Kamis, 04 Jun 2026 12:24 WIB

Tak Hanya Keamanan, Satgas Anti Preman Surabaya Kini Tangani Sengketa Tanah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 04 Jan 2026 11:15 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas peran Satgas Anti Premanisme hingga menyentuh bidang agraria, sebagai langkah strategis menekan konflik sosial yang kerap berawal dari sengketa tanah.

Kebijakan ini diambil menyusul maraknya persoalan pertanahan yang tidak hanya berujung pada sengketa hukum, tetapi juga memicu praktik premanisme, intimidasi, hingga gesekan antarwarga.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, pembentukan dan penguatan satgas bukan sekadar untuk penindakan, melainkan membangun sistem penyelesaian masalah warga secara menyeluruh dan terkoordinasi.

“Satgas Anti Preman dan yang keduanya adalah Satgas terkait dengan tugas-tugas reformasi agraria,” ujar Eri, Minggu (4/1/2026).

Menurut Eri, konflik agraria selama ini kerap menjadi pintu masuk munculnya kelompok atau oknum yang memanfaatkan ketidakpastian hukum untuk melakukan tekanan kepada warga. 

Karena itu, Satgas Anti Premanisme dan Satgas Agraria akan berjalan beriringan dengan melibatkan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

“Di dua tempat ini, itu bukan hanya pemerintah kota, tapi seluruh Forkopimda yang ada di Kota Surabaya. Jika ada masyarakat yang berhubungan dengan masalah tanah, tidak bisa hanya ditangani lurah, tetapi bisa diajukan ke dalam tugas-tugas agraria,” jelasnya.

Eri menekankan, persoalan agraria tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian hukum karena berpotensi berkembang menjadi konflik sosial terbuka. 

Melalui satgas, Pemkot Surabaya akan menjembatani koordinasi langsung dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar sengketa tanah tidak menjadi ruang subur bagi premanisme.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

“Tugas agraria ini akan berhubungan langsung dengan BPN, sehingga tidak ada lagi gegeran antarwarga atau persoalan surat-menyurat yang berhenti di tengah jalan,” tegas Eri.

Selain itu, Satgas Anti Premanisme juga akan diperkuat dan disebar ke seluruh wilayah Kota Surabaya, mulai dari Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan, hingga Pusat. Penugasan berbasis wilayah ini diharapkan mempercepat penanganan persoalan sosial dan sengketa pertanahan yang rawan dimanfaatkan pihak-pihak tertentu.

“Satgas Anti Preman akan kita kuatkan dan bentuk di masing-masing wilayah agar mempercepat penyelesaian setiap masalah yang ada. Itu yang kita lakukan hari ini,” pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.

Jaring Atlet Jelang Porprov Jatim 2027, Pordasi Sidoarjo Gelar Lomba Berkuda

Federasi berkuda Sidoarjo membuka kesempatan seluas-luasnya bagi atlet muda untuk berpartisipasi tanpa terbebani biaya. Menampilkan bakat hingga jadi atlet.