Selasa, 20 Okt 2026 01:51 WIB

Ratusan Siswa Keracunan Menu Soto Ayam MBG di Mojokerto

selalu.id - Ratusan siswa dan santri dari berbagai sekolah dan pondok pesantren di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto mengalami keracunan menu soto ayam makan bergizi gratis (MBG).

 

Baca Juga: 5 Tahun Beroperasi, Pabrik Kosmetik Ilegal Rp 16 Miliar di Mojokerto Dibongkar BPOM

MBG ini disiapkan SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

 

Jumlah 152 korban ada yang dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas terdekat. Sementara penanganan terpusat dilakukan di Pondok Pesantren Ma'had Annur.

 

Menu MBG berupa soto ayam tersebut didistribusikan ke sejumlah sekolah pada Jumat, 9 Januari 2026 sekitar pukul 08.30 WIB.

 

Keesokan harinya, Sabtu, 10 Januari 2026, ratusan siswa mulai menunjukkan gejala keracunan seperti mual, muntah, demam, dan diare.

 

SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang, Desa Wonodadi, Kutorejo ini saat Jumat, 9 Januari 2026 melayani KB Wiyata Sabilillah, KB Pelita Bangsa, KB Bina Balita, KB Al-Hidayah Plus, TK AL-Hidayah Plus, TK Dharma Wanita Singowangi, TK Dharma Wanita Wonodadi, RA Nurul Hidayah, SDIT Firdaus al-hidayah , SDN Wonodadi 1, SDN Wonodadi 2, MI Nurul Hidayah Wonodadi, SDN Singowangi, SMPN 2 Kutorejo, Mts Ma'Had Annur, SMP TI Al-Hidayah, Mts Nurul Hidayah, MA TI Berlian, Ma Had Annur, SMK Unggulan Al-Irfan. 

 

Dandim 0815/Mojokerto, Letkol Inf Abi Swanjoyo mengatakan, untuk jumlah anak yang dirawat total 152 yang terbagi di beberapa tempat termasuk di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari. 

 

"Untuk lebih lanjutnya lagi ini akan kami dalami pastinya. karena ini utuk data awal seperti itu. Akan kami dalami bersama pihak kepolisian dan pihak terkait," kata Abi Swanjoyo. 

 

Baca Juga: Green Action, Pemuda Kota Mojokerto Tanam Pohon di Taman Bahari Mojopahit

Ia menambahkan, pihak berwenang telah menghentikan sementara operasional SPPG terkait untuk dilakukan investigasi mendalam. 

 

"Untuk SPPG saat ini akan di-stop sementara untuk dilakukan investigasi mendalam," jelasnya.

 

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dra Dyan Anggrahini Sulistyowati menjelaskan, penanganan dipusatkan di Pondok Pesantren Ma'had Annur untuk memudahkan koordinasi, meski beberapa korban juga ditangani di Puskesmas Pacet, Kutorejo, dan Gondang.

 

"Tadi ada yang dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut," ungkapnya. 

 

Baca Juga: Rekomendasi 5 Wisata Air Terjun di Mojokerto yang Cocok Buat Healing dan Bikin Betah

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes mengimbau masyarakat yang mengalami gejala serupa setelah menerima MBG untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit tanpa dikenakan biaya.

 

"Untuk indikasi medis yang dialami itu mual, muntah, demam, diare itu kondisi umum seperti itu," imbuhnya.  

 

Untuk hasil uji lab dengan mengambil sampel bank sampak makanan masih proses.

 

"Hasil paling cepat Rabu mendatang karena baru mangambil pagi tadi," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).