Rabu, 22 Jul 2026 03:23 WIB

Menjahit Silaturahmi, NU Jatim Sebut Kehadiran Puan Tidak Untuk Promosi Pilpres

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 02 Mar 2022 12:11 WIB
Puan Maharani saat di Kantor PWNU Jawa Timur
Puan Maharani saat di Kantor PWNU Jawa Timur

selalu.id - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyebutkan bahwa kehadiran Puan Maharani ke PWNU tidak untuk Persiapan Pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Akan tetapi kunjungan tersebut untuk menjahit silaturahmi yang pernah dilakukan oleh sang Praklamator Presiden RI pertama (Bung Karno) dan Megawati Soekarno Putri terhadap NU dulu.

Pimpinan Pondok Pesantrenn Sabiilul Rosyad, Gasek, Malang Jawa Timur atau Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, Kyai Haji Marzuqi Mustamar, menyebut kehadiran Puan hanya untuk silaturahmi.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Ideologi gerakan pendanaan jaringan kalo bisa tetep NKRI harga mati. (Pembahasan) gitu-gitu," kata kyai Haji Marzuqi, ditemui usai kunjungan Puan, Selasa (1/3/20222)

Marzuki mengatakan bahwa Puan yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan ini tidak meminta doa khusus. Mereka disebut tidak membahas soal politik.

"Enggak bahas politik praktis. Pokoknya dulu negeri ini merdeka hasil kerjasama gotong-royong elemen semua bangsa salah satunya ulama NU dan nasionalis PNI itu ke depan negeri ini harus dikawal oleh arus besar," jelasnya.

Lebih lanjut Kyai Haji Marzuqi menjelaskan jika dua arus besar ini tidak bisa berperan, maka Indonesia menjadi bahaya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Para ulama dan kaum nasionalis yang lain makmuman lillah hitaala. (Indonesia) Aman insha Allah," tegas dia.

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Puan Maharani berkunjung ke Kantor PWNU Jatim.

Puan menemui jajaran kyai PWNU selama kurang lebih satu jam. Salah satunya adalah Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Agoes Ali Masyuri atau Gus Ali. Kemudian KH Marzuqi Mustamar, Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Hari ini kedatangan saya bersilaturahmi ke PWNU Jawa Timur, ini tadi saya bertemu dengan Romo Ali kemudian juga dengan ketua PWNU Pak Marzuki," kata dia.

Puan menyebut bahwa sudah menjadi kewajiban baginya untuk bersilaturahmi bersama seluruh warga. Terlebih dia merupakan cucu Proklamator RI.

"Silaturrahmi ini InshaAllah kami lakukan saya sebagai Ketua DPR dan tentu saja cucu proklamator Bung Karno yang selama ini memang selalu menjalin hubungan kedekatan dengan Kyai Haji Hasyim Asy'ari kemudian dilanjutkan dengan Ibu Mega bersama dengan Gus Dur dan sekarang saya," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.