Senin, 13 Jul 2026 22:11 WIB

Dalih Wali Kota Surabaya Eri soal Konten Sidaknya Disamakan dengan Armuji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 13 Jul 2026 21:20 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Ade/selalu.id).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi gaya inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan yang belakangan kerap diunggah ke media sosial dan dinilai mirip dengan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. 

Menurut Eri, sidak tersebut bukan untuk membuat konten, melainkan memastikan sistem pengawasan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berjalan efektif.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Larang RT-RW Tarik Sumbangan Agustusan, Ini Risikonya Bila Dilanggar

Eri mengatakan, intensitas dirinya turun langsung ke lapangan bertujuan membangun budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) agar tetap disiplin dan bekerja maksimal tanpa harus selalu diawasi kepala daerah.

“Saya berharap dengan sering turun ke lapangan, teman-teman di Pemerintah Kota Surabaya bisa bekerja tanpa harus terus diawasi,” jelasnya, Senin (13/7/2026).

Kata Eri, jabatan wali kota hanya bersifat sementara. Karena itu, yang ingin diwariskan bukan sekadar penyelesaian persoalan, melainkan sistem birokrasi yang mampu berjalan dengan baik meski tanpa pengawasan langsung dari pimpinan.

“Bagi saya, wali kota hanya menjabat maksimal 10 tahun, tetapi birokrasi akan terus berjalan. Karena itu saya ingin budaya kerja yang baik terus terbentuk,” tegasnya.

Baca Juga: SiLPA Surabaya Rp516 Miliar Segera Masuk Pansus, Berikut Sederet Fokusnya

Eri mengatakan bahwa sistem pengawasan di lingkungan Pemkot Surabaya sebenarnya telah tersedia. Namun, ia tetap melakukan sidak untuk memastikan seluruh perangkat daerah menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing.

“Sekarang sistemnya sudah ada. Saya tinggal turun ke lapangan untuk memastikan sistem itu benar-benar berjalan,” paparnya.

Ia mencontohkan, apabila masih ditemukan parkir liar, penggunaan badan jalan tanpa izin, hingga berbagai bentuk pelanggaran lainnya, hal itu menjadi indikator bahwa sistem pengawasan belum berjalan optimal.

Baca Juga: Wali Kota Eri Tegaskan RT-RW Surabaya Tak Boleh Pungut Uang Warga Baru Tanpa Izin Lurah

“Kalau masih ada parkir liar, penggunaan jalan tanpa izin, atau pelanggaran lainnya, berarti sistemnya belum berjalan dengan baik,” bebernya.

Karena itu, Eri memastikan tidak akan segan mengevaluasi aparatur yang dinilai lalai menjalankan tugas.

“Kalau ada yang tidak menjalankan tugasnya dengan benar, akan saya ganti,” tegasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Viral di Mojokerto, Ibu Ajak Dua Anak dan Adiknya Curi Tas Hingga Buku di Toko

Kasus tersebut saat ini tengah ditangani Polsek Kemlagi Mojokerto untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Matamuda, Tranformasi Pendidikan Kemenag dalam Perkuat Program Madrasah Ramah Anak

Bahtiar menegaskan MATAMUDA menjadi momen penting bagi pihak madrasah untuk mengenali karakter, potensi, bakat, serta cita-cita setiap peserta didik baru. 

Pemkab Sidoarjo Minta Kontraktor Tak Main-main soal Proyek Gorong-gorong dan Betonisasi di Jalan Raya Bluru Kidul

Ruas Jalan Raya Bluru Kidul memiliki peran strategis karena menjadi jalur penghubung menuju sejumlah kawasan, seperti Jalan Yos Sudarso hingga Lingkar Timur.

Pakar Hukum Pidana Ubhara Surabaya Sebut Eks Jampidsus Layak Dihukum Mati

Hal tersebut diungkapkan oleh Pakar Hukum Pidana Universitas Bhayangkara (Ubhara), Surabaya, Prof, Dr Sholehuddin.

Mobil CR-V Tabrak Dua Motor di Surabaya: Satu Tewas, 1 Terluka

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti guna memastikan penyebab kecelakaan.

Antisipasi Siswa Bolos, Sekolah di Mojokerto Resmikan Absensi Digital di MPLS

Dalam program yang masih berstatus pilot project ini, siswa melakukan absensi dengan pemindaian wajah melalui sistem face detector.