Senin, 02 Feb 2026 06:01 WIB

Polisi Ringkus 4 Tersangka Mafia Bola Pengaturan Skor Liga 3, Satu Orang DPO

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 16 Mar 2022 16:23 WIB
Konfrensi pers penangkapan tersangka mafia bola di Mapolda Jatim
Konfrensi pers penangkapan tersangka mafia bola di Mapolda Jatim

selalu.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur berhasil menangkap 4 orang tersangka mafia bola yang terlibat pengaturan skor di liga 3 Jatim. Para mafia ini mengatur skor pada pertandingan Gresik Putra FC vs NZR Sumbersari dan pertandingan Gresik Putra FC vs Persema malang, pada 14-15 November 2021 lalu.

4 tersangka mafia bola tersebut berisinial BS (52) , DYPN (33), IM, dan FA (47). Akan tetapi ada satu buruan Polda Jatim yang ditetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO) yakni HP (33).

Baca Juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Totok Suharyanto mengungkapkan, HP dianggap dua kali mangkir dalam agenda pemeriksaan sebagai tersangka, yang telah dilakukan beberapa pekan lalu.

Setelah diterbitkannya Surat DPO tersebut, penyidik dari Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Jatim bakal segera melakukan pengejaran dan melakukan penjemputan paksa terhadapnya.

"HP saat ini posisi (status) sebagai DPO. Karena sudah dipanggil 2 kali enggak hadir. Kami akan segera melakukan upaya paksa, saat keberadaan tersangka sudah kami dapatkan," ujarnya di Mapolda Jatim, Rabu (16/3/2022).

Berdasarkan catatan kepolisian, HP diduga bersekongkol dengan tersangka lain berinisial DYP untuk mengubungi BS dan mengkondisikan pemain Gestra FC saat melawan Persema FC, dengan imbalan Rp 70 juta, dan meminta BS agar Persema FC mengalah dengan skor 1-0 pada babak pertama

Kelima orang tersangka itu, diduga kuat terlibat dalam persekongkolan pengaturan skor dalam dua pertandingan sepakbola Liga 3 PSSI Jatim.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Kemudian, nilai uang yang mengalir dalam praktik kotor yang dilakukan para pelaku bervariasi, mulai dari Rp 20 juta, Rp 30 juta, hingga Rp 70 juta.

Ketua Asosiasi (Asprov) PSSI Jatim Ahmad Riyadh mengapresiasi pihak kepolisian, atas kerjasama untuk membongkar praktik tersebut, demi kemajuan sepak bola Indonesia yang bersih dari mafia.

"Kami mengapresiasi sampai terungkap kasus hingga penangkapan tersangka. Ini adalah sesuatu yang luar biasa di dunia sepak bola. ini momen yang cukup penting menindaklanjuti kerja sama antara PSSI dan Mabes Polri, untuk memberantas mafia bola yang dimulai dari Jatim," pungkasnya.

Baca Juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Dari tangan keempat tersangka, penyidik menyita sejumlah barang bukti yakni hasil pemeriksaan laboratorium forensik terhadap ponsel dan memori card tersangka.

Kemudian, surat keputusan Komdis PSSI Jatim No 001 dan 002/Komdis/PSSI Jatim/XI/2021 tanggal 19 November 2021. Dan, tujuh unit ponsel, delapan kartu perdana, dan empat memori penyimpanan file ponsel.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 2 UU No. 11 th 1980 tentang Tindak pidana suap denga ancaman hukumnan penjara selama-lamanya 5 tahun dan denda sebanyak-banyaknya Rp. 15 juta. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.