Senin, 02 Feb 2026 06:33 WIB

Mertua Wali Kota Surabaya Wafat, Kader PDIP Hantar ke Peristirahatan Terakhir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 14 Mar 2022 16:24 WIB
Prosesi pemakaman almarhum ayah mertua Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Prosesi pemakaman almarhum ayah mertua Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

selalu.id - Keluarga besar PDI Perjuangan berduka cita atas wafatnya Dadang Djumena, ayahanda mertua dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Dadang Djumena, yang tak lain ayahanda dari Rini Indriyani, istri Eri Cahyadi, wafat pada Senin, 14 Maret 2022, pukul 06.33 WIB. Dadang berpulang pada usia jelang 77 tahun.

"Keluarga besar DPC PDI Perjuangan Surabaya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Dadang Djumena. Semoga almarhum mendapat tempat paling mulia di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, segala dosanya diampuni, semua amal baiknya diterima. Aamiin," ujar Baktiono, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, yang juga Ketua Komis C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Di rumah duka, kawasan Ketintang, tampak sejumlah kader PDIP dari Gayungan dan Jambangan, juga pengurus DPC PDIP Kota Surabaya seperti Achmad Hidayat, Wimbo Ernanto, Siti Maryam, Khusnul Khotimah dan Tri Ratna Indahsari.

Karangan bunga dari para kader PDIP tampak berjejer, di antaranya dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, para pengurus DPD PDIP Jatim, dan para pengurus DPC PDIP Surabaya.

Kader-kader PDI Perjuangan seperti Wimbo Ernanto, Sunar dan Triyarso bersama kader-kader yang lain dari Jambangan dan Gayungan, juga tampak ikut mengangkat keranda berisi jenazah almarhum hingga dibawa ke ambulans lalu diberangkatkan ke Masjid Baitus Salam untuk disalatkan.

Di Makam Tembok Dukuh, tempat almarhum dimakamkan, juga tampak puluhan kader PDIP yang membantu prosesi pemakaman. Mereka berasal dari pengurus PDIP Tembok Dukuh, Bubutan, dan Komunitas Juang Merah Total.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Terlihat juga di lokasi pemakaman, Ketua DPC PDI Perjuangan Adi Sutarwijono, Sekretaris DPC Baktiono, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya seperti Tri Didik Adiono, Sukadar dan yang lainnya.

"Ini kabar lelayu bagi kita semua. Pak Eri Cahyadi adalah kader dan keluarga PDI Perjuangan. Tentu kita semua berduka, dan berdoa agar keluarga beliau senantiasa diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi situasi yang tidak mudah ini," jelas Baktiono.

Kader-kader PDI Perjuangan juga akan ikut tahlil, mendoakan almarhum, sampai hari ke-7.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Nanti para kader PDI Perjuangan Surabaya akan turut tahlilan hingga hari ketujuh mendatang, untuk mendoakan almarhum Bapak Dadang Djumena," ujar Wimbo Ernanto, Wakil Ketua DPC PDIP Kota Surabaya.

Almarhum Dadang lahir pada 28 April 1944. Semasa hidupnya, almarhum mengabdi kepada masyarakat melalui PT PLN. Dadang sempat bertugas di beberapa daerah di Indonesia untuk melayani penyediaan listrik bagi masyarakat. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.