Senin, 20 Jul 2026 14:00 WIB

Polres Tanjung Perak Surabaya Gagalkan Penyelundupan Satwa Liar Dilindungi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 04 Mar 2022 17:12 WIB
Barang bukti bangkai satwa liar di Mapolres Tanjung Perak Surabaya
Barang bukti bangkai satwa liar di Mapolres Tanjung Perak Surabaya

selalu.id - Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menangkap pelaku penyelundup satwa liar yang dilindungi secara ilegal dari Banjarmasin ke Surabaya.

AS (33) ditangkap saat membawa satwa-satwa tersebut menggunakan truk ketika sampai di Surabaya. Saat diperiksa truk tersebut, membawa 4 ekor anak kucing hutan, 1 ekor burung Elang, dan 1 ekor bekantan. Sayangya dua diantaranya mati dalam perjalanan.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

"Satu ekor bekantan dan satu ekor kucing hutan dalam keadaan mati," kata Kapolres Tanjung Perak Surabaya, AKBP Anton Elfrino Trisanto, saat ungkap kasus di Mapolres Tanjung Perak Jumat (3/3/2022).

Anton menjelaskan bahwa penangkapan tersebut berawal dari laporan Balai Karantina Hewan Surabaya yang mendapati adanya informasi soal pengiriman hewan dilindungi dari Kalimantan ke Surabaya menggunakan truk. Lalu 22 Februari pihaknya mengamankan pelaku.

"Kita berhasil amankan dan kita geledah truk tersebut dan kita dapati truk tersebut ada hewan-hewan yang dilindungi," ungkapnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Giadi Nugraha, mengatakan bahwa pelaku mendapat upah Rp 400 ribu dalam satu pengiriman. Hal itu untuk mengalabuhi petugas, lalu hewan itu disisipkan dengan barang lain.

"Jadi dia sifatnya ekspedisi barang campuran dan disisipkan hewan, pelaku tau," ujar Giadi.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Lebih lanjut Giadi menjelaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengembangan terhadap penyelundupan satwa liar dilindungi ini. Baik itu dari pengirim maupun penerima.

"Saya ingatkan, ini sudah kesekian kalinya, kiita sudahi hal seperti ini, apalagi ini sangat disayangkan, bekantan adalah hewan yang sangat langka, saya tidak akan stop kegiatan ini," jelasnya.

Di samping itu, Koordinator Jaringan Satwa Indonesia (JSI) Jatim, Rifqi Ajir menjelaskan untuk mengambil bekantan di alam, induk bekantan biasanya harus dibunuh terlebih dahulu. Sehingga hal ini yang menyebabkan bekantan terancam punah di alam.

"Bekantan statusnya terancam punah, jumlahnya dialam hanya sekitar ratusan," urainya.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Selain itu, Ajir menambahkan bahwa setelah ini hewan-hewan yang telah diamankan Polres Pelabuhan Tanjung Perak ini akan segera direhabilitas. Setelah itu akan dikembalikan ke alam.

Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) UU Nomor 5 Tahun tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukum penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 100 miliar.

Pelaku juga bisa dijerat pasal 88 huruf (a) dan huruf C UU Nomor 21 tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan denhan ancaman hukuman penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp. 2 miliar. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Ini adalah trofi kedua kalinya bagi La Furia Roja setelah yang pertama di 2010 alias 16 tahun lalu.

Harga Emas Antam Hari Ini: Turun Tipis Bosku, Seperti Kemenangan Spanyol vs Argentina

Dikutip dari situs Logam Mulia Antam, satuan harga emas hari ini yang terkecil ukuran 0,5 gram berada di angka Rp1.449.500.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Semua Bintang Lagi Baik, Dari Keuangan hingga Cinta

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Semua diulas lengkap hari ini.

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.