Jumat, 05 Jun 2026 03:21 WIB

Minyak Goreng Oh... Minyak Goreng

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 18 Mar 2022 22:46 WIB
Salah satu pedagang di Surabaya yang masih menjual minyak curah
Salah satu pedagang di Surabaya yang masih menjual minyak curah

selalu.id - Penghapusan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan, berdampak pada kelangkaan stok barang minyak goreng curah.

Pantauan selalu.id di pasar beberapa pedagang tidak lagi menjual minyak goreng curah dikarenakan tidak adanya barang. Yayuk (54), salah satu pembeli mengaku saat dirinya dapat kabar yang beredar bahwa stok minyak goreng sudah stabil di pasaran, tetapi ternyata harganya malah melonjak naik.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

"Tapi pas ke pasar, cari yang curah nggak ada. Ada yang kemasan tapi mahal banget," katanya.

Hal yang berbeda dialami, Heny (49), seorang Ibu Rumah Tangga yag mengaku membeli minyak goreng kemasan di minimarket dekat rumahnya.

Namun, dirinya kecewa, harga minyak goreng yang tinggi yang membuatnya mengurungkan niat membeli minyak goreng.

"Mahalnya nggak masuk akal. Masa 2 liter harganya hampir 50 ribu? Nggak jadi beli, tunggu harga turun," ujar dia.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Sementara itu, Ketua Satgas Pangan Jawa Timur, AKBP Oki Ahadian, menyampaikan, pihaknya telah melakukan sidak keberadaan minyak goreng hari ini di Pasar Wonokromo Surabaya.

Oki menyampaikan, pengecekan ketersediaan minyak goreng kemasan di pedagang pasar sudah ada. Akan tetapi terkendala ke minyak curah yang kini lebih dicari konsumen.

"Yang terkendala minyak curah ada di beberapa pedagang harganya bervariatif dari hasil pengecekan. Kita telusuri distribusi minyak curah sejauh mana kendalanya. Kita akan lakukan penulusuran," kata Oki, usai Sidak harga minyak goreng di Pasar Wonokromo, Jumat (18/3/2022).

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Sesuai dengan Peraturan Mentri Perdagangan (Permendag), kata dia, yang diatur minyak goreng curah itu sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Sehingga, pihaknya melakukan penelusuran.

Diketahui, saat kebijakan HET minyak goreng kemasan beberapa waktu lalu, ketersediaan barang kosong dengan alasan keterlambatan pengiriman. Sedangkan saat ini HET minyak kemasan dicabut, tiba-tiba ketersediaan barang tercukupi dengan harga yang tinggi. Sementara minya curah yang ditetapkan oleh pemerintah HET-nya, secara ajaib mengalami kelangkaan. Minyak goreng oh....minyak goreng.(SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.