Sabtu, 26 Sep 2026 09:28 WIB

Jawa Timur jadi Provinsi dengan Kasus Super Flu Tertinggi, DPRD Tegur Dinkes Jatim

Desain ilustrasi
Desain ilustrasi

selalu.id - Jawa Timur menjadi episentrum kasus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu di Indonesia, dengan jumlah kasus terbanyak dibandingkan provinsi lain. Hal ini membuat Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan, menyoroti kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim dalam merespons ancaman infeksi tersebut.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat sebanyak 62 kasus super flu tersebar di delapan provinsi hingga akhir Desember 2025. Jawa Timur menduduki peringkat pertama, diikuti Kalimantan Selatan dan Jawa Barat.

Baca Juga: RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Data tersebut berasal dari laporan 88 sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infections (SARI) yang tersebar di puskesmas, balai kesehatan, dan rumah sakit di seluruh Indonesia, dengan konfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

Dari karakteristik pasien, sekitar 64 persen kasus terjadi pada perempuan, sedangkan anak usia 1 hingga 10 tahun menyumbang sekitar 35 persen kasus dan menjadi kelompok yang paling terdampak.

Juru Bicara Kemenkes RI, Widyawati, menjelaskan bahwa meski subclade K memiliki tingkat penularan tinggi, hal ini harus dijadikan sinyal kewaspadaan bukan pemicu kepanikan. Pemerintah daerah diminta meningkatkan langkah pencegahan, terutama di wilayah dengan kasus tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Jairi Irawan meminta Dinkes Jatim lebih agresif dalam promosi kesehatan dan penyebaran informasi kepada masyarakat agar kewaspadaan dapat dibangun sejak dini. Menurut politisi Golkar ini, tingginya mobilitas penduduk dan kepadatan wilayah Jatim menjadi faktor risiko yang harus diantisipasi dengan komunikasi publik yang kuat dan masif.

Baca Juga: Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!

"Promosi dan informasi ke masyarakat harus diperbanyak. Jangan sampai warga tidak paham risiko dan gejala super flu. Edukasi itu kunci pencegahan," ujar politisi Golkar tersebut kepada selalu.id saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).

Selain edukasi, legislator yang membidangi kesehatan dan kesejahteraan rakyat itu juga mendorong Dinkes Jatim memaksimalkan kembali program Cek Kesehatan Gratis, yang terbukti efektif sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini berbagai penyakit termasuk super flu.

"Cek kesehatan gratis perlu dimasifkan lagi. Ini penting untuk memotong risiko penularan sejak awal, sebelum masyarakat jatuh dalam kondisi berat," tegasnya.

Baca Juga: RAPBD Jatim 2027 Defisit Rp1,01 Triliun, Banggar Andalkan SiLPA dan Minta Pemprov Genjot Pendapatan

Jairi menilai Dinkes Jatim perlu memperkuat pendekatan promotif dan preventif secara berimbang, seperti sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kewaspadaan terhadap gejala infeksi saluran pernapasan, hingga pemanfaatan fasilitas kesehatan. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia melalui pemantauan aktif serta edukasi keluarga, selain mendorong vaksinasi influenza.

"Kalau Dinkes aktif turun ke masyarakat, sekolah, dan fasilitas publik, dampaknya akan besar. Jangan menunggu lonjakan kasus baru bergerak. Ini momentum bagi Dinkes Jatim untuk menunjukkan kinerja yang sigap, responsif, dan proaktif. Kesehatan masyarakat tidak boleh menunggu sampai krisis," pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.