Rabu, 09 Sep 2026 01:40 WIB

Pasca Home Care Jember Diluncurkan, DPR: Layak Jadi Percontohan Nasional

Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra, saat memberikan sambutan peresmian Home Care di Jember. (Foto: Nurul/ selalu id)
Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra, saat memberikan sambutan peresmian Home Care di Jember. (Foto: Nurul/ selalu id)

selalu.id - Program Home Care yang resmi diluncurkan Pemerintah Kabupaten Jember menuai apresiasi dari Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Komisi VI, Kawendra Lukistian. Menurutnya, layanan kesehatan berbasis kunjungan ke rumah tersebut merupakan inovasi yang menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat, khususnya warga kurang mampu.

Kawendra menilai kebijakan yang diinisiasi Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait itu mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan untuk mengakses fasilitas medis.

Baca Juga: Pembahasan KUA-PPAS 2027 Rampung, Pemkab Jember dan DPRD Sepakati Target Pendapatan Rp4,5 Triliun

"Kalau masyarakat yang mampu bisa memiliki dokter pribadi, tentu masyarakat kurang mampu juga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Gagasan seperti ini patut diapresiasi karena benar-benar berpihak kepada rakyat," ujar Kawendra, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, Home Care bukan sekadar program kesehatan, melainkan bentuk pelayanan publik yang menghadirkan negara lebih dekat dengan masyarakat. Dengan tenaga medis yang datang langsung ke rumah pasien, warga dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan tanpa harus menghadapi kendala transportasi maupun kondisi fisik.

Ia mengatakan konsep tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas nasional. Pelayanan kesehatan yang merata dinilai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Kesehatan adalah investasi pembangunan. Ketika masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang mudah dan cepat, kualitas SDM juga akan semakin baik," katanya.

Baca Juga: Kabar Baik! 8.190 PPPK Paruh Waktu Jember Diperpanjang, Siap Dialihkan jadi Penuh Waktu

Kawendra optimistis inovasi yang dikembangkan Pemkab Jember dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah lain apabila terbukti mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, keberanian menghadirkan konsep pelayanan kesehatan berbasis kunjungan rumah merupakan langkah maju yang layak didukung oleh berbagai pihak.

"Jember menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik bisa lahir dari daerah. Saya berharap program ini terus berkembang dan dapat menginspirasi daerah-daerah lain di Indonesia," ungkapnya.

Baca Juga: Bupati Fawait Pastikan Pasokan BBM di Jember Aman dan Bakal Ditambah

Sementara itu, Program Home Care menjadi salah satu inovasi unggulan Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama warga kurang mampu, lanjut usia, penyandang disabilitas, maupun kelompok rentan lainnya.

Melalui layanan tersebut, tenaga kesehatan mendatangi langsung rumah pasien untuk memberikan pemeriksaan, konsultasi, hingga penanganan medis dasar. Pemerintah Kabupaten Jember berharap program ini mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, merata, dan mudah diakses sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Rombongan Jurnalis Hilang Kontak saat Hendak Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Hingga saat ini, tim SAR tengah melakukan pencarian terhadap rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Jukir Liar yang Keroyok Pengendara Mobil di Surabaya Diamankan, Ini Tampangnya

Total tiga jukir liar yang diamankan Unit Resmob Polrestabes Surabaya dalam kasus ini. Saat ini, ketiganya tengah diperiksa intensif untuk mengungkap perannya.

Ribuan Penerima Bansos di Mojokerto Dicoret Gegara Judol: Jika Mau Protes, Ini Syaratnya

Dinsos Mojokerto memastikan masyarakat tidak perlu panik. Pemerintah masih membuka ruang sanggah dan klarifikasi melalui dua mekanisme pengaktifan kembali.

PDAM Surabaya Klaim Tarif Paling Murah se-Indonesia, Tapi Air untuk Warga Keruh

DPRD juga pertanyakan potensi kejanggalan dalam skema pemanfaatan air oleh hotel-hotel besar yang diduga menikmati fasilitas dengan tarif yang tidak sepadan.

Jatim Partisipasi Tertinggi dalam Ajang OMI 2026, Targetkan Pertahankan Juara Umum

Tak hanya memimpin dari segi jumlah peserta, Jatim juga mengerahkan titik lokasi (Tilok) ujian terbanyak nasional, yakni mencapai 647 titik.

Polemik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit Surabaya, PDAM Pilih Jalur Diskusi

PDAM Surabaya menegaskan penyelesaian polemik ini memerlukan ruang diskusi lintas sektor yang melibatkan pengembang serta pemerintah pusat.