Kamis, 04 Jun 2026 20:24 WIB

DPRD Surabaya Minta Pemkot Siapkan Langkah Solutif Bagi Pendatang Baru Pasca Lebaran

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 25 Mar 2026 14:48 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo. (Dok. Selalu.id).
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - DPRD Surabaya mengingatkan potensi lonjakan urbanisasi atau pendatang ke Kota Pahlawan pasca lebaran bisa memicu persoalan sosial baru jika tidak diawasi secara ketat.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo menilai fenomena urbanisasi usai Lebaran merupakan hal yang wajar.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Hal itu tidak lepas dari posisi Surabaya sebagai pusat ekonomi di Jawa Timur yang selalu menarik pendatang baru.

“Urbanisasi pasca Lebaran adalah fenomena tahunan. Ini konsekuensi logis karena Surabaya menjadi pusat ekonomi yang menarik banyak orang datang,” katanya, Rabu (25/3/2026).

Meski demikian, Cahyo mengingatkan daya tampung kota memiliki batas.

Tanpa pengawasan, arus pendatang berpotensi memicu munculnya masalah sosial baru, mulai dari permukiman kumuh hingga meningkatnya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

“Kalau urbanisasi tidak terkontrol, dampaknya bisa domino. Dari persoalan sosial, lingkungan, sampai beban layanan publik,” tegasnya.

Cahyo menekankan, pengawasan tidak cukup hanya sebatas pendataan administrasi. Ia mendorong Pemkot Surabaya agar menyiapkan langkah lebih solutif dengan mengarahkan pendatang ke sektor produktif.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

“Pendatang tidak hanya didata, tapi juga diarahkan ke pekerjaan, pelatihan, dan sektor produktif. Jadi bisa dikelola, bukan jadi beban kota,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mendorong penguatan sistem pendataan berbasis digital hingga level RT/RW. Optimalisasi aplikasi kependudukan dinilai penting agar pelaporan pendatang baru bisa dilakukan cepat dan akurat.

Tak hanya itu, Cahyo juga meminta penegakan aturan bagi pemilik rumah kos dan kontrakan untuk melaporkan penghuni baru maksimal 1x24 jam.

Di sisi lain, pengawasan lapangan melalui operasi yustisi juga dinilai perlu diperkuat untuk mencegah munculnya hunian liar, terutama di bantaran sungai atau aset milik pemerintah.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Cahyo menambahkan, penanganan pendatang terlantar juga harus dilakukan secara humanis.

Fasilitas seperti Liponsos bisa dimaksimalkan, termasuk opsi pemulangan ke daerah asal bagi pendatang tanpa pekerjaan atau keluarga.

“Tujuannya agar Surabaya tidak mengalami urban decay, atau penurunan kualitas kota akibat beban populasi yang tidak terkendali,” tandas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.