Potret Miris Akses Kesehatan Warga di Dusun Jlopo Mojokerto
- Penulis : Achmad Supriyadi
- | Selasa, 28 Jul 2026 21:18 WIB
selalu.id - Aksi warga yang mentandu dan menurunkan seorang lansia dari truk viral di media sosial, Selasa (28/7/2026).
Kejadian itu terjadi di Dusun Jlopo, Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.
Baca Juga: Sederet Komitmen Pemkab Mojokerto dalam Lindungi Sungai Indonesia
Lansia yang ditandu dan diturunkan dari truk tersebut diketahui bernama Doso. Pria 70 tahun itu belum pulang kerumahnya sejak Minggu (26/7/2026).
Sejumlah warga mencari di sekitar rumahnya danDoso ditemukan setelah terjatuh di area bekas galian c atau tambang pada keesokan harinya atau Senin (27/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Sunaryo, seorang warga yang ada di video mengatakan desanya tidak memiliki mobil siaga desa, sehingga setelah mengevakuasi Doso dari area bekas tambang dengan dinaikkan truk pengusaha palet.
"Jujur, di sini saya nggak ada mobil siaga desa. Padahal 4 tahun yang lalu saya sudah minta sama Bapak Lurah. Dari dulu, belum pernah ada," ungkapnya.
Sunaryo menambahkan, jika ada warga yang membutuhkan atau evakuasi karena sakit ke puskesmas ataupun ke rumah sakit, harus sewa mobil rental.
"Dulu ada warga sini yang punya mobil, minta bantuan di situ. Sekarang mobilnya dijual, jadi nggak ada. Dari dulu rental bayar Rp300 ribu sampai Rp500 ribu sama sopir," jelasnya.
Baca Juga: Wali Kota Mojokerto Cup Ju-Jitsu 2026 Resmi Dibuka, Cetak Atlet Unggulan hingga Dongkrak Ekonomi
Menurut pria yang akrab disapa Komeng ini, saat itu evakuasi Doso yang juga pamannya itu mengalami kesulitan lantaran medan yang jauh serta bekas tambang, ditambah tidak adanya mobil siaga desa sehingga evakuasi memakan waktu dua jam.
"Sangat sulit, dari medannya, dari medan menuju ke rumahnya juga kesulitan karena nggak ada mobil siaga kemarin. Ada truk mau memuat palet milik pengusaha," bebernya.
"Saya itu telpon, minta bantuan sama yang punya dan dibolehkan. Memutar mungkin 5 kilometer. Di situ kan sebenarnya ada akses untuk ke desa lain terus runtuh kan, Jalannya runtuh jadi nggak bisa lewat, membutuhkan waktu dua jam lebih," tambah Komeng.
Sunaryo berharap, agar ada perhatian untuk warga Desa Curahmojo yang membutuhkan mobil desa untuk kepentingan masyarakat banyak. Serta meminta agar jalan poros desa yang menghubungkan dua desa bisa segera diperbaiki.
Baca Juga: Momen Haru Warga Mojokerto Sambut Bantuan Air Bersih dari Pemerintah
"Tolonglah datang ke sini, ke bawah. Masak bupati nggak mau datang lihat jenguk keadaan kami ada di bawah. Kami cuma butuh akses jalan sama mobil siaga desa," ujarnya.
Sementara Muhaimin, menantu Doso, menjelaskan bahwa mertuanya itu sudah mengalami pikun. Saat itu keluar dan belum kembali kerumah selama 28 jam.
"Ketemunya di lokasi sirtu galian. Waktu ketemu kondisinya lemas, masih sadar. Evakuasi pakai bayang (kursi panjang dari bambu) karena darurat dan saat diangkat pinggangnya sakit lalu dinaikkanke truk seadanya," katanya.
"Kasihan. Berobatnya ke bidan desa tidak berobat ke rumah sakit,. Truknya milik Pak Darmuji tetangga sini. Di sini tidak ada mobil siaga desa," tambah Muhaimin.
Editor : Zein MuhammadURL : https://selalu.id/news-14834-potret-miris-akses-kesehatan-warga-di-dusun-jlopo-mojokerto
