Minggu, 18 Okt 2026 21:23 WIB

Sebut Nama Madas di Kontennya, Wawali Armuji Minta Maaf dan Tuding Peran JTV

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 06 Jan 2026 13:58 WIB
Jalannya mediasi antara Armuji dan Ormas Madas di Unitomo
Jalannya mediasi antara Armuji dan Ormas Madas di Unitomo

selalu.id – Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada organisasi masyarakat Madura Asli Sedarah (Madas) atas penyebutan nama ormas tersebut dalam sebuah pernyataan yang sempat memicu polemik dan kegaduhan publik.

Permohonan maaf itu disampaikan Armuji dalam pertemuan mediasi terbuka bersama Ketua Umum DPP Madas, Mohammad Taufik, di Universitas dr Soetomo (Unitomo) , Selasa (6/1/2026).

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

“Saya khilaf menyebut nama ormas. Saya mohon maaf. Tidak ada niat sedikit pun untuk menstigmatisasi Madas,” ujar Armuji.

Armuji menjelaskan, sidak tersebut dilakukan setelah dirinya menerima banyak laporan masyarakat. Peristiwa itu kemudian viral setelah diberitakan media dan tersebar di media sosial.

“Yang memviralkan bukan saya, tapi televisi JTV. Lalu ada telepon ke saya terus berdering, banyak laporan masuk, makanya saya datang,” jelasnya.

Ia mengakui dalam dialog yang disiarkan melalui kanal YouTube dan medsos pribadinya, sempat menyebut nama Madas ketika menanggapi pertanyaan soal oknum yang terlibat. Namun, menurutnya, penyebutan itu dilakukan secara spontan dan tidak dimaksudkan untuk menyudutkan organisasi.

“Saya khilaf, menyebut itu sekali. Bahkan saya kira logonya Madas, ternyata setelah diklarifikasi itu bukan, ternyata tulisan gong xi fa cai,”imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Madas Mohammad Taufik menegaskan, organisasi yang dipimpinnya tidak terlibat dalam peristiwa tersebut dan menolak keras stigma premanisme yang sempat dilekatkan.

“Pertama, kami atas nama Madas meminta maaf jika persoalan ini menjadi gaduh dan tidak kondusif. Tapi kami tegaskan, Madas bukan ormas preman,” tegas Taufik.

Ia menjelaskan, kejadian yang dipersoalkan terjadi pada Agustus 2025, sementara dirinya baru menjabat sebagai Ketua Umum Madas pada Oktober 2025. Berdasarkan kajian tim hukum Madas, tidak ditemukan keterlibatan organisasi dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga: PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

“Tidak ada satu pun berita acara yang menyebut Madas. Tidak ada kejadian ormas di situ. Itu bukan kegiatan organisasi,” ujarnya.

Taufik juga mengakui bahwa salah satu individu yang disebut-sebut dalam kasus tersebut memang hadir dalam acara pelantikan, namun hal itu tidak serta-merta membuktikan keterlibatan ormas.

“Sampai hari ini saya tidak menyangka yang bersangkutan adalah anggota. Kalau memang terbukti melakukan pelanggaran hukum, kami mendukung aparat untuk memproses,” katanya.

Ia menilai, keberadaan tulisan atau logo di pakaian individu tertentu telah berkembang menjadi framing yang merugikan organisasi.

“Ini jadi gorengan. Padahal tidak ada kaitannya dengan Madas,” tambahnya.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Taufik sepakat untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian dan mengakhiri polemik di ruang publik.

“Kami dari awal mendukung Polda untuk menyelidiki. Kalau memang bersalah, silakan ditindak,” tegas Taufik.

Lebih lanjut Taufik atas nama pribadi dan organisasi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Madura atas stigma yang sempat berkembang.

“Semoga ini jadi pembelajaran bersama dan tidak ada lagi kesalahpahaman,” pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Bawa Kukis Black ke PRJ Surabaya 2026, Kokola Tawarkan Promo Serba Rp10 Ribu hingga Emas

Fian berharap PRJ Surabaya terus berlangsung dan semakin berkembang. Area festival bisa diperluas dan melibatkan para UMKM.

Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Selain pupuk, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran komoditas bersubsidi lainnya seperti beras SPHP, MinyaKita, hingga LPG 3 kilogram.