Rabu, 22 Jul 2026 04:22 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Kenang Adi Sutarwijono: Sosok Pengayom Semua Golongan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 12 Feb 2026 08:28 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi saat Takziah di Grand Heaven
Wali Kota Eri Cahyadi saat Takziah di Grand Heaven

selalu.id - Kepergian Adi Sutarwijono atau Awi, meninggalkan kesan mendalam bagi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. 

Di mata Eri, almarhum bukan hanya Ketua DPRD Surabaya, tetapi juga figur pengayom yang menjaga harmonisasi politik di Kota Pahlawan.

Baca Juga: Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Eri menilai hubungan yang solid antara Pemerintah Kota Surabaya dan DPRD selama ini tidak lepas dari peran Awi dalam merangkul semua golongan. 

Ia menyebut, almarhum mampu menanggalkan sekat partai politik ketika berbicara tentang kepentingan warga.

“Mas Adi punya dedikasi luar biasa. Beliau pemimpin yang bijak. Tidak melihat saya dari mana, tetapi menggabungkan semua orang di DPRD dari semua partai untuk memberikan yang terbaik bagi warga Surabaya,” ujar Eri, saat Takziah di Grand Heaven, Rabu (12/2/2026).

Menurutnya, Awi adalah sosok pemimpin yang mampu memosisikan diri sebagai kakak bagi semua pihak. Sikapnya yang pengayom, membuat dinamika politik di Surabaya tetap sejuk dan kondusif.

Salah satu hal yang paling membekas bagi Eri adalah pesan tentang kesabaran. Ia mengenang ketenangan almarhum saat menghadapi fitnah maupun persoalan.

Baca Juga: Dalih Wali Kota Surabaya Eri soal Konten Sidaknya Disamakan dengan Armuji

“Satu yang saya pelajari dari beliau adalah kesabarannya. Beliau pernah berkata, ‘Ketika kita disakiti, ketika kita tidak berbuat apa-apa tapi dituduh, biarlah Tuhan yang membalas’,” tutur Eri.

Upacara Penghormatan Terakhir untuk Adi Sutarwijono Digelar Besok Siang

Pesan tersebut, lanjutnya, menjadi pegangan bahwa kebaikan dan kebenaran pada akhirnya akan menemukan jalannya.

Baca Juga: SiLPA Rp516 Miliar, Wali Kota Eri Sebut PAD 2026 Surabaya Tercapai 98 Persen

Dalam kesempatan itu, Eri juga menitipkan pesan kepada anak-anak almarhum agar menjadi penguat bagi sang ibu. “Saya pesankan kepada anak-anaknya untuk menguatkan ibunya. Hari ini tentu beliau merasa kehilangan pendamping hidup, maka putra-putrinya harus menjadi penguat,” katanya.

Mewakili keluarga, Eri turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila semasa hidup almarhum terdapat kekhilafan.

“Kami berdoa semoga Mas Adi diberikan tempat paling mulia di sisi Tuhan,” ucapnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.