Senin, 02 Feb 2026 00:55 WIB

Kejar Target Flyover Taman Pelangi, Pemkot Surabaya Ratakan Sisa Rumah di Jemur Gayungan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 15 Jan 2026 11:06 WIB
Pembongkaran rumah di kawasan Jemur Gayungan Surabaya
Pembongkaran rumah di kawasan Jemur Gayungan Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tancap gas mempercepat pembangunan Flyover Taman Pelangi sebagai solusi kemacetan di salah satu pintu masuk utama Kota Pahlawan.

Rabu (14/1/2026), Satuan Tugas (Satgas) Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya melanjutkan pembongkaran sisa bangunan warga di kawasan Jemur Gayungan, tepatnya di sekitar Taman Pelangi.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pembongkaran ini dilakukan setelah seluruh bangunan tersebut dinyatakan tuntas dalam proses pembebasan lahan. Flyover Taman Pelangi sendiri diproyeksikan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di sepanjang Jalan Ahmad Yani yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan.

Diketahui, sebanyak 10 personel Satgas DSDABM diterjunkan untuk meratakan tujuh bangunan. Proses pembongkaran dilakukan dengan kombinasi satu unit alat berat dan tenaga manual guna memastikan pekerjaan berjalan aman dan efisien.

Pembongkaran dimulai sejak pagi hari, menyasar bagian belakang bangunan hingga rata dengan tanah. Setelah itu, petugas melanjutkan ke sisi barat bangunan yang berbatasan langsung dengan jalan raya utama.

Koordinator Pembongkaran Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Kota Surabaya, Kadir, mengatakan kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari tahapan sebelumnya.

“Hari ini sudah empat bangunan yang kami bongkar. Ini lanjutan dari sisa bangunan yang sebelumnya belum tuntas,” ujar Kadir di sela kegiatan.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Meski secara administratif lahan telah dibebaskan, tim tetap bekerja ekstra hati-hati. Salah satu kendala utama adalah masih ditemukannya instalasi listrik aktif di sejumlah bangunan.

“Kami harus sangat waspada karena ada kabel yang masih bertegangan. Keselamatan petugas menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Karena faktor tersebut, sebagian pembongkaran dilakukan secara manual dan bertahap. Sisa bangunan yang telah ditandai dijadwalkan kembali dibongkar pada Kamis (15/1/2026).

Seluruh puing bangunan langsung diangkut menggunakan truk menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) agar tidak mengganggu kebersihan, estetika kota, maupun arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Kini kawasan Jemur Gayungan tampak lengang. Rumah-rumah yang sebelumnya dihuni puluhan tahun telah kosong setelah proses ganti rugi diselesaikan oleh Pemkot Surabaya.

Salah satu mantan penghuni, Topan, mengaku telah mengosongkan rumahnya sejak beberapa hari lalu.

“Saya sudah terima ganti rugi dan rumah sudah saya kosongkan. Sekarang tinggal sementara di rumah saudara di Mojokerto,” ujarnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.