Minggu, 18 Okt 2026 04:26 WIB

Dalih Wali Kota Surabaya Eri soal Konten Sidaknya Disamakan dengan Armuji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 13 Jul 2026 21:20 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Ade/selalu.id).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi gaya inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan yang belakangan kerap diunggah ke media sosial dan dinilai mirip dengan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. 

Menurut Eri, sidak tersebut bukan untuk membuat konten, melainkan memastikan sistem pengawasan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berjalan efektif.

Baca Juga: Kikis Stigma Sarang Narkoba, Pemkot Surabaya Siap Sulap Jalan Kunti jadi Kampung Bersinar

Eri mengatakan, intensitas dirinya turun langsung ke lapangan bertujuan membangun budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) agar tetap disiplin dan bekerja maksimal tanpa harus selalu diawasi kepala daerah.

“Saya berharap dengan sering turun ke lapangan, teman-teman di Pemerintah Kota Surabaya bisa bekerja tanpa harus terus diawasi,” jelasnya, Senin (13/7/2026).

Kata Eri, jabatan wali kota hanya bersifat sementara. Karena itu, yang ingin diwariskan bukan sekadar penyelesaian persoalan, melainkan sistem birokrasi yang mampu berjalan dengan baik meski tanpa pengawasan langsung dari pimpinan.

“Bagi saya, wali kota hanya menjabat maksimal 10 tahun, tetapi birokrasi akan terus berjalan. Karena itu saya ingin budaya kerja yang baik terus terbentuk,” tegasnya.

Baca Juga: Satpol PP Ancam Razia Warung Remang Bandel di Surabaya, RT-RW Wajib Catat

Eri mengatakan bahwa sistem pengawasan di lingkungan Pemkot Surabaya sebenarnya telah tersedia. Namun, ia tetap melakukan sidak untuk memastikan seluruh perangkat daerah menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing.

“Sekarang sistemnya sudah ada. Saya tinggal turun ke lapangan untuk memastikan sistem itu benar-benar berjalan,” paparnya.

Ia mencontohkan, apabila masih ditemukan parkir liar, penggunaan badan jalan tanpa izin, hingga berbagai bentuk pelanggaran lainnya, hal itu menjadi indikator bahwa sistem pengawasan belum berjalan optimal.

Baca Juga: 40 Rumah di Jalan Ubi Surabaya Terancam Kehilangan Akses Jalan, DPRD Bilang Begini

“Kalau masih ada parkir liar, penggunaan jalan tanpa izin, atau pelanggaran lainnya, berarti sistemnya belum berjalan dengan baik,” bebernya.

Karena itu, Eri memastikan tidak akan segan mengevaluasi aparatur yang dinilai lalai menjalankan tugas.

“Kalau ada yang tidak menjalankan tugasnya dengan benar, akan saya ganti,” tegasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

Kegiatan ini melibatkan penari dari Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, Mojokerto, hingga Malang.

KSPSI Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Kapolri dan Batalkan Aksi Buruh 20 Oktober

Desk Ketenagakerjaan sudah berdiri di 35 Polres yang tersebar di 14 Polda.

Kapolri Kunjungi Museum Marsinah di Nganjuk, Kenang Perjuangan Pahlawan Buruh

Rombongan disambut Penasihat Kapolri Bidang Ketenagakerjaan sekaligus Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

Andreas Eddy Susetyo Usul Gabungkan Konservasi, Ekowisata, dan Perikanan di CMC 

selalu.id - Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengusulkan pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat di kawasan Clungup Mangrove Conservation atau CMC

Pembagian Tong Komposter di Tengah PR Sampah Surabaya

Kegiatan pembagian tong komposter pada Sabtu (17/10/2026) ini, diklaim jadi salah satu upaya mendorong pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

Kemnaker Buka Layanan MagangHub Batch 3 di Jakarta, Kuota 70 Ribu Peserta

Perusahaan yang ingin datang diminta konfirmasi kehadiran terlebih dahulu melalui kode QR di flyer kegiatan.