Kamis, 22 Okt 2026 13:03 WIB

Bermunculan Lembaga Survei Jelang Tahun Politik, Dosen Unair: Belum Ada Regulasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 07 Mar 2022 14:01 WIB
Ilustrasi survey. Foto: Istimewa
Ilustrasi survey. Foto: Istimewa

selalu.id - Menjelang 'tahun politik' 2024 muncul lembaga-lembaga survei (LS) yang merilis hasil surveinya baik skoring tokoh, partai politik maupun kinerja pemerintahan. Hasil survei berbeda kerap kali muncul antara satu lembaga dengan lembaga survei lainnya.

Menyikapi hal ini, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Nuke Faridha Wardhani menjelaskan masyarakat tidak boleh 'menelan mentah-mentah' informasi rilis survei.

Baca Juga: 172 PPDS FK Unair Muntah dan Pusing, Begini Kondisinya 

Nuke menyampaikan ada beberapa kriteria yang bisa menjadi acuan apakah lembaga survei dapat dipercayai hasil surveinya.

"Pertama, lembaga survei tersebut harus independen, tidak boleh berafiliasi, berpihak, bekerja sama dengan pihak mana pun termasuk tokoh atau kandidat, parpol, atau kelompok kepentingan lainnya," jelasnya, Senin (7/3/2022).

Alumnus Zhejiang University itu melanjutkan, bahwa sumber dana dalam melakukan penelitian harus transparan dan terbuka termasuk dari mana lembaga survei tersebut mendapatkan.

"Kedua, cek apakah LS (Lembaga Survei) tersebut adalah LS yg sudah lama berdiri atau baru-baru saja. LS yang baru ini, kita patut sedikit skeptis mengenai kualitasnya," imbuhnya.

Selain itu, Nuke menjelaskan, masyarakat juga harus memperhatikan track record peneliti juga penting. Menilai visi dan misi dalam mendirikan LS, siapa saja pihak yang tergabung termasuk pada peneliti yangg ada di lembaga survei tersebut sehingga disebut kredibel atau tidak.

Baca Juga: Iddah Politik, Semangat Kembali ke Akar dalam Muktamar ke-35 NU

"Penelitian harus objektif, merilis hasil survei ke publik, jenis penelitian yang digunakan termasuk metodologi yang digunakan jelas.

Apakah sampel sudah mewakili karakteristik/populasi yang diteliti, bagaimana mereka menjaga kualitas survei dengan melihat LS bekerja sama atau pihak penasihat LS tersebut dari para akademisi mana saja, itu semua penting diperhatikan," ujarnya.

Lebih lanjut Nuke mengimbau kepada publik untuk tidak mempercayai langsung suatu survei dan lebih dahulu membandingkan hasil survei LS satu dengan lainnya.

Kata dia, lembaga survei mana saja yg terdaftar di KPU dalam perhitungan cepat. Karena sudah melalui verifikasi dari lembaga resmi.

Baca Juga: PDIP Jatim Target Rebut Kursi Gubernur di Pilgub 2029

"Ketika rilis hasil survei pun, ada baiknya mengundang narsum dari berbagai latar belakang berbeda sesuai dengan kepakaran dan pengalamannya, misalnya dari kalangan pemerintah maupun kelompok sipil atau akademisi," ujarnya.

Nuke menambahkan, sejauh ini hanya ada regulasi bagi Lembaga survei untuk mengikuti quick count atau penghitungan cepat pada saat Pemilu di KPU.

"Belum ada regulasi yang jelas terhadap pendirian LS terutama mengenai surat izin mendirikan usaha untuk melihat legalitasnya,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Peringatan Hari Santri, DPW PKB Jatim: Jihad Masa Kini adalah Melawan Karhutla

DPW PKB Jatim secara simbolis menyerahkan 5.000 bibit pohon kepada peserta apel sebagai wujud nyata komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Ruang Data Centre Lama Untag Terbakar, Satu PMK Diterjunkan

Alarm langsung berbunyi setelah muncul kepulan asap.

Carok di Sidoarjo, Pria Misterius Tewas dan Pedagang Es Degan Terluka

Polisi masih mendalami aksi pertengkaran berdarah yang mengakibatkan korban jiwa ini.

Perampokan Toko Emas di Jember, Pelaku Bawa Tas Isi Mata Uang Asing dan Valas Raib

Pelaku juga membacok pemilik toko emas murni Aliong dan ibunya.

67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo Diratakan

selalu.id - Pemkab Sidoarjo menurunkan sekitar 600 personel gabungan untuk membongkar 67 bangunan liar di sepanjang frontage road di Kecamatan Waru, Gedangan,

Top 5 Berita: Klaim Utang Mendiang Suami hingga Hasil Liga Champions

Pembaca tertarik berita utang piutang hingga ekonomi.