Senin, 09 Feb 2026 19:08 WIB

Kejar Target Flyover Taman Pelangi, Pemkot Surabaya Ratakan Sisa Rumah di Jemur Gayungan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 15 Jan 2026 11:06 WIB
Pembongkaran rumah di kawasan Jemur Gayungan Surabaya
Pembongkaran rumah di kawasan Jemur Gayungan Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tancap gas mempercepat pembangunan Flyover Taman Pelangi sebagai solusi kemacetan di salah satu pintu masuk utama Kota Pahlawan.

Rabu (14/1/2026), Satuan Tugas (Satgas) Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya melanjutkan pembongkaran sisa bangunan warga di kawasan Jemur Gayungan, tepatnya di sekitar Taman Pelangi.

Baca Juga: Jelang Imlek, Salon di Surabaya Diserbu Pelanggan

Pembongkaran ini dilakukan setelah seluruh bangunan tersebut dinyatakan tuntas dalam proses pembebasan lahan. Flyover Taman Pelangi sendiri diproyeksikan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di sepanjang Jalan Ahmad Yani yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan.

Diketahui, sebanyak 10 personel Satgas DSDABM diterjunkan untuk meratakan tujuh bangunan. Proses pembongkaran dilakukan dengan kombinasi satu unit alat berat dan tenaga manual guna memastikan pekerjaan berjalan aman dan efisien.

Pembongkaran dimulai sejak pagi hari, menyasar bagian belakang bangunan hingga rata dengan tanah. Setelah itu, petugas melanjutkan ke sisi barat bangunan yang berbatasan langsung dengan jalan raya utama.

Koordinator Pembongkaran Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Kota Surabaya, Kadir, mengatakan kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari tahapan sebelumnya.

“Hari ini sudah empat bangunan yang kami bongkar. Ini lanjutan dari sisa bangunan yang sebelumnya belum tuntas,” ujar Kadir di sela kegiatan.

Baca Juga: Menanti Siapa Saja Anggota DPRD Surabaya yang Jadi Tersangka Kasus Bimtek

Meski secara administratif lahan telah dibebaskan, tim tetap bekerja ekstra hati-hati. Salah satu kendala utama adalah masih ditemukannya instalasi listrik aktif di sejumlah bangunan.

“Kami harus sangat waspada karena ada kabel yang masih bertegangan. Keselamatan petugas menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Karena faktor tersebut, sebagian pembongkaran dilakukan secara manual dan bertahap. Sisa bangunan yang telah ditandai dijadwalkan kembali dibongkar pada Kamis (15/1/2026).

Seluruh puing bangunan langsung diangkut menggunakan truk menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) agar tidak mengganggu kebersihan, estetika kota, maupun arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Baca Juga: Tingkatkan Layanan Terminal Peti Kemas, Pelindo Datangkan Alat Bongkar Muat Baru

Kini kawasan Jemur Gayungan tampak lengang. Rumah-rumah yang sebelumnya dihuni puluhan tahun telah kosong setelah proses ganti rugi diselesaikan oleh Pemkot Surabaya.

Salah satu mantan penghuni, Topan, mengaku telah mengosongkan rumahnya sejak beberapa hari lalu.

“Saya sudah terima ganti rugi dan rumah sudah saya kosongkan. Sekarang tinggal sementara di rumah saudara di Mojokerto,” ujarnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Peredaran Pupuk Bersubsidi Ilegal di Ngawi Digagalkan, 6 Orang Ditetapkan Tersangka

Kasus ini terbongkar setelah petugas menerima informasi pengiriman pupuk bersubsidi ilegal dari Kabupaten Lamongan ke Ngawi.

Khofifah Dirujak Netizen usai Mangkir di Sidang Korupsi Dana Hibah Jatim: Pedes Banget!

Tak banyak dari mereka, menyatakan kekhawatiran akan kemungkinan penyelidikan tidak berjalan transparan, hingga menginginkan proses hukum berjalan cepat.

Pesan Khusus Ning Ita pada Insan Pers Dalam Perayaan HPN ke-80 di Mojokerto

Ning Ita mengatakan di tengah berbagai tantangan nasional dan global, pers di daerah memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang menyejukkan.

Kisah Ratna Sari Dewi, Istri Kelima Presiden Soekarno: Cinta Abadi sang Poklamator

Dewi Soekarno sejatinya lahir dengan nama Naoko Nemoto. Ia adalah perempuan asal Jepang yang menjadi istri kelima Presiden Soekarno.

Mengenal Upacara Mulang Pekelem: Persembahan untuk Gunung Rinjani

Mulang Pekelem sudah dilakukan selama berabad-abad dan hingga kini tetap menjadi tradisi yang penting bagi masyarakat setempat.

Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjadi 7 Hari ke Depan, Berikut Wilayah yang Harus Waspada

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan akan bahaya cauca ekstrem hingga potensi bencana. Masyarakat diimbau waspada.