini melampaui batas lapangan hijau, mengombinasikan semangat olahraga dengan pemahaman finansial sejak dini.

Baca Juga: Sekuriti BNI di Surabaya Ditemukan Meninggal di Depan Lobi Bank

Regional CEO BNI Wilayah 6 Surabaya, Maya Agustina, mengungkapkan bahwa BNI hadir tidak hanya untuk mendukung lahirnya juara, tetapi juga mengedukasi generasi muda agar makin bijak mengelola keuangan digital melalui aplikasi wondr by BNI.

Tak berhenti di situ, BNI juga bersiap menggebrak lewat peluncuran fitur anyar pada ajang BNI wondrX 2026 yang dijadwalkan meluncur Agustus mendatang.

"Semoga kolaborasi ini tidak hanya melahirkan juara di lapangan, tetapi juga menciptakan generasi muda yang cerdas secara finansial, adaptif terhadap perkembangan digital, dan siap menghadapi tantangan di masa depan," kata Maya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Aksi Damai Wartawan-Jurnalis di Nganjuk Sikapi Istilah Londo Ireng

Selain melakukan orasi, mereka melakukan tabur bunga di atas ID Pers yang mereka kumpulkan di depan massa aksi.

Soal Polemik Pajak, Manajemen Rumah Makan AG Ny Suharti Surabaya Tegaskan Kooperatif

Manajemen berharap proses pemeriksaan berjalan secara objektif, transparan, dan menghasilkan kejelasan berdasarkan data yang dimiliki kedua belah pihak.

Sepanjang 2023–2026, Polrestabes Surabaya Selesaikan 469 Perkara Narkoba Lewat Restorative Justice

Selain menerapkan RJ, Satres Narkoba Polrestabes Surabaya juga memusnahkan barang bukti narkotika dari perkara yang ditangani melalui mekanisme tersebut.

PDS Latih Ulang 104 Personel Satpam di Lingkungan Pelabuhan Kalimantan

Pelatihan ini juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan menjawab dinamika tugas keamanan yang tidak hanya menuntut kesiapsiagaan fisik.

Puluhan Korban Investasi Bodong Meow Wadul ke DPRD Surabaya, Rugi hingga Miliaran Rupiah

DPRD Surabaya meminta kedua belah pihak perlu mengedepankan iktikad baik agar persoalan tidak berkembang menjadi sengketa hukum yang lebih luas.

Dibatalkan Mendadak, 500 Warga Surabaya Barat Gigit Jari soal Sertifikat Tanah Gratis

Padahal, sosialisasi program tersebut telah dilakukan dan kuota penerima telah ditetapkan. Kini harapan warga pun pupus.