Senin, 19 Okt 2026 06:49 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Bentuk Satgas Anti Premanisme di Surabaya, Kasus Nenek Elina Jadi Pemicu

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 28 Des 2025 10:25 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Kasus dugaan pengusiran terhadap Nenek Elina yang sempat viral di media sosial menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, peristiwa tersebut adalah alarm penting bagi pemerintah untuk memperkuat perlindungan terhadap kelompok rentan di Kota Pahlawan.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Sebagai respons konkret, Pemkot Surabaya akan membentuk Satgas Anti Preman, yang bertugas menjaga keamanan, mencegah intimidasi, dan memastikan tidak ada tindakan sewenang–wenang terhadap warga.

“Awal Januari nanti kita kumpulkan semua suku dan seluruh ormas yang ada di Surabaya. Pemerintah kota sudah membentuk Satgas Anti Preman. Ini sudah disampaikan Kapolda dan juga ada surat edaran dari Gubernur,” kata Eri, Sabtu (27/12/2025).

Satgas ini dibentuk sebagai wadah bersama—menggabungkan unsur kepolisian, TNI (termasuk AD dan Marinir), serta seluruh jajaran Forkopimda Surabaya. Targetnya, Surabaya bebas premanisme dan tidak ada lagi aksi intimidasi mirip kasus yang dialami Nenek Elina.

Baca Juga: GMNI Surabaya Raya dan RLD Gelar Pelatihan Jurnalistik, Asah Nalar Kritis Hadapi Hoaks

“Di dalam satgas ini ada kepolisian, TNI, angkatan darat, marinir, semuanya ada. Forkopimda berkumpul menjadi satu agar tidak ada lagi kejadian seperti ini. Kita ini negara hukum,” tegas Eri.

Eri juga mengajak masyarakat untuk tidak diam apabila melihat pemerasan, pengusiran, atau tekanan dari pihak yang mengatasnamakan kelompok tertentu. Nantinya, laporan bisa langsung disampaikan ke Satgas Anti Preman yang akan segera disosialisasikan kepada publik.

“Kalau ada kejadian seperti ini, tolong sampaikan ke Satgas Anti Preman. Pak Kapolres dan Forkopimda punya komitmen yang sama. Jangan sampai Surabaya dibuat kacau, apalagi ditunggangi pihak tertentu,” ujarnya.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Pemkot berkomitmen menjaga kondusivitas Surabaya dan mencegah provokasi yang dapat memecah stabilitas. Sosialisasi Satgas Anti Preman akan dimulai pekan depan, sedangkan agenda mengumpulkan seluruh ormas dan elemen masyarakat dijadwalkan berlangsung pada Januari 2026.

“Surabaya harus tetap aman, damai, dan kondusif. Kita tidak akan terprovokasi,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.