Selasa, 21 Jul 2026 18:37 WIB

DPRD Minta Pemkot Bentuk Satgas Agraria Atasi Kasus Sengketa Tanah di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 15 Mar 2022 11:27 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Josiah Michel
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Josiah Michel

selalu.id - DPRD Surabaya meminta pemkot bentuk Satgas Agraria untuk mengatasi kasus sengketa tanah yang cukup tinggi di Surabaya. Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi A DPRD Surabaya, Josiah Michel.

Josiah mengaku dirinya sering kali menerima aduan dan menggelar hearing dari warga mengenai sangketa tanah yang masih banyak terbengkalai tanpa solusi.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Bahkan dalam 2 titik reses saya pertengahan Februari lalu, warga meradang menjelaskan status tanahnya, yang mana kesemuanya bersengketa dengan developer,"kata Josiah saat dihubungi selalu.id, Selasa, (15/3/2022).

Josiah menyampaikan, sangketa tanah terjadi karena bermacam-macam, mulai amburadulnya sistem pencatatan baik di Badan Pertanahan Nasional (BPN) maupun Pemkot Surabaya, klaim sepihak hingga penguasaan secara ilegal.

"Kasus-kasus sengketa tanah ini bahkan sudah bertahun-tahun tak terselesaikan," bebernya.

Menurutnya, bisa jadi sangketa pertanahan diduga karena ada campur tangan mafia tanah. Sehingga, menimbulkan permasalahan dalam kepemilikan tanah di Surabaya.

Oleh karena itu, untuk mencegah banyaknya mafia tanah, Josiah menyarankan Pemkot Surabaya untuk membentuk Satgas Agraria.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Satgas ini terdiri dari Dinas terkait, Kejaksaan, Kehakiman, Kepolisian dan BPN dengan tujuan mencari solusi atas permasalahan ini.

"Masalah tanah ini sangat krusial mengingat tanah adalah aset yang nilainya akan terus naik dan tempat tinggal merupakan kebutuhan utama manusia," ungkapnya.

Lebih lanjut Josiah menyampaikan, satgas ini juga dibentuk untuk mendukung Peraturan Menteri Agraria Nomor 21 tahun 2020 dan merapikan pencatatan serta pengadministrasian kepemilikan tanah di Kota Surabaya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Serta mempunyai fungsi pencegahan sehingga dapat meminimalisir jumlah sengketa pertanahan dan gugatan PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara)," ungkapnya.

Politisi PSI ini berharap Pemkot bersama dengan masyarakat terus memantau dan mengadvokasikan permasalahan sengketa tanah. Hal ini agar, permasalahan tanah segera selesai dan tidak menjadi isu yang berlarut-larut.

"Sudah saatnya warga kota Surabaya bisa tidur nyenyak tanpa kepikiran lagi masalah status tanahnya yang gelap," ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik, Seperti Cintamu ke Dia

Kondisi ini menambah tren kurang baik harga emas Antam Logam Mulia yang sempat naik tipis beberapa hari lalu.