Kamis, 27 Agu 2026 22:48 WIB

Dalih Wali Kota Surabaya Eri soal Konten Sidaknya Disamakan dengan Armuji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 13 Jul 2026 21:20 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Ade/selalu.id).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi gaya inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan yang belakangan kerap diunggah ke media sosial dan dinilai mirip dengan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. 

Menurut Eri, sidak tersebut bukan untuk membuat konten, melainkan memastikan sistem pengawasan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berjalan efektif.

Baca Juga: Jurus Wali Kota Surabaya Eri dalam Menambal Potensi Defisit APBD

Eri mengatakan, intensitas dirinya turun langsung ke lapangan bertujuan membangun budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) agar tetap disiplin dan bekerja maksimal tanpa harus selalu diawasi kepala daerah.

“Saya berharap dengan sering turun ke lapangan, teman-teman di Pemerintah Kota Surabaya bisa bekerja tanpa harus terus diawasi,” jelasnya, Senin (13/7/2026).

Kata Eri, jabatan wali kota hanya bersifat sementara. Karena itu, yang ingin diwariskan bukan sekadar penyelesaian persoalan, melainkan sistem birokrasi yang mampu berjalan dengan baik meski tanpa pengawasan langsung dari pimpinan.

“Bagi saya, wali kota hanya menjabat maksimal 10 tahun, tetapi birokrasi akan terus berjalan. Karena itu saya ingin budaya kerja yang baik terus terbentuk,” tegasnya.

Baca Juga: Kontraktor Tanggung Biaya Pengobatan Korban Kecelakaan di Jalan Moestopo Surabaya Imbas Lumpur Proyek

Eri mengatakan bahwa sistem pengawasan di lingkungan Pemkot Surabaya sebenarnya telah tersedia. Namun, ia tetap melakukan sidak untuk memastikan seluruh perangkat daerah menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing.

“Sekarang sistemnya sudah ada. Saya tinggal turun ke lapangan untuk memastikan sistem itu benar-benar berjalan,” paparnya.

Ia mencontohkan, apabila masih ditemukan parkir liar, penggunaan badan jalan tanpa izin, hingga berbagai bentuk pelanggaran lainnya, hal itu menjadi indikator bahwa sistem pengawasan belum berjalan optimal.

Baca Juga: Gempa NTT Bikin Kiriman Uang Mahasiswa di Surabaya Tersendat, PDIP Buka Posko Bantuan

“Kalau masih ada parkir liar, penggunaan jalan tanpa izin, atau pelanggaran lainnya, berarti sistemnya belum berjalan dengan baik,” bebernya.

Karena itu, Eri memastikan tidak akan segan mengevaluasi aparatur yang dinilai lalai menjalankan tugas.

“Kalau ada yang tidak menjalankan tugasnya dengan benar, akan saya ganti,” tegasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Demo di Jakarta Memanas: Gerbang Tol Dalam Kota Ditutup Total, Berikut Daftarnya

Masyarakat yang hendak melintas diimbau untuk memantau update situasi arus lalu lintas secara berkala melalui layanan One Call Center Jasa Marga di nomor 133.

Cerita Manis Riezda Indo Dairy, Berdayakan Warga Lokal Lewat Peternakan Sapi Perah

Peternakan ini tidak hanya meningkatkan produksi susu segar, tetapi juga membangun manfaat ekonomi bersama bagi warga dan pelaku usaha kecil di sekitarnya.

Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asyari Dinilai Tepat Pimpin PBNU

Gus Kikin dinilai mewakili harapan baru kepemimpinan NU lahir dari rahim pesantren, membawa darah pendiri, berdiri bersih dari kontroversi.

Bromo Kembali Terbakar, Api Merembet ke Arah Jembatan Kaca hingga Villa

Saat ini, petugas gabungan tengah berusaha menyisir lokasi untuk memadamkan api. Namun, ada kendala karena api berada di lereng.

Jaga Keterbukaan Informasi, Polda Jatim Ajak Awak Media Bangun Kemitraan Profesional

Abast menegaskan keterbukaannya terhadap kritik yang disampaikan media sepanjang berdasarkan fakta dan dilakukan secara konstruktif. 

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Ponpes Tambakberas Sebelum Pembukaan Muktamar ke-35 NU

Muktamar ke-35 NU ini digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.