Rabu, 22 Jul 2026 10:06 WIB

Akomodir Bakat yang Belum Terjangkau Liga Pelajar Resmi, Jember Buka Gala Siswa 2026

Peserta liga siswa saat berlaga di stadion noto hadinegoro jember, 11/4/2026 ( Foto: Nurul/ selalu id)
Peserta liga siswa saat berlaga di stadion noto hadinegoro jember, 11/4/2026 ( Foto: Nurul/ selalu id)

selalu.id - Ajang sepak bola Gala Siswa 2026 resmi digelar di Stadion Notohadinegoro pada Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan sekaligus kompetisi bagi pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Jember.

Ketua panitia Gala Siswa, Zainul Arifin menyampaikan bahwa, turnamen ini digelar untuk mengakomodasi sekolah-sekolah yang belum terjangkau dalam Liga Pelajar resmi.

Baca Juga: Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

“Gala siswa ini kita laksanakan untuk mengakomodasi lembaga mulai dari SD, SMP, SMA, MI hingga MTs yang belum tercover dalam Liga Pelajar. Tahun ini kita mulai dengan konsep liga terbuka, baik yang sudah ikut liga maupun belum,” ujarnya.

Pada hari pertama pelaksanaan, kompetisi diawali untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dengan jumlah peserta mencapai 64 tim.

Lebih lanjut Zainul mengatakan bahwa, antusiasme peserta sangat tinggi hingga masih banyak sekolah yang masuk daftar tunggu namun belum bisa diakomodasi.
Seluruh peserta, mulai dari tingkat SD hingga SMA, dapat mengikuti kompetisi ini secara gratis. Hal tersebut merupakan bagian dari komitmen panitia dalam mendorong pembinaan sepak bola usia dini di Jember.

Baca Juga: Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Zainul menegaskan bahwa, sistem pertandingan dirancang agar setiap tim mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak. Dalam fase awal, setiap tim akan bertanding dalam sistem grup sebanyak tiga kali pertandingan. Selanjutnya, juara dan runner-up akan melaju ke babak 32 besar dengan format serupa.

“Harapannya anak-anak tidak hanya bermain sekali lalu selesai, tapi mendapatkan jam terbang yang cukup. Intinya adalah menumbuhkan kesenangan bermain sepak bola sebagai dasar pembinaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan adanya wacana untuk memasukkan sepak bola ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah. Hal ini sejalan dengan arahan dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia yang mendorong penguatan pembinaan olahraga sejak dini.

Baca Juga: Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

“Kami berencana mulai 2027 berkoordinasi agar sepak bola bisa menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah. Ini penting karena tidak semua anak bisa bergabung dengan sekolah sepak bola (SSB), sehingga perlu difasilitasi langsung di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Gala Siswa 2026 diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menghidupkan kembali seluruh lini pembinaan sepak bola di Kabupaten Jember. "Sekaligus mencetak bibit-bibit atlet potensial di masa depan," pungkas Zainul.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.