Senin, 09 Nov 2026 01:35 WIB

Kejari Jember Tetapkan Tiga Tersangka dalam Dugaan Korupsi Bank Jatim Rp2,9 Miliar

Para tersangka kasus korupsi Bank Jatim Jember saat ditahan Kejaksaan Negeri Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).
Para tersangka kasus korupsi Bank Jatim Jember saat ditahan Kejaksaan Negeri Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim).

Dalam perkara pengelolaan keuangan bank untuk periode 2023–2025, itu penyidik menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

Baca Juga: Gus Fawait Ajak Kader LSN Bersatu Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo

Kepala Kejari Jember, Yadyn mengungkapkan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah tim penyidik mengumpulkan alat bukti yang cukup melalui serangkaian proses penyelidikan dan penyidikan.

"Tiga orang telah kami tetapkan sebagai tersangka, yakni berinisial MZL, YASB, dan NDP dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan Bank Jatim periode 2023 hingga 2025," katanya, Kamis (23/7/2026).

Dari ketiga tersangka tersebut, YASB dan NDP langsung dititipkan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Jember untuk menjalani masa penahanan selama 20 hari pertama.

Sementara MZL belum dilakukan penahanan karena saat ini masih menjalani hukuman dalam perkara lain yang telah berkekuatan hukum tetap, yakni kasus pembakaran Kantor Bank Jatim Cabang Pembantu (Capem) Kalisat.

Penyidik menduga para tersangka bekerja sama melakukan penyalahgunaan dana milik bank daerah yang mengakibatkan kerugian negara. 

Nilai kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp2,9 miliar dan diduga digunakan untuk kepentingan pribadi.

Baca Juga: 7 Polisi Dimutasi usai Gerebek 3 Kader Gerindra Pesta Sabu, Polrestabes Surabaya: Pembinaan Karier

Untuk memastikan besaran kerugian negara secara resmi, Kejari Jember berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Timur guna melakukan audit dan penghitungan.

Selama proses penyidikan, jaksa juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari dokumen transaksi, uang yang sebagian telah dikembalikan, aset berupa tanah, hingga barang-barang lain yang diduga berasal dari hasil tindak pidana sebagai upaya pemulihan kerugian negara.

Selain menelusuri barang bukti, penyidik juga mendalami aliran dana yang diduga berasal dari hasil korupsi. 

Langkah asset tracing dilakukan untuk mengetahui apakah dana tersebut telah dialihkan menjadi berbagai aset seperti rumah, kendaraan, maupun bentuk kekayaan lainnya.

Baca Juga: Gus Fawait Masuk Radar Pilgub Jatim 2029, LSN Perkuat Jaringan Daerah

Yadyn menjelaskan, dugaan korupsi ini juga memiliki keterkaitan dengan kasus pembakaran Kantor Bank Jatim Capem Kalisat yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik.

 Berdasarkan hasil penyidikan, aksi pembakaran tersebut diduga dilakukan untuk menghilangkan jejak dan barang bukti terkait dugaan penyimpangan keuangan.

"MZL tidak hanya berperan dalam perkara pembakaran, tetapi juga diduga ikut menikmati hasil tindak pidana korupsi, sehingga kembali dijerat dalam perkara yang berbeda," jelasnya

Kejari Jember memastikan penyidikan masih terus dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru apabila ditemukan alat bukti yang cukup mengenai keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Peduli Krisis Air Bersih, SIER Salurkan 25.000 Liter Air dan Tiga Tandon untuk Warga Pasuruan

Dalam kegiatan tersebut, SIER menyalurkan bantuan berupa 25.000 liter air bersih serta tiga unit tandon air.

Presiden Prabowo Bertemu 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Apa?

Selain para mantan Kapolri, pertemuan itu juga dihadiri Kapolri Jenderal Suyudi, Panglima TNI Jenderal Agus Sudibyo, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Ibu Rumah Tangga hingga Akademisi Perempuan Turun Demo di Surabaya, Ini Lima Tuntutannya

Penyampaian aspirasi kali ini dikemas melalui pertunjukan seni, pembacaan puisi, musik biola, mimbar bebas hingga instalasi seni.

Pendemo Tolak Bunga Pemberian Polwan saat Demo di Taman Apsari Surabaya

Mereka membawa sejumlah aspirasi, salah satunya berkaitan dengan persoalan pajak pembalut.

BKK 2027 600 Juta/Desa, Subandi: Percepatan Pembangunan hingga Harmonisasi Perangkat

Pesan tersebut disampaikan Subandi saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Profesionalisme dan Akuntabilitas Aparatur Desa.