Wali Kota Eri Cahyadi Bentuk Satgas Anti Premanisme di Surabaya, Kasus Nenek Elina Jadi Pemicu
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 28 Des 2025 10:25 WIB
selalu.id - Kasus dugaan pengusiran terhadap Nenek Elina yang sempat viral di media sosial menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, peristiwa tersebut adalah alarm penting bagi pemerintah untuk memperkuat perlindungan terhadap kelompok rentan di Kota Pahlawan.
Baca Juga: Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa
Sebagai respons konkret, Pemkot Surabaya akan membentuk Satgas Anti Preman, yang bertugas menjaga keamanan, mencegah intimidasi, dan memastikan tidak ada tindakan sewenang–wenang terhadap warga.
“Awal Januari nanti kita kumpulkan semua suku dan seluruh ormas yang ada di Surabaya. Pemerintah kota sudah membentuk Satgas Anti Preman. Ini sudah disampaikan Kapolda dan juga ada surat edaran dari Gubernur,” kata Eri, Sabtu (27/12/2025).
Satgas ini dibentuk sebagai wadah bersama—menggabungkan unsur kepolisian, TNI (termasuk AD dan Marinir), serta seluruh jajaran Forkopimda Surabaya. Targetnya, Surabaya bebas premanisme dan tidak ada lagi aksi intimidasi mirip kasus yang dialami Nenek Elina.
Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba
“Di dalam satgas ini ada kepolisian, TNI, angkatan darat, marinir, semuanya ada. Forkopimda berkumpul menjadi satu agar tidak ada lagi kejadian seperti ini. Kita ini negara hukum,” tegas Eri.
Eri juga mengajak masyarakat untuk tidak diam apabila melihat pemerasan, pengusiran, atau tekanan dari pihak yang mengatasnamakan kelompok tertentu. Nantinya, laporan bisa langsung disampaikan ke Satgas Anti Preman yang akan segera disosialisasikan kepada publik.
“Kalau ada kejadian seperti ini, tolong sampaikan ke Satgas Anti Preman. Pak Kapolres dan Forkopimda punya komitmen yang sama. Jangan sampai Surabaya dibuat kacau, apalagi ditunggangi pihak tertentu,” ujarnya.
Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya
Pemkot berkomitmen menjaga kondusivitas Surabaya dan mencegah provokasi yang dapat memecah stabilitas. Sosialisasi Satgas Anti Preman akan dimulai pekan depan, sedangkan agenda mengumpulkan seluruh ormas dan elemen masyarakat dijadwalkan berlangsung pada Januari 2026.
“Surabaya harus tetap aman, damai, dan kondusif. Kita tidak akan terprovokasi,” pungkasnya.
Editor : Redaksi