Senin, 02 Feb 2026 00:54 WIB

Aksi Demo di Sekitar Akses Terminal, TPK Kendari Pastikan Layanan Terminal Tetap Normal

Aktifitas bongkar muat di terminal petikemas Kendari
Aktifitas bongkar muat di terminal petikemas Kendari

selalu.id – Terminal Petikemas Kendari (TPK Kendari) memastikan kegiatan operasional di dalam terminal tetap berjalan normal, meskipun terdapat aksi mogok dari sebagian sopir truk di area menuju TPK Kendari.

Aktivitas bongkar muat kapal, pelayanan petikemas, serta kegiatan operasional di dalam area terminal hingga saat ini tetap berlangsung sesuai rencana dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kelancaran layanan kepada pengguna jasa.

Baca Juga: Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen

Terkait kondisi akses jalan, TPK Kendari terus melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kota Kendari. Dalam pertemuan siang ini antara manajemen TPK Kendari dengan Pemkot Kendari, kedua pihak menegaskan komitmen bersama untuk percepatan peningkatan dan perbaikan akses jalan menuju TPK Kendari

Sebagai tindak lanjut, sejak kemarin TPK Kendari telah melakukan perbaikan sementara akses jalan dengan penimbunan material pasir dan batu (sirtu).

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan risiko kecelakaan lalu lintas, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, sembari menunggu pelaksanaan perbaikan lanjutan secara menyeluruh oleh Pemerintah Kota Kendari.

Baca Juga: Pelindo Petikemas Optimis Capai Target 2025, Arus Peti Kemas Tumbuh 5 Persen

Terminal Head TPK Kendari, Herryanto, menyampaikan bahwa seluruh kegiatan operasional di dalam terminal tetap berjalan sesuai prosedur.

“Kegiatan demonstasi tidak menganggu aktivitas di terminal. Kami pastikan operasional bongkar muat dan pelayanan petikemas di dalam Terminal Petikemas Kendari tetap berjalan normal,” ujar Herryanto.

Saat ini TPK Kendari melayani kegiatan bongkar muat Kapal Meratus Larantuka, sementara KM SPIL Rahayu telah menyelesaikan pelayanan dan lepas tambat pada pukul 09.34. Selanjutnya, terminal dijadwalkan menerima kedatangan KM Kabonga Baru, KM Huanghe Mas, dan KM Tanto Kawan.

Baca Juga: Meski Ada Aksi Buruh Bongkar Muat, Operasional Terminal Peti Kemas Bagendang Tetap Normal

Ketua ALFI/ILFA Provinsi Sulawesi Tenggara Abd. Rahim Nabok menyampaikan apresiasi kepada TPK Kendari atas langkah cepat dalam mendukung penanganan sementara berupa penimbunan pada titik-titik jalan berlubang di akses masuk menuju TPK Kendari. Ia berharap Pemerintah Kota Kendari dapat segera menyelesaikan permasalahan akses jalan ini, paling lambat pada Selasa, 6 Januari 2026, guna menjaga kelancaran arus logistik dan keselamatan pengguna jalan.

"Kami mengapresiasi langkah cepat TPK Kendari dalam mendukung penanganan sementara melalui penimbunan pada titik-titik jalan berlubang di akses masuk menuju TPK Kendari. Kami berharap sinergi antar TPK Kendari dan Pemerintah Kota Kendari dapat segera menyelesaikan permasalahan akses jalan ini," imbuh Rahim

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.