Minggu, 01 Nov 2026 16:40 WIB

DPRD Minta Pemkot Bentuk Satgas Agraria Atasi Kasus Sengketa Tanah di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 15 Mar 2022 11:27 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Josiah Michel
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Josiah Michel

selalu.id - DPRD Surabaya meminta pemkot bentuk Satgas Agraria untuk mengatasi kasus sengketa tanah yang cukup tinggi di Surabaya. Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi A DPRD Surabaya, Josiah Michel.

Josiah mengaku dirinya sering kali menerima aduan dan menggelar hearing dari warga mengenai sangketa tanah yang masih banyak terbengkalai tanpa solusi.

Baca Juga: Siasat Licik Penjual Miras Ilegal di Surabaya Hindari Razia Satpol PP

"Bahkan dalam 2 titik reses saya pertengahan Februari lalu, warga meradang menjelaskan status tanahnya, yang mana kesemuanya bersengketa dengan developer,"kata Josiah saat dihubungi selalu.id, Selasa, (15/3/2022).

Josiah menyampaikan, sangketa tanah terjadi karena bermacam-macam, mulai amburadulnya sistem pencatatan baik di Badan Pertanahan Nasional (BPN) maupun Pemkot Surabaya, klaim sepihak hingga penguasaan secara ilegal.

"Kasus-kasus sengketa tanah ini bahkan sudah bertahun-tahun tak terselesaikan," bebernya.

Menurutnya, bisa jadi sangketa pertanahan diduga karena ada campur tangan mafia tanah. Sehingga, menimbulkan permasalahan dalam kepemilikan tanah di Surabaya.

Oleh karena itu, untuk mencegah banyaknya mafia tanah, Josiah menyarankan Pemkot Surabaya untuk membentuk Satgas Agraria.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Satgas ini terdiri dari Dinas terkait, Kejaksaan, Kehakiman, Kepolisian dan BPN dengan tujuan mencari solusi atas permasalahan ini.

"Masalah tanah ini sangat krusial mengingat tanah adalah aset yang nilainya akan terus naik dan tempat tinggal merupakan kebutuhan utama manusia," ungkapnya.

Lebih lanjut Josiah menyampaikan, satgas ini juga dibentuk untuk mendukung Peraturan Menteri Agraria Nomor 21 tahun 2020 dan merapikan pencatatan serta pengadministrasian kepemilikan tanah di Kota Surabaya.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

"Serta mempunyai fungsi pencegahan sehingga dapat meminimalisir jumlah sengketa pertanahan dan gugatan PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara)," ungkapnya.

Politisi PSI ini berharap Pemkot bersama dengan masyarakat terus memantau dan mengadvokasikan permasalahan sengketa tanah. Hal ini agar, permasalahan tanah segera selesai dan tidak menjadi isu yang berlarut-larut.

"Sudah saatnya warga kota Surabaya bisa tidur nyenyak tanpa kepikiran lagi masalah status tanahnya yang gelap," ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Anggaran Logistik Bencana Tembus Rp41 M: DPRD Jatim Tuntut Pangan Bergizi, Jangan Cuma Kenyang

DPRD Jatim mengakui mie instan praktis dan mudah didistribusikan, namun tidak ideal jika menjadi tumpuan utama asupan pangan di masa pengungsian. 

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Pada titik ini perlu dibuat batas yang tegas. Tidak sahnya Surat Keterangan tersebut tidak otomatis berarti Gibran berhenti sebagai Wakil Presiden.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab