Rabu, 28 Okt 2026 21:08 WIB

Tak Hanya Keamanan, Satgas Anti Preman Surabaya Kini Tangani Sengketa Tanah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 04 Jan 2026 11:15 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas peran Satgas Anti Premanisme hingga menyentuh bidang agraria, sebagai langkah strategis menekan konflik sosial yang kerap berawal dari sengketa tanah.

Kebijakan ini diambil menyusul maraknya persoalan pertanahan yang tidak hanya berujung pada sengketa hukum, tetapi juga memicu praktik premanisme, intimidasi, hingga gesekan antarwarga.

Baca Juga: Ketika Proyek Penanganan Banjir di Surabaya Hampir Rampung, Tapi Anggaran Belum Cair

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, pembentukan dan penguatan satgas bukan sekadar untuk penindakan, melainkan membangun sistem penyelesaian masalah warga secara menyeluruh dan terkoordinasi.

“Satgas Anti Preman dan yang keduanya adalah Satgas terkait dengan tugas-tugas reformasi agraria,” ujar Eri, Minggu (4/1/2026).

Menurut Eri, konflik agraria selama ini kerap menjadi pintu masuk munculnya kelompok atau oknum yang memanfaatkan ketidakpastian hukum untuk melakukan tekanan kepada warga. 

Karena itu, Satgas Anti Premanisme dan Satgas Agraria akan berjalan beriringan dengan melibatkan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Baca Juga: Masuk Musim Penghujan, Proyek Infrastruktur Fisik Surabaya Sudah Mencapai 90 Persen

“Di dua tempat ini, itu bukan hanya pemerintah kota, tapi seluruh Forkopimda yang ada di Kota Surabaya. Jika ada masyarakat yang berhubungan dengan masalah tanah, tidak bisa hanya ditangani lurah, tetapi bisa diajukan ke dalam tugas-tugas agraria,” jelasnya.

Eri menekankan, persoalan agraria tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian hukum karena berpotensi berkembang menjadi konflik sosial terbuka. 

Melalui satgas, Pemkot Surabaya akan menjembatani koordinasi langsung dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar sengketa tanah tidak menjadi ruang subur bagi premanisme.

Baca Juga: Pengelola Pasar Tanjungsari Surabaya Minta Pemkot Tak Tebang Pilih Terapkan Perda

“Tugas agraria ini akan berhubungan langsung dengan BPN, sehingga tidak ada lagi gegeran antarwarga atau persoalan surat-menyurat yang berhenti di tengah jalan,” tegas Eri.

Selain itu, Satgas Anti Premanisme juga akan diperkuat dan disebar ke seluruh wilayah Kota Surabaya, mulai dari Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan, hingga Pusat. Penugasan berbasis wilayah ini diharapkan mempercepat penanganan persoalan sosial dan sengketa pertanahan yang rawan dimanfaatkan pihak-pihak tertentu.

“Satgas Anti Preman akan kita kuatkan dan bentuk di masing-masing wilayah agar mempercepat penyelesaian setiap masalah yang ada. Itu yang kita lakukan hari ini,” pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Elf Bawa Rombongan dari Bojonegoro Rem Blong di Pacet, 4 Orang Patah Kaki-Tangan

Beruntung, kendaraan yang ditumpangi 17 orang satu keluarga asal Bojonegoro itu berhasil berhenti setelah menabrak tumpukan sekam. Mereka pun selamat.

Nama Gubernur Khofifah Muncul di Sidang Korupsi ESDM Jatim, Saksi Ungkap Alurnya

Tak cuma sepatu, Dinas ESDM Jatim juga meminta pasokan rutin produk air mineral untuk kebutuhan konsumsi kantor dinas.

Cewek yang Tabrak Orang hingga Tewas Usai Dugem di Club Ambyar Kini Disidang

Atas tindakan nekatnya ini, terdakwa Erica Natasha Risakotta dijerat pasal berlapis. Ancaman hukuman berat pun menantinya.

Jaga Kondusifitas, Polda Jatim Rangkul Ribuan Mahasiswa hingga Santri

Irjen Dekananto menegaskan, konsolidasi ini menjadi momentum krusial bagi generasi muda dalam menyambut Indonesia Emas 2045.

Potret Pelindo Terminal Petikemas Bekali Keterampilan Anak Binaan LPKA Kelas I Blitar

Dukungan pendidikan dan pengembangan keterampilan ini menjadi bagian penting dalam membuka kesempatan bagi mereka untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Momen Bupati Sidoarjo Subandi Beri Santunan BPJS Ketenagakerjaan pada Mendiang Kades Tropodo

Selain santunan tersebut, keluarga juga akan menerima manfaat jaminan pensiun berkala sebesar Rp1.516.515 setiap bulan.