Kamis, 03 Sep 2026 16:03 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Bentuk Satgas Anti Premanisme di Surabaya, Kasus Nenek Elina Jadi Pemicu

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 28 Des 2025 10:25 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Kasus dugaan pengusiran terhadap Nenek Elina yang sempat viral di media sosial menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, peristiwa tersebut adalah alarm penting bagi pemerintah untuk memperkuat perlindungan terhadap kelompok rentan di Kota Pahlawan.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Sebagai respons konkret, Pemkot Surabaya akan membentuk Satgas Anti Preman, yang bertugas menjaga keamanan, mencegah intimidasi, dan memastikan tidak ada tindakan sewenang–wenang terhadap warga.

“Awal Januari nanti kita kumpulkan semua suku dan seluruh ormas yang ada di Surabaya. Pemerintah kota sudah membentuk Satgas Anti Preman. Ini sudah disampaikan Kapolda dan juga ada surat edaran dari Gubernur,” kata Eri, Sabtu (27/12/2025).

Satgas ini dibentuk sebagai wadah bersama—menggabungkan unsur kepolisian, TNI (termasuk AD dan Marinir), serta seluruh jajaran Forkopimda Surabaya. Targetnya, Surabaya bebas premanisme dan tidak ada lagi aksi intimidasi mirip kasus yang dialami Nenek Elina.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

“Di dalam satgas ini ada kepolisian, TNI, angkatan darat, marinir, semuanya ada. Forkopimda berkumpul menjadi satu agar tidak ada lagi kejadian seperti ini. Kita ini negara hukum,” tegas Eri.

Eri juga mengajak masyarakat untuk tidak diam apabila melihat pemerasan, pengusiran, atau tekanan dari pihak yang mengatasnamakan kelompok tertentu. Nantinya, laporan bisa langsung disampaikan ke Satgas Anti Preman yang akan segera disosialisasikan kepada publik.

“Kalau ada kejadian seperti ini, tolong sampaikan ke Satgas Anti Preman. Pak Kapolres dan Forkopimda punya komitmen yang sama. Jangan sampai Surabaya dibuat kacau, apalagi ditunggangi pihak tertentu,” ujarnya.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Pemkot berkomitmen menjaga kondusivitas Surabaya dan mencegah provokasi yang dapat memecah stabilitas. Sosialisasi Satgas Anti Preman akan dimulai pekan depan, sedangkan agenda mengumpulkan seluruh ormas dan elemen masyarakat dijadwalkan berlangsung pada Januari 2026.

“Surabaya harus tetap aman, damai, dan kondusif. Kita tidak akan terprovokasi,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.