Selasa, 20 Okt 2026 10:59 WIB

Beasiswa Pemuda Tangguh SMA-MA di Surabaya Kini Tak Lagi Masuk Rekening Siswa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 08 Jul 2026 10:00 WIB
Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya).
Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah mekanisme penyaluran Beasiswa Pemuda Tangguh bagi siswa SMA/SMK/MA sederajat pada tahun ajaran 2026/2027. 

Mulai tahun ini, bantuan pendidikan tidak lagi ditransfer ke rekening siswa, melainkan disalurkan langsung ke sekolah agar dipastikan digunakan untuk membayar kebutuhan pendidikan.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Perubahan skema tersebut diterapkan setelah Pemkot Surabaya mengevaluasi pelaksanaan program pada tahun sebelumnya.

Melalui mekanisme bantuan sosial (bansos), pemerintah ingin memastikan bantuan benar-benar dimanfaatkan untuk biaya pendidikan dan tepat sasaran.

Kepala Bapemkesra Pemkot Surabaya, Arief Boediarto, mengatakan sebanyak 7.380 siswa dinyatakan lolos sebagai calon penerima dari total 8.469 pendaftar setelah melalui proses verifikasi dan validasi.

"Kami memastikan penerima bantuan merupakan warga yang benar-benar berhak, yaitu dari keluarga miskin, pramiskin, serta anak yatim dan piatu. Seluruh pendaftar sudah diverifikasi melalui sistem sehingga bantuan ini tepat sasaran," kata Arief di Gelanggang Remaja, Rabu (8/7/2026).

Arief menyebut penerima diprioritaskan bagi siswa dari keluarga miskin, keluarga prasejahtera, anak yatim atau piatu, serta masyarakat yang masuk kelompok desil kesejahteraan terendah sesuai Peraturan Wali Kota Nomor 80 Tahun 2025.

Pemkot berharap program tersebut mampu meringankan beban ekonomi keluarga rentan, mencegah anak putus sekolah, sekaligus memastikan bantuan digunakan sepenuhnya untuk menunjang pendidikan hingga lulus.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Bapemkesra Pemkot Surabaya, Efi Zuliati, menjelaskan perubahan mekanisme dilakukan karena hasil evaluasi menunjukkan masih ada bantuan yang belum digunakan untuk memenuhi kewajiban pembayaran sekolah.

"Kami melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tahun sebelumnya. Masih ditemukan bantuan yang sudah diterima siswa, tetapi belum digunakan untuk memenuhi kewajiban pembayaran di sekolah. Karena itu, tahun ini dana disalurkan melalui sekolah agar benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan," kata Efi.

Selain perubahan mekanisme penyaluran, besaran bantuan juga naik dari Rp320 ribu menjadi Rp350 ribu per bulan. Bantuan tersebut diberikan kepada siswa SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) swasta untuk membiayai kebutuhan pendidikan, seperti SPP, LKS, hingga biaya praktik.

Adapun siswa sekolah negeri tidak menerima bantuan biaya pendidikan karena sudah tidak dibebani SPP. 

Baca Juga: Kikis Stigma Sarang Narkoba, Pemkot Surabaya Siap Sulap Jalan Kunti jadi Kampung Bersinar

Namun, seluruh penerima baru, baik dari sekolah negeri maupun swasta, tetap memperoleh bantuan perlengkapan sekolah berupa seragam putih abu-abu, seragam pramuka, sepatu, serta kaus kaki hitam dan putih yang diberikan satu kali pada awal program.

Efi menambahkan, tidak semua pendaftar dinyatakan lolos karena seleksi dilakukan secara ketat. Peserta yang tidak memenuhi syarat antara lain karena pernah menerima bantuan serupa, tidak lagi berstatus siswa aktif, tidak masuk kelompok desil prioritas, memiliki data administrasi yang belum lengkap, atau berdomisili di luar Kota Surabaya.

Saat ini, proses daftar ulang penerima Beasiswa Pemuda Tangguh berlangsung pada 6–10 Juli 2026. Setiap hari, Bapemkesra membuka dua sesi pelayanan dan melayani sekitar 1.300–1.400 peserta untuk memastikan seluruh tahapan administrasi berjalan lancar.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.