Sabtu, 19 Sep 2026 02:58 WIB

Pemkab Sidoarjo Perkuat TPS 3R dan Digitalisasi, Targetkan Kota Bebas Sampah Liar

  • Penulis : Ariyanto
  • | Senin, 08 Jun 2026 20:40 WIB
Bupati Sidoarjo Subandi saat audensi dengan DLHK untuk evaluasi TPS 3R. (Dok. Diskominfo Sidoarjo).
Bupati Sidoarjo Subandi saat audensi dengan DLHK untuk evaluasi TPS 3R. (Dok. Diskominfo Sidoarjo).

selalu.id - Tumpukan sampah menjadi ancaman nyata bagi Sidoarjo. Setiap hari, hampir 900 ton sampah dihasilkan warga, sebagian besar langsung menuju TPA Griyo Mulyo Jabon, sementara sampah liar masih merajalela di berbagai titik.

Pemkab Sidoarjo merespons kondisi ini dengan strategi komprehensif: memetakan seluruh TPS 3R, memperkuat sistem digital, meningkatkan fasilitas desa, serta memperketat pengawasan pembuangan sampah.

Baca Juga: Antisipasi Penyakit Zoonosis, DPPP Sidoarjo Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Bupati Sidoarjo, Subandi menegaskan penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab DLHK, tetapi seluruh elemen masyarakat.

“Kita berusaha memetakan semua persoalan TPS 3R yang ada di Sidoarjo. Tugas penanganan sampah ini bukan hanya DLHK, tetapi menjadi tugas kita bersama mulai pemerintah daerah, camat, desa, RT hingga masyarakat,” tegasnya saat audiensi dengan Tim DLHK terkait TPS 3R di Opsroom, Senin (8/5/2026).

DLHK mencatat, dari total timbulan sampah harian, 534 ton masih dibuang langsung ke TPA, 77,24 persen merupakan sampah tercampur, dan 86,58 ton atau 9,7 persen dibuang liar. Kondisi ini menegaskan perlunya perbaikan sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir agar kapasitas TPA tidak cepat penuh.

Sebagai ujung tombak pengelolaan, TPS 3R mendapat perhatian khusus. Dari 210 TPS 3R, 22 TPS 3R berkinerja baik dipertahankan dengan alokasi Rp4,02 miliar.

Baca Juga: Jargas APBN Capai 29 Ribu Sambungan di Sidoarjo, Pemasangan Dipastikan Gratis

Sementara 77 TPS 3R berkinerja sedang ditingkatkan kapasitasnya melalui mesin pemilah, conveyor, insinerator, dan kendaraan operasional roda tiga dengan total Rp14,12 miliar.

Namun, 86 TPS 3R masih berkinerja rendah dan 25 TPS 3R tidak aktif, padahal TPS 3R melayani sekitar 34,87 persen dari 311.688 kepala keluarga.

Pemkab Sidoarjo memanfaatkan sistem dashboard digital untuk memantau TPS 3R, pengangkutan sampah, dan retribusi.

Baca Juga: PMII Sidoarjo Bongkar Catatan RAPBD Perubahan 2026, Minta Pengesahan Ditunda

"Semua harus menggunakan dashboard. Nanti akan terlihat TPS 3R yang sudah berjalan baik, yang masih perlu pembenahan, termasuk wilayah dengan retribusi yang masih rendah. Saya juga minta tolong Kominfo untuk membantu dari sisi teknologi informasinya," jelas Subandi.

Pengawasan sampah liar juga diperkuat. Desa-desa diarahkan memasang CCTV di titik rawan dan menegakkan sanksi bagi pelanggar.

Melalui penguatan TPS 3R, pemanfaatan teknologi, partisipasi masyarakat, dan regulasi desa, Pemkab Sidoarjo optimistis bisa menciptakan Sidoarjo yang bersih, sehat, dan asri, sekaligus menghindarkan daerah dari ancaman krisis sampah.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Prakiraan Cuaca Surabaya Besok, Begini Imbauan BMKG

BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Kota Surabaya cenderung bersahabat sepanjang akhir pekan. Meski begitu, masyarakat diminta waspada.

The Scandal, Kisah Playboy Taklukkan Janda Muda Demi Taruhan

Meski Hui Yeon berulang kali menolak godaan Cho Won, pertahanan dirinya perlahan mulai goyah oleh rayuan yang dilancarkan secara masif.

Crane Proyek Roboh di Surabaya, Bikin Listrik Padam dan Jalanan Macet

Beruntung, meski material besi berukuran raksasa itu ambruk ke jalan raya, tidak ada korban jiwa maupun kendaraan yang tertimpa dalam insiden ini.

Bukan Cuma Datang dan Foto, Ini Alur Layanan Home Care Pemkab Jember untuk Pasien

Untung menegaskan, kehadiran petugas di rumah pasien merupakan langkah awal untuk memastikan kondisi warga dapat diketahui secara langsung.

Lahan KAI Belakang Pasar Turi jadi Tempat Sampah Ilegal, Pemkot Surabaya Siapkan Sanksi Tegas

Pemkot Surabaya menemukan adanya indikasi aktivitas pemilahan dan pengelolaan sampah yang diduga melanggar aturan di kawasan tersebut.

Prof Tjandra Sridjaja Terpilih Aklamasi: Jadikan AAI Rumah Bersama Seluruh Advokat Nusantara!

Penetapan itu dilakukan dalam Sidang Pleno didukung bulat oleh 19 Dewan Pimpinan Cabang dari seluruh Indonesia di Surabaya, Jumat (18/9/2026).