Jumat, 04 Sep 2026 12:52 WIB

Ratusan Siswa Keracunan Menu Soto Ayam MBG di Mojokerto

selalu.id - Ratusan siswa dan santri dari berbagai sekolah dan pondok pesantren di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto mengalami keracunan menu soto ayam makan bergizi gratis (MBG).

 

Baca Juga: Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

MBG ini disiapkan SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

 

Jumlah 152 korban ada yang dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas terdekat. Sementara penanganan terpusat dilakukan di Pondok Pesantren Ma'had Annur.

 

Menu MBG berupa soto ayam tersebut didistribusikan ke sejumlah sekolah pada Jumat, 9 Januari 2026 sekitar pukul 08.30 WIB.

 

Keesokan harinya, Sabtu, 10 Januari 2026, ratusan siswa mulai menunjukkan gejala keracunan seperti mual, muntah, demam, dan diare.

 

SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang, Desa Wonodadi, Kutorejo ini saat Jumat, 9 Januari 2026 melayani KB Wiyata Sabilillah, KB Pelita Bangsa, KB Bina Balita, KB Al-Hidayah Plus, TK AL-Hidayah Plus, TK Dharma Wanita Singowangi, TK Dharma Wanita Wonodadi, RA Nurul Hidayah, SDIT Firdaus al-hidayah , SDN Wonodadi 1, SDN Wonodadi 2, MI Nurul Hidayah Wonodadi, SDN Singowangi, SMPN 2 Kutorejo, Mts Ma'Had Annur, SMP TI Al-Hidayah, Mts Nurul Hidayah, MA TI Berlian, Ma Had Annur, SMK Unggulan Al-Irfan. 

 

Dandim 0815/Mojokerto, Letkol Inf Abi Swanjoyo mengatakan, untuk jumlah anak yang dirawat total 152 yang terbagi di beberapa tempat termasuk di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari. 

 

"Untuk lebih lanjutnya lagi ini akan kami dalami pastinya. karena ini utuk data awal seperti itu. Akan kami dalami bersama pihak kepolisian dan pihak terkait," kata Abi Swanjoyo. 

 

Baca Juga: Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Ia menambahkan, pihak berwenang telah menghentikan sementara operasional SPPG terkait untuk dilakukan investigasi mendalam. 

 

"Untuk SPPG saat ini akan di-stop sementara untuk dilakukan investigasi mendalam," jelasnya.

 

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dra Dyan Anggrahini Sulistyowati menjelaskan, penanganan dipusatkan di Pondok Pesantren Ma'had Annur untuk memudahkan koordinasi, meski beberapa korban juga ditangani di Puskesmas Pacet, Kutorejo, dan Gondang.

 

"Tadi ada yang dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut," ungkapnya. 

 

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Kucurkan Rp3,2 Miliar untuk Kelompok Tani, Ajak Milenial Tak Gengsi jadi Petani

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes mengimbau masyarakat yang mengalami gejala serupa setelah menerima MBG untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit tanpa dikenakan biaya.

 

"Untuk indikasi medis yang dialami itu mual, muntah, demam, diare itu kondisi umum seperti itu," imbuhnya.  

 

Untuk hasil uji lab dengan mengambil sampel bank sampak makanan masih proses.

 

"Hasil paling cepat Rabu mendatang karena baru mangambil pagi tadi," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Cerita Pemuda Lamongan Sulap Kamar di Sambikerep Surabaya jadi Gudang Transit Sabu

Kini, langkah BN terhenti. Pemuda Lamongan itu harus menukar kamar kontrakannya di Sambikerep dengan dinginnya sel tahanan Polrestabes Surabaya.

Taman Dayu Rayakan Anniversary Lewat Turnamen Golf Bernuansa Bali

General Manager Taman Dayu Golf Club & Resort Brendan Sentosa mengatakan perayaan anniversary ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada komunitas.

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.