Minggu, 01 Feb 2026 22:42 WIB

Begini Cara Wali Kota Eri Cahyadi Atasi Pengangguran di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 25 Mar 2022 19:16 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi saat menabur benih ikan di Surabaya
Wali Kota Eri Cahyadi saat menabur benih ikan di Surabaya

selalu.id - Pemkot Surabaya mencanangkan Hari Padat Karya pemberdayaan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) pada 25 Maret 2022 sebagai salah satu strategi untuk mengatasi kemiskinan dan mendongkrak perekonomian warga Surabaya.

"Saya yakin tahun 2022 kalau kita bisa manfaatkan semua lahan yang ada, maka kita bisa menghilangkan pengangguran," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, saat berada di lahan Bekas Tanah Kas Desa (BTKD), Tambak Sari, Jumat (25/3/2022).

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Eri mengatakan, lahan BTKD Tambak Wedi seluas 6.000 meter persegi tersebut, bisa dimanfaatkan lahan untuk pertanian, peternakan, dan perikanan.

"Ini InsyaAllah ada lahan 4 hektar dan yang kita manfaatkan masih 6 ribu meter persegi. Berarti apa? jangan sampai ada MBR dan pengangguran di Surabaya," jelasnya.

Lahan BTKD tambak wedi tersebut, kata Eri, bisa dimanfaatkan warga Surabaya serta mengatasi pengangguran. Menurutnya, bukanya hanya jadikan warga sebagai outsourcing di lingkup Pemkot Surabaya.

"Seluruh aset pemkot harus dimanfaatkan oleh umat Kota Surabaya, wabil khusus MBR dan yang belum punya pekerjaan,"ujarnya.

Eri menyampaikan, di lahan BTKD tersebut bisa dimanfaatkan warga bisa manfaatkan untuk budidaya maggot, tanaman hidroponik, jagung dan sawi.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Tak hanya itu, Pemkot juga akan memastikan untuk membantu pemasaran hasil panen hasil dari budidaya warga di lahan tersebut.

"Njenengan (anda) kerja, pemkot yang memasarkan dan mencari bagaimana ini dipasarkan," tegas dia.

Lebih lanjut Eri menyampaikan, pemkot tidak mungkin membangun Kota Surabaya tanpa melibatkan seluruh stakeholder. Termasuk pula tidak bisa memisahkan pemerintah dengan masyarakatnya.

"Karena itu saya mengatakan, bahwa sudah waktunya pemerintah kota ini mencanangkan Padat Karya untuk umat Surabaya," kata Eri.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Program Padat Karya ini juga dikuatkan melalui Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Lewat SEB itu, kata dia, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sepakat menetapkan, minimal 40 persen alokasi belanja barang dan jasa dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus dikerjakan UMKM.

"Aturannya baru keluar 2022, kita sudah jalan tahun 2021. Karena dulu saya yakin yang saya kerjakan itu untuk kepentingan umat dan ternyata sekarang aturannya boleh. Inilah waktunya ekonomi kerakyatan di Kota Surabaya harus bangkit," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.