Sabtu, 05 Sep 2026 16:21 WIB

Akomodir Bakat yang Belum Terjangkau Liga Pelajar Resmi, Jember Buka Gala Siswa 2026

Peserta liga siswa saat berlaga di stadion noto hadinegoro jember, 11/4/2026 ( Foto: Nurul/ selalu id)
Peserta liga siswa saat berlaga di stadion noto hadinegoro jember, 11/4/2026 ( Foto: Nurul/ selalu id)

selalu.id - Ajang sepak bola Gala Siswa 2026 resmi digelar di Stadion Notohadinegoro pada Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan sekaligus kompetisi bagi pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Jember.

Ketua panitia Gala Siswa, Zainul Arifin menyampaikan bahwa, turnamen ini digelar untuk mengakomodasi sekolah-sekolah yang belum terjangkau dalam Liga Pelajar resmi.

Baca Juga: Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

“Gala siswa ini kita laksanakan untuk mengakomodasi lembaga mulai dari SD, SMP, SMA, MI hingga MTs yang belum tercover dalam Liga Pelajar. Tahun ini kita mulai dengan konsep liga terbuka, baik yang sudah ikut liga maupun belum,” ujarnya.

Pada hari pertama pelaksanaan, kompetisi diawali untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dengan jumlah peserta mencapai 64 tim.

Lebih lanjut Zainul mengatakan bahwa, antusiasme peserta sangat tinggi hingga masih banyak sekolah yang masuk daftar tunggu namun belum bisa diakomodasi.
Seluruh peserta, mulai dari tingkat SD hingga SMA, dapat mengikuti kompetisi ini secara gratis. Hal tersebut merupakan bagian dari komitmen panitia dalam mendorong pembinaan sepak bola usia dini di Jember.

Baca Juga: Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Zainul menegaskan bahwa, sistem pertandingan dirancang agar setiap tim mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak. Dalam fase awal, setiap tim akan bertanding dalam sistem grup sebanyak tiga kali pertandingan. Selanjutnya, juara dan runner-up akan melaju ke babak 32 besar dengan format serupa.

“Harapannya anak-anak tidak hanya bermain sekali lalu selesai, tapi mendapatkan jam terbang yang cukup. Intinya adalah menumbuhkan kesenangan bermain sepak bola sebagai dasar pembinaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan adanya wacana untuk memasukkan sepak bola ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah. Hal ini sejalan dengan arahan dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia yang mendorong penguatan pembinaan olahraga sejak dini.

Baca Juga: Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

“Kami berencana mulai 2027 berkoordinasi agar sepak bola bisa menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah. Ini penting karena tidak semua anak bisa bergabung dengan sekolah sepak bola (SSB), sehingga perlu difasilitasi langsung di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Gala Siswa 2026 diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menghidupkan kembali seluruh lini pembinaan sepak bola di Kabupaten Jember. "Sekaligus mencetak bibit-bibit atlet potensial di masa depan," pungkas Zainul.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.