Minggu, 01 Feb 2026 21:39 WIB

Ratusan Siswa Keracunan Menu Soto Ayam MBG di Mojokerto

selalu.id - Ratusan siswa dan santri dari berbagai sekolah dan pondok pesantren di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto mengalami keracunan menu soto ayam makan bergizi gratis (MBG).

 

Baca Juga: Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

MBG ini disiapkan SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

 

Jumlah 152 korban ada yang dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas terdekat. Sementara penanganan terpusat dilakukan di Pondok Pesantren Ma'had Annur.

 

Menu MBG berupa soto ayam tersebut didistribusikan ke sejumlah sekolah pada Jumat, 9 Januari 2026 sekitar pukul 08.30 WIB.

 

Keesokan harinya, Sabtu, 10 Januari 2026, ratusan siswa mulai menunjukkan gejala keracunan seperti mual, muntah, demam, dan diare.

 

SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang, Desa Wonodadi, Kutorejo ini saat Jumat, 9 Januari 2026 melayani KB Wiyata Sabilillah, KB Pelita Bangsa, KB Bina Balita, KB Al-Hidayah Plus, TK AL-Hidayah Plus, TK Dharma Wanita Singowangi, TK Dharma Wanita Wonodadi, RA Nurul Hidayah, SDIT Firdaus al-hidayah , SDN Wonodadi 1, SDN Wonodadi 2, MI Nurul Hidayah Wonodadi, SDN Singowangi, SMPN 2 Kutorejo, Mts Ma'Had Annur, SMP TI Al-Hidayah, Mts Nurul Hidayah, MA TI Berlian, Ma Had Annur, SMK Unggulan Al-Irfan. 

 

Dandim 0815/Mojokerto, Letkol Inf Abi Swanjoyo mengatakan, untuk jumlah anak yang dirawat total 152 yang terbagi di beberapa tempat termasuk di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari. 

 

"Untuk lebih lanjutnya lagi ini akan kami dalami pastinya. karena ini utuk data awal seperti itu. Akan kami dalami bersama pihak kepolisian dan pihak terkait," kata Abi Swanjoyo. 

 

Baca Juga: Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

Ia menambahkan, pihak berwenang telah menghentikan sementara operasional SPPG terkait untuk dilakukan investigasi mendalam. 

 

"Untuk SPPG saat ini akan di-stop sementara untuk dilakukan investigasi mendalam," jelasnya.

 

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dra Dyan Anggrahini Sulistyowati menjelaskan, penanganan dipusatkan di Pondok Pesantren Ma'had Annur untuk memudahkan koordinasi, meski beberapa korban juga ditangani di Puskesmas Pacet, Kutorejo, dan Gondang.

 

"Tadi ada yang dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut," ungkapnya. 

 

Baca Juga: Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes mengimbau masyarakat yang mengalami gejala serupa setelah menerima MBG untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit tanpa dikenakan biaya.

 

"Untuk indikasi medis yang dialami itu mual, muntah, demam, diare itu kondisi umum seperti itu," imbuhnya.  

 

Untuk hasil uji lab dengan mengambil sampel bank sampak makanan masih proses.

 

"Hasil paling cepat Rabu mendatang karena baru mangambil pagi tadi," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Jika kalian ingin performa motor tetap bandel atau tahan lama meski diterjang hujan maupun banjir, mungkin cara ini bisa jadi rekomendasi.