Sabtu, 12 Sep 2026 16:33 WIB

Kabar Baik, Intensif Guru Ngaji di Jember Segera Cair

Bupati Jember Muhammad Fawait saat hadiri acara Bunga Desaku di Patemon tlTanggul. (Foto: Nurul/selalu.id).
Bupati Jember Muhammad Fawait saat hadiri acara Bunga Desaku di Patemon tlTanggul. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menegaskan komitmennya untuk merealisasikan pencairan insentif bagi guru ngaji dan ketua kelompok pengajian setelah proses Perubahan APBD rampung. 

Kepastian tersebut disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait saat menghadiri kegiatan Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di kawasan Pemandian Patemon, KecamatanTanggul, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga: Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif, Pemkab Jember Raih Penghargaan Nasional

Di hadapan ratusan guru ngaji dan pengurus kelompok pengajian, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu meminta penjelasan langsung dari Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Jember mengenai perkembangan penyaluran insentif yang telah lama dinantikan.

Kabag Kesra Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, menjelaskan bahwa seluruh proses pendataan calon penerima telah selesai dilaksanakan. Saat inipemerintah tinggal menunggu pengesahan Perubahan APBD sebagai dasar pencairan anggaran.

"Pendataan penerima sudah selesai. Selanjutnya kami menunggu pengesahan Perubahan APBD. Setelah itu, penyaluran insentif akan segera dilakukan secara bertahap melalui masing-masing desa," katanya.

Mendengar penjelasan tersebut, Gus Fawait meminta seluruh perangkat daerah memastikan proses administrasi berjalan tanpa hambatan agar hak para guru ngaji dan ketua kelompok pengajian dapat diterima tepat waktu.

"Insentif ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para pendidik keagamaan yang selama ini berperan besar membina masyarakat. Karena itu saya minta prosesnya dikawal dengan baik agar segera terealisasi," tegasnya.

Gus Fawait juga mengajak para guru ngaji menjadi mitra pemerintah dalam menyosialisasikan Program Universal Health Coverage (UHC) kepada masyarakat. 

Baca Juga: Pembahasan KUA-PPAS 2027 Rampung, Pemkab Jember dan DPRD Sepakati Target Pendapatan Rp4,5 Triliun

Menurutnya, masih banyak warga yang belum mengetahui bahwa seluruh pemegang KTP Jember kini dapat memperoleh layanan kesehatan secara gratis.

"Masih ada masyarakat yang enggan datang ke rumah sakit karena takut biaya pengobatan mahal. Padahal, sejak program UHC berjalan, warga Jember dengan KTP Jember bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa dipungut biaya sesuai ketentuan yang berlaku," jelas Gus Fawait.

Ia menambahkan, program tersebut menanggung berbagai layanan kesehatan bagi masyarakat, kecuali beberapa kasus yang memang tidak dijamin sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, Gus Fawait mengingatkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Jember agar memberikan pelayanan yang sama kepada seluruh pasien tanpa membedakan pengguna layanan umum maupun peserta UHC.

Baca Juga: Kabar Baik! 8.190 PPPK Paruh Waktu Jember Diperpanjang, Siap Dialihkan jadi Penuh Waktu

"Kami ingin seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang ramah, cepat, dan setara. Jangan ada perbedaan pelayanan hanya karena pasien menggunakan program UHC," paparnya.

Menutup arahannya, Gus Fawait berharap para guru ngaji dan pengurus kelompok pengajian ikut menyampaikan informasi tersebut kepada jamaah, santri, dan masyarakat di lingkungan masing-masing, sehingga semakin banyak warga yang memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang telah disediakan pemerintah.

"Peran guru ngaji sangat dekat dengan masyarakat. Kami berharap informasi mengenai layanan berobat gratis ini bisa diteruskan kepada warga agar tidak ada lagi masyarakat yang menunda berobat hanya karena alasan biaya," pungkasnya. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Mau Ubah Desil? Ini Arahan dari Pemkot Mojokerto

Keluhan yang paling banyak disampaikan masyarakat yakni berkaitan dengan desil yang terlalu tinggi.

Adu Banteng Dua Motor di Trowulan Mojokerto, Satu Pelajar Tewas

Sepeda motor Honda C-70 diduga berjalan terlalu ke kanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Yamaha Vega R.

Kekeringan di Tuban-Bojonegoro Menahun, Pemprov Didesak Ubah Penanganan untuk Jangka Panjang

"Bagaimana air bisa ditampung, disimpan, dan didistribusikan sehingga tersedia ketika musim kemarau," tegas Ony.

Konsolidasi Akbar FSPMI Bahas UU Cipta Kerja, yang Datang Kapolri

Kapolri menekankan pentingnya menjaga iklim investasi tetap aman dan kondusif.

Identitas Korban Tewas dan Luka Laka Hiace di Tol Jombang-Mojokerto

Tiga orang tewas di lokasi kejadian dan satu meninggal saat perjalanan evakuasi ke RSUD Jombang. 

Ekstranas VIII di Lamongan Dibuka, Ajang Berbagi Perkembangan Vokasi di Madrasah

Akhmad Sruji Bahtiar mendorong seluruh peserta memanfaatkan momentum Ekstranas VIII untuk memperluas jejaring.