Senin, 02 Nov 2026 12:21 WIB

Kronologi Terbongkarnya Penganiayaan Balita oleh Paman-Bibi di Surabaya

KRN, balita 4 tahun saat dievakuasi petugas. (Dok. Polsek Lakarsantri).
KRN, balita 4 tahun saat dievakuasi petugas. (Dok. Polsek Lakarsantri).

selalu.id - Balita berusia 4 tahun korban penganiayaan paman dan bibi di dalam sebuah kamar kos di Jalan Bangkingan, Lakarsantri, Surabaya, itu kini sudah sedikit bisa tersenyum, meski jeritan sakit masih menyiksanya.

Peristiwa sadis ini terungkap pada Senin 9 Februari 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Korban diketahui berinisial KRN. Dia terkunci di kamar kos dan berteriak meminta tolong kepada tetangganya.

Baca Juga: 7 Polisi Dimutasi usai Gerebek 3 Kader Gerindra Pesta Sabu, Polrestabes Surabaya: Pembinaan Karier

Islaha, tetangga di samping kamar korban menceritakan momen saat dirinya mendengar suara kecil yang memanggilnya berkali-kali dari balik tembok.

"Ada suara, memanggil saya 'Mama Adik Rama' itu sampai beberapa kali. Pas saya datang ternyata di balik pintu kos itu. Saya tanya kenapa," Kata Islaha, Sabtu (14/2/2026).

Saat ditemukan, korban mengaku dalam kondisi lapar karena ditinggal oleh paman dan bibinya bekerja. Pintu kamar kos tersebut sengaja dikunci dari luar oleh kedua pelaku.

"Pas saya tanya, anak ini minta tolong untuk dibukakan pintu karena kelaparan sejak pagi belum makan. Saya gak tega sekali pak," tutur Islaha.

Karena pintu terkunci rapat, Islaha meminta bantuan warga, pengurus RT, hingga pihak kepolisian. Petugas akhirnya mengevakuasi KRN dengan cara merusak kawat teralis jendela.

Kondisi fisik korban saat dievakuasi sangat memprihatinkan dengan sejumlah luka di bagian wajah dan kepala.

Baca Juga: Siasat Licik Penjual Miras Ilegal di Surabaya Hindari Razia Satpol PP

"Korban diselamatkan dari jendela. Pas dievakuasi itu banyak luka di bagian wajah, terutama dagunya itu berdarah. Terus rambut atasnya itu agak sedikit botak," jelas Islaha.

Bhabinkamtibmas Polsek Lakarsantri, Aipda Bambang PS, mengonfirmasi bahwa evakuasi dilakukan bersama warga dan Babinsa setelah mendapat laporan dari pengurus RT.

"Jadi saya dikabari oleh Pak RT setempat dann langsung meluncur ke lokasi kejadian. Dan melakukan evakuasi terhadap korban," ujar Bambang.

Unit PPA dan OPO Polrestabes Surabaya menangani kasus ini. Kedua terduga pelaku yang merupakan paman dan bibi korban sudah diamankan dan ditahan.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Kasat PPA dan PPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari menegaskan bahwa status keduanya kini telah ditingkatkan menjadi tersangka.

"Sampun (sudah). Kami langsung tangkap dan tahan, tentunya sesuai prosedur," tegas Melati, Sabtu (14/2/2026).

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut motif di balik penganiayaan yang dilakukan kerabat dekat korban itu, yang diduga dilakukan selama 2 bulan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polda Jatim Bongkar 22 Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi

Ini respons langsung terhadap keresahan masyarakat akibat kelangkaan bahan bakar bersubsidi yang belakangan sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.

Gus Fawait Masuk Radar Pilgub Jatim 2029, LSN Perkuat Jaringan Daerah

Aspirasi itu muncul saat pengurus LSN berinteraksi langsung dengan masyarakat di lapangan.

Hasil Liga Italia: Juventus Bungkam Napoli 2-0, Alajbegovic Tampil Apik

Kebuntuan baru pecah di menit ke-70. Kerim Alajbegovic jadi pahlawan Juventus setelah menuntaskan umpan dari Edon Zhegrova.

Top 5 Berita: Deltras Kalah hingga Harga Emas Antam

Pembaca pemberitaan peristiwa, olahraga hingga harga emas antam.

Pegawai Bank Keliling Ditemukan Tewas Penuh Luka di Probolinggo

Pemuda 19 tahun tersebut tewas dengan sabetan senjata tajam.

Perkuat AI TechCo, Indosat Bukukan Laba Rp4,9 Triliun di Kuartal III 2026

Angka ini melonjak signifikan dibanding perolehan sepanjang 2025 yang sebesar USD28 juta, dan diproyeksikan menyentuh USD100 juta pada akhir 2026.