Rabu, 28 Okt 2026 23:40 WIB

Babak Baru Korupsi ESDM Jatim: Satu Cewek jadi Tersangka, Sita Uang Rp1,48 M

Ertika Dinawati (ED), Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Jawa Timur saat digelandang ke Rutan oleh penyidik Kejati Jatim. (Foto: Moris/selalu.id).
Ertika Dinawati (ED), Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Jawa Timur saat digelandang ke Rutan oleh penyidik Kejati Jatim. (Foto: Moris/selalu.id).

selalu.id - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur kembali menetapkan seorang tersangka dalam perkara dugaan korupsi berupa pemerasan dan pungutan liar (pungli) pada proses pengajuan dan penerbitan perizinan di lingkungan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Selasa, 28 Juli 2026.

Tersangka yang baru ditetapkan adalah Ertika Dinawati (ED), Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Jawa Timur. Setelah menjalani pemeriksaan, ED langsung ditahan di Rumah Tahanan Kejati Jatim untuk kepentingan penyidikan.

Baca Juga: Nama Gubernur Khofifah Muncul di Sidang Korupsi ESDM Jatim, Saksi Ungkap Alurnya

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim I Gede Punia Atmaja mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan, ED diduga melakukan praktik penyalahgunaan wewenang terhadap 217 pemohon izin atas perintah mantan Kepala Dinas ESDM Jatim, Aris Mukiyono (AM), yang sebelumnya telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

"Tersangka ED ini melakukan praktik penyalahgunaan wewenang terhadap 217 pemohon izin yang dimintai uang dengan total mencapai Rp1.336.683.000 atas perintah AM yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas ESDM Jawa Timur," terang Punia.

Selain menjalankan perintah atasannya, penyidik juga menemukan dugaan pungutan liar yang dilakukan ED atas inisiatif sendiri terhadap empat pemohon izin. Nilai pungutan dalam empat perkara tersebut mencapai Rp145 juta.

Baca Juga: Kejati Jatim Tahan Tersangka Baru Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara 6,1 Miliar

Dengan demikian, total uang yang diduga berkaitan dengan praktik pungli yang melibatkan ED mencapai sekitar Rp1,48 miliar.

Penyidik juga mengungkap, ED diduga menugaskan Hermawan, mantan Ketua Tim Kerja Pengusahaan Air Tanah Dinas ESDM Jatim yang juga telah berstatus tersangka, untuk mencatat seluruh arus masuk dan keluar uang hasil pungutan liar.

"Tersangka ED menugaskan H untuk mencatat seluruh arus masuk dan keluar uang hasil pungli tersebut. Seluruh pembukuan keuangan ilegal itu wajib mendapatkan persetujuan dari tersangka ED sebelum dilaporkan secara berkala kepada AM selaku atasannya," jelas Punia.

Baca Juga: Gelar Diskusi Bersama Kejati Jatim, Pelindo Pertegas Mitigasi Risiko Hukum BUMN

Menurut Kejati Jatim, peran ED tidak hanya sebagai pelaksana pungutan, tetapi juga mengendalikan administrasi keuangan hasil pungli yang diduga berlangsung secara sistematis dalam proses penerbitan perizinan di Dinas ESDM Jawa Timur.

Atas perbuatannya, ED dijerat Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 huruf B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Pasal 606 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ormas Madas Blokade Jalur Pantura Probolinggo, Disebut Berseteru dengan Polisi

‎Ketua DPC Madas Kabupaten Probolinggo, Suhermanto mengatakan, pihaknya tidak akan membuka blokade sebelum anggotanya dikeluarkan.

Saat 150 Aktivis Muda Nganjuk Bersatu Merawat Api Sumpah Pemuda

AKBP Suria Miftah mengatakan bahwa mahasiswa memegang peranan vital dalam menjaga kondusivitas serta nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika masyarakat.

Elf Bawa Rombongan dari Bojonegoro Rem Blong di Pacet, 4 Orang Patah Kaki-Tangan

Beruntung, kendaraan yang ditumpangi 17 orang satu keluarga asal Bojonegoro itu berhasil berhenti setelah menabrak tumpukan sekam. Mereka pun selamat.

Cewek yang Tabrak Orang hingga Tewas Usai Dugem di Club Ambyar Kini Disidang

Atas tindakan nekatnya ini, terdakwa Erica Natasha Risakotta dijerat pasal berlapis. Ancaman hukuman berat pun menantinya.

Jaga Kondusifitas, Polda Jatim Rangkul Ribuan Mahasiswa hingga Santri

Irjen Dekananto menegaskan, konsolidasi ini menjadi momentum krusial bagi generasi muda dalam menyambut Indonesia Emas 2045.

Potret Pelindo Terminal Petikemas Bekali Keterampilan Anak Binaan LPKA Kelas I Blitar

Dukungan pendidikan dan pengembangan keterampilan ini menjadi bagian penting dalam membuka kesempatan bagi mereka untuk membangun kehidupan yang lebih baik.