Senin, 07 Sep 2026 03:09 WIB

Atasi Kendala Transportasi Warga Miskin, Pemkab Jember Luncurkan Layanan Kesehatan Home Care

Pelepasan mobil Home Care oleh Bupati Jember Muhammad Fawait. (Foto: Nurul/selalu.id).
Pelepasan mobil Home Care oleh Bupati Jember Muhammad Fawait. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memperkuat pelayanan kesehatan berbasis jemput bola dengan menyiagakan 50 armada Home Care yang akan melayani masyarakat hingga ke rumah-rumah. 

Kesiapan armada tersebut ditandai melalui apel yang dipimpin langsung Bupati Jember Muhammad Fawait di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga: Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Program Home Care disiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan, terutama warga kurang mampu, lansia, penyandang disabilitas, serta balita yang mengalami stunting.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, meski seluruh warga ber-KTP Jember telah dijamin melalui program Universal Health Coverage (UHC), masih banyak masyarakat yang belum dapat menikmati layanan kesehatan karena terkendala biaya transportasi menuju puskesmas maupun rumah sakit.

"Masih ada warga yang tidak bisa berobat bukan karena biaya pengobatannya, tetapi karena tidak memiliki ongkos untuk datang ke fasilitas kesehatan. Melalui Home Care, pemerintah yang akan mendatangi mereka," jelasnya.

Fawait mengatakan Jember masih menghadapi tantangan besar di sektor kesehatan karena menjadi salah satu daerah dengan jumlah penduduk miskin tertinggi di Jawa Timur. 

Kondisi tersebut berpengaruh terhadap tingginya kasus stunting, angka kematian ibu dan bayi, serta berbagai persoalan kesehatan lainnya.

Baca Juga: Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Melalui layanan Home Care, tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah pasien, memberikan pengobatan, melakukan konsultasi dengan dokter melalui jejaring rumah sakit, hingga memberikan rujukan apabila diperlukan penanganan lanjutan.

Selain pelayanan medis, pemerintah daerah juga akan memberikan bantuan sembako secara berkala kepada keluarga kurang mampu sebagai bentuk dukungan terhadap proses pemulihan kesehatan.

Untuk menjalankan program tersebut, Pemkab Jember menerjunkan sekitar 1.200 tenaga kesehatan yang akan bekerja berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) agar pelayanan berjalan optimal dan tepat sasaran.

Fawait menegaskan, program ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih merata. 

Baca Juga: Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Menurutnya, jika selama ini dokter keluarga identik dengan masyarakat mampu, kini warga kurang mampu di Jember juga akan mendapatkan pendampingan kesehatan secara langsung melalui Home Care.

Armada yang digunakan tidak seluruhnya berasal dari pengadaan baru. Sebagian kendaraan merupakan mobil dinas milik sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang dialihkan fungsinya menjadi kendaraan pelayanan masyarakat sebagai bentuk efisiensi anggaran dan optimalisasi aset pemerintah.

"Semua aset pemerintah harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Home Care kami harapkan menjadi inovasi pelayanan publik yang dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus membantu mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Jember," papar Fawait.

Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperluas akses layanan kesehatan hingga menjangkau masyarakat yang selama ini sulit memperoleh pelayanan medis secara langsung. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.