Senin, 02 Feb 2026 10:06 WIB

Sebut Nama Madas di Kontennya, Wawali Armuji Minta Maaf dan Tuding Peran JTV

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 06 Jan 2026 13:58 WIB
Jalannya mediasi antara Armuji dan Ormas Madas di Unitomo
Jalannya mediasi antara Armuji dan Ormas Madas di Unitomo

selalu.id – Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada organisasi masyarakat Madura Asli Sedarah (Madas) atas penyebutan nama ormas tersebut dalam sebuah pernyataan yang sempat memicu polemik dan kegaduhan publik.

Permohonan maaf itu disampaikan Armuji dalam pertemuan mediasi terbuka bersama Ketua Umum DPP Madas, Mohammad Taufik, di Universitas dr Soetomo (Unitomo) , Selasa (6/1/2026).

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

“Saya khilaf menyebut nama ormas. Saya mohon maaf. Tidak ada niat sedikit pun untuk menstigmatisasi Madas,” ujar Armuji.

Armuji menjelaskan, sidak tersebut dilakukan setelah dirinya menerima banyak laporan masyarakat. Peristiwa itu kemudian viral setelah diberitakan media dan tersebar di media sosial.

“Yang memviralkan bukan saya, tapi televisi JTV. Lalu ada telepon ke saya terus berdering, banyak laporan masuk, makanya saya datang,” jelasnya.

Ia mengakui dalam dialog yang disiarkan melalui kanal YouTube dan medsos pribadinya, sempat menyebut nama Madas ketika menanggapi pertanyaan soal oknum yang terlibat. Namun, menurutnya, penyebutan itu dilakukan secara spontan dan tidak dimaksudkan untuk menyudutkan organisasi.

“Saya khilaf, menyebut itu sekali. Bahkan saya kira logonya Madas, ternyata setelah diklarifikasi itu bukan, ternyata tulisan gong xi fa cai,”imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Madas Mohammad Taufik menegaskan, organisasi yang dipimpinnya tidak terlibat dalam peristiwa tersebut dan menolak keras stigma premanisme yang sempat dilekatkan.

“Pertama, kami atas nama Madas meminta maaf jika persoalan ini menjadi gaduh dan tidak kondusif. Tapi kami tegaskan, Madas bukan ormas preman,” tegas Taufik.

Ia menjelaskan, kejadian yang dipersoalkan terjadi pada Agustus 2025, sementara dirinya baru menjabat sebagai Ketua Umum Madas pada Oktober 2025. Berdasarkan kajian tim hukum Madas, tidak ditemukan keterlibatan organisasi dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

“Tidak ada satu pun berita acara yang menyebut Madas. Tidak ada kejadian ormas di situ. Itu bukan kegiatan organisasi,” ujarnya.

Taufik juga mengakui bahwa salah satu individu yang disebut-sebut dalam kasus tersebut memang hadir dalam acara pelantikan, namun hal itu tidak serta-merta membuktikan keterlibatan ormas.

“Sampai hari ini saya tidak menyangka yang bersangkutan adalah anggota. Kalau memang terbukti melakukan pelanggaran hukum, kami mendukung aparat untuk memproses,” katanya.

Ia menilai, keberadaan tulisan atau logo di pakaian individu tertentu telah berkembang menjadi framing yang merugikan organisasi.

“Ini jadi gorengan. Padahal tidak ada kaitannya dengan Madas,” tambahnya.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Taufik sepakat untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian dan mengakhiri polemik di ruang publik.

“Kami dari awal mendukung Polda untuk menyelidiki. Kalau memang bersalah, silakan ditindak,” tegas Taufik.

Lebih lanjut Taufik atas nama pribadi dan organisasi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Madura atas stigma yang sempat berkembang.

“Semoga ini jadi pembelajaran bersama dan tidak ada lagi kesalahpahaman,” pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.